
Author
Hari yang ditunggu oleh sepasang kekasih tu akhirnya tiba, Xena telah siap mengenakan baju pengantinnya dengan make up polos bertengger di wajahnya yang cantik. gadis itu sudah tidak sabar untuk memulai kehidupan dengan calon suaminya, pria yang ia tunggu sejak lama dan setia menemaninya
begitu juga dengan Sean, pria itu tampak bertambah gagah dan auranya semakin keluar, dengan menggunakan tixedo yang dipilih oleh sekretaris Lay untuknya sangat cocok ditubuh pria itu.
keduanya sudah sampai digereja dimana mereka akan melakukan pemberkatan nikah dihadiri oleh beberapa sahabat mereka, yaitu Xeno,Gibran,Olive dan Renata serta sekretaris Lay yang selalu siap siaga dibelakang Sean. sedangkan Fathan dan Ivanka tidak bisa hadir karna harus mengurus pasien mereka di rumah sakit. sangat disayangkan tapi juga tidak bisa dipaksakan.
Xena dan Sean sudah berada diatas altar, dengan Xeno yang mengantar adiknya kepada sahabatnya sekaligus akan menjadi adik iparnya, ada rasa haru da tidak ingin melepaskan Xena adiknya yang sangat centil dan bawel itu pada calon suaminya, tapi Xeno menepis perasaan itu, ia tau Sean akan menjaga adiknya dan mencintai adiknya dengan tulus.
"baiklah, kita akan masuk keacara pemberkatan" ucap Pendeta yang akan melangsungkan acara itu sekaligus memeimpin pemberkatan Sean dan Xena
"Sean Dirgantara, bersediakah engkau menjadikan Xena Emilo menjadi pasangan baik suka maupun duka?" pendeta itu membaca pertanyaan kepada pengantin itu, acara sakral yang tidak bisa dilakukan dengan main-main
"ya, saya bersedia" ucap Sean dengan tegang, ia sedikit gugup saat mengucapkan kata itu, bukan karna takut menjadi suami Xena, namun memikirkan badai yang akan mereka lewati dimasa yang akan datang
"bersediakah saudara mengasihi,menghormati,menghibur dia, dan memelihara dia baik saat sakit ataupun saat sehat?" pendeta itu berkata lagi pada Sean
"ya, saya bersedia" ucap Sean kali ini ia menjawab dengan mantap dan tanpa ragu-ragu lagi
__ADS_1
"Xena Emilo bersediakah engkau menjadikan Sean Dirgantara menjadi pasangan suka maupun duka?" tanya pendeta itu kepada Xena
"ya, saya bersedia" ucap Xena dengan tersenyum namun jauh dalam hatinya ia meresa sedih dan sedikit ragu untuk pernikahan mereka
"bersediakah saudara mengasihi,menghormati,menghibur dia, dan memelihara dia baik saat sakit ataupun saat sehat"? ucap pendeta itu lagi kepada Xena
"ya, saya bersedia" uap Xena dengan suara hampir tidak terdengar sangking menahan air matanya yang hampir merembes keluar
"baik, kepada mempelai dipersilahkan mengucap janji" ucap pendeta itu dan dimulai dari Sean yang memberikan janji sakral dipernikahan mereka
"aku Sean Dirgantara, mengambil engkau Xena Emilo menjadi istri saya dan berjani akan mengasihi, menghormati dan memelihara engkau sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan Firman Tuhan. ini janjiku padamu" ucap Sean dengan lantang, suaranya seketika semangat dan menggenggam tangan Xena dengan kuat
keduanya langsung saling berciu*man sekilas tanda mereka resmi jadi pasangan suami istri dan saling bertukar cincin pernikahan
"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." ucap pendeta itu dan sama-sama berdoa untuk pengantin baru itu
acara telah selesai, mereka kini kembali kerumah milik Sean dan Xena, sebenarnya Xeno dan Gibran ingin lama-lama tinggal disana, namun Olive dan Renata harus bekerja dan mereka tidak ada ijin untuk datang kesana, maka dari itu mereka harus langsung pulang hari itu juga
"selamat ya sayang, semoga menjadi keluarga yang bisa jadi contoh untuk kami semua, dan segera dapat momongan" ucap Renata memeluk Xena didalam kamar Xena dan Sean
__ADS_1
"amin, semoga saja Ren" ucap Xena tersenyum, begitu juga dengan Olive ia memeluk Xena dengan erat
"selamat ya beby, semoga cepat dapet momongan dan tidak ada masalah yang serisu dalam rumah tangga kalian, semoga kalian bisa bersatu sampai kakek dan nenek" ucap Olive tulus, mereka bertiga akhirnya saling berpelukan dan menagis haru
berbeda dengan para gadis-gadis itu, Sean dan yang lainnya malah sibuk membahas bisnis mereka yang sedang berjalan, dan diam-diam ternyata Sean mempunyai sebuah Geng dunia hitam yang mereka bangun ketika masih SMA, dipimpin oleh Fathan karna pria itu yang paling bisa dipercaya, juga bukan pewaris dari keluarganya, ia sekarang menjadi dokter
"bagaimana penyelidikan mu Lay, apakah ada perkembangan?" tanya Xeno pada sekretaris Sean itu, wajah Lay sangat datar dan yahh sulit untuk diajak bicara jika bukan penyangkut soal bisnis dan pekerjaan
"sudah.. nanti akan kukirim pada kalian lewat email, dan juga katakan pada papamu untuk berhati-hati Xeno. aku tidak segan untuk memberi pelajar untuknya" ucap Lay dengan serius
"apa maksudmu Lay, papaku tidak ada hubungannya dengan ini semua" ucap Xeno agak tersinggung karna papanya dibawa-bawa dalam pembahasan mereka
"juga kepada mamamu Sean, jangan teralu jauh untuk percaya kepada orang. katakan utnuk hati-hati pada orang terdekatnya" ucap Lay membuat ketiga pria itu bingung
"dengarkan aku, apakah kalian masih ingat dengan papamu Sean, yang hilang begitu saja seperti ditelan bumi saja.tapi dia tidaklah tinggal diam, melihat kau sudah sejaya sekarang dia merasa tersaingi, ditambah dengan papa Xeno yang ingin mendapat balasan atas membesarkan anak-anak tirinya" ucap Lay membuat Xeno lagi-lagi merasa tersindir
"mereka bukanlah manusia, mereka lebih dari iblis. Andrew yang menikahi Anna dengan bantuan Aaron yang saat itu mendapatkan Amira, mereka adalah teman dimasa lalu yang bertemu akhir-akhir ini. mendapat kabar kalau Sean dan ibunya semakin bangkit membuat Aaron merasa tidak aman diposisinya sekarang" ucap Lay membuat ketiganya paham arah bicara mereka kemana
next novelku👇👇👇
__ADS_1