Klise Diarama

Klise Diarama
Part 36, Aku Disini


__ADS_3

"Sean cepat ceritakan bagaimana kamu menemukanku, atau jangan-jangan mereka memberitahumu?" tanya Xena yang masih ingin tau alasan Sean bisa datang kesana dan menemukan dirinya


"sebentar Darl, aku bernafas dulu" ucap Sean sambil tersenyum menyeringai namun dengan cepat Xena menahan tangannya dan melototkan matanya keapada Sean


"baiklah kalau begitu, kamu duduk dulu" ucap Sean tidak mau menyiksa dirinya sneidri karna Xena duduk diatas pangkuannya, sejak tadi king cobra miliknya sudah mengeras namun Xena pura-pura bodo amat


"aku tau dari Xeno, dia sengaja pura-pura tidak atau tentang rencanamu ini, juga Gibran dan Fathan yang membantuku untuk bisa mendapatkan akses sampai disini" ucap Sean sambil menariknafasnya lagi


"aku sudah merencanakan semuanya untuk secepatnya bertemu denganmu, aku juga sudah mendengar pernikahanmu akan dipercepat dari Xeno"lanjut Sean dengan mengelus kepala Xena sangat sayang, pria itu bahkan mengecup sekilas pucuk kepala Xena


"berarti bang Xeno tau semuanya, kenapa dia hanya diam saja Sean" tanya Xena yang tidak mengerti jalan pikiran abangnya itu


"dia tidak mau mengganggu apa yang kamu inginkan, selama itu yang terbaik untukmu cukuplah ia hanya melihat dan membantumu dari belakang" ucap Sean tersenyum da hal itu membuat Xena ikut tersenyum ditambah lagi haru mendengar alasan Xeno tidak melarang dirinya untuk kabur, bahkan memnatu dirinya untuk memudahkan semua rencananya


"lalu bagaimana dengan kamu, apa lasanmu untuk datang kesini. bukannya Celin dan kamu sudah menikah bagaimana dia bisa memberikan izin padamu datang kesini?" tanya Xena namun dari kata-katanya itu untuk menyindir  Sean


menyebut naa Celin saja ia sedikit sesak, bagaimana mungkin dia sangat lancar mengucapkan nama istri dari kekasihnya sendiri, istri dari pria yang sangat ia cintai. hah... mengingat hal itu saja membuat Xena ingin berteriak memberitahu semua orang bahwa Sean hanyalah miliknya seorang


"aku meninggalakan mereka semua, aku pergi kabur dari rumah dan semua apa yang aku punya sekarang hanyalah apa yang aku mulai dari awal, mama tidak mau mengalah dan terpaksa aku yang harus pergi dar semua perlakuannya. kadang aku juga mereka muak dan bosan Darl" ucap Sean kembali memeluk XEna menyalurkan apa yang ia rasakan saat ini


"kamu kabur, dan sekarang ada disini. kamu meninggalkan mama kamu dan juga istri kamu Sean?' ucap Xena sedikit tidak percaya, yang ia tau selama ini Sean anak yang sangat menurut kepada mamanya, meskipun dia yang tersakiti Sean akan terus melakukan apa perintah dari sang mama

__ADS_1


"aku bahkan menceraikan Celin, aku tidak mau wanita itu melakukan sesuka hatinya padaku" ucap Sean mulai melemmah, sakit jika diceritakan perjalanan hidupnya sampai saat ini, tapi jika terus bertahan hal itu yang akan membuat dirinya semakin tidak ada harganya dimata Celin dan orang sekitarnya


"tenanglah Sean, aku ada disini untukmu. aku akan menemanimu kemanapun kamu pergi, ingat masih banyak yang akan membantumu" ucap Xena memeluk tubuh pria yang sedang bersedih itu, Sean baru kali ini meunjukkan sisi lemahnya dihadapan Xena,dia adalah orang pertama melihat Sean hampir saja menangis


**


flashback


dikota yang merupakan metropolitan dinegara yang snagat dikagumi oleh seluruh dunia, kota yang sangat memberikan kemajuan dinegaranya sendiri, tepat disebuah rumah mewah, sepasang suami istri terlihat saling memaki satu sama lain


Sean dan Celin saat ini bertengkar karna persoalan yang sedikit rumit, Celin bersikekeuh agar Sean menuruti permintaannya, menemani dirinya pergi ke pusat perbelanjaan dikota itu, sementara Sean yang sangat tidak suka dengan wanita itu enggan untuk menurutinya


"lalu aku harus apa??, apakah aku harus menuruti apa yang kamu mau?? aku bukan ajudanmu Celin, dan asal kau tau aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini, kau sendiri yang memberikan dirimu kepadaku" ucap Sean tidak kalah kerasnya, meluapkan apa yang selama ini ia rasakan dan pendam sendiri


"baiklah kalau begitu, jangan menyesal dengan apa yang kamu katakan hari ini, aku akan mengadu pada mama" ucap Celin dan menyambar tasnya dengan kasar sambilberjalan keluar dan menghempaskan pintu dengan keras


wanita itu pergi kerumah Sean, dimana mama mertuanya tinggal. dengan mengendarai mobil miliknya, Celin dengan cepat smapai kerumah Amira, dimana wanita paruh baya itu sedang menikmati udara segar taman belakang rumahnya


namun ketika melihat Celin yang datang dnegan menangis, membuat Amira langsung menghampiri menantunya dan memeluk Celin dengan cepat


"ada apa Celin, kenapa pagi-pagi begini sudah menangis?" tanya Amira heran, tidka biasanya menantunya kan seperti ini. selama ini hubungannya dengan putranya baik-baik saja

__ADS_1


"mama, aku ingin Sean bertekuk samaku. aku tidak mau Sean terus menerus mengingat wanita yang dulu bersamanya. meskipun aku dan dia menikah tapi Sean tidak pernah memperlakukanku seperti istrinya" ucap Celin memberitahu semua yang terjadi dirumah tanggnya


"itu tidak akan pernah terjadi!!!" suara baiton Sean terdengar dari belakang, pria itu juga datang kerumah karna ingin menyampaikan sesuatu keppada dua wanita yang ada disana


"apa maksudmu Sean, bukankah yang dikatakan Celin benar adanya, kamu harus melupakan wanita itu, dan asal kau tau sampai kapanpun aku tidak akan merestui kalian" ucap Amira dengan mata yang penuh kebencian


"aku tidak peduli, aku kesini hanya untuk mengatakan mulai hari ini aku dan Celin resmi bercerai. aku tidak mau terikat apa-apa dengan kau lagi Celin!!" suara lantang Sean menggema diseluruh ruangan itu, Celin yang tadinya hanya diam kini langsung lmas dan tidak bisa berkata-kata lagi


"Sean beraninya kau melakukan hal itu, jika kau seberani itu dan menceraikan Celin. kau bukan lagi anakku ulai saat ini!" teriak Amira dengan suara yang sangat lantang membuat seluruh pelayan disana terkejut dengan apa yang diucapkan wanita itu


"baiklah kalau begitu, mama lebih memilih waniat itu ketimbang aku?, oke tidak masalah. jangan pernah mencariku mulai saat ini" ucap Sean dan ingin lenagkah pergi, namun tiba-tiba suara Amira menggema lagi


"kalau kau pergi, jangan sampai membawa apapun dari rumah ini!!" ucap Amira, wanita itu bahkan lupa siapa yang bekerja keras selama ini untuk memangkitkan mereka kembali, dulu setelah perceraian dirinya dengan suaminya dulu, ia tidak mendapatkan sepeser pun dari suaminya


"baiklah, aku tidak mengharapkan hal itu!" ucap Sean dan benar-benar pergi, ia langsung menghubungi sekretaris Lay untuk mengatur semuanya, Sean bahkan menyiapkan semuanya jauh-jauh hari sebelum menceraikan Celin, tapi ia tidak menyangka akan berakhir seperti ini


**


flashback off


next novelku👇👇👇

__ADS_1


__ADS_2