
Sean
Sehhari setelah peremuanku dnegan Xena, kami tidak sering lagi berhubungan mungkin karna dia harus kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasa dan aku haris bersiap kembali ke NY hari ini, semua urusanku dan tujuan ku datang ke negara ini sudah terpenuhi semua meskipun masih ada yang mengganjal dihati, aku berusaha untuk tetap tenang dan menyelesaikan satu satu pekerjaanku lebihh dahulu.
"tuan, apakah kita akan memilih penerbangan siang atau sore saja?" tanya sekretarisku Lay yang mengatur semua perjalanan kami dan mengurus tiket keperluan semuanya
"kita akan berangkat siang saja Lay, kalau sore takutnya kita akan sampai besok di NY dan mama akan lebih curiga lagi"jawabku sambil melanjutkan pekerjaankku yang masih tersisa sedikit lagi
mulai dari semalam, aku harus kerja lembur sampai dini hari baru bisa tidur, sebenarnya aku bisa saja menyuruh Lay yang mengerjakan semuanya, tapi aku kasihan dengannya, bukan hanya mengurus perjalanan kami Lay juga harus menjawab telfon dari mama dan memikirkan alasan yang tepat untuk beliau
"baiklah tuan, saya akan atur keberangkatan kta hari ini, oh ya tuan apkah anda tidak bertemu dnegan nona Xena untuk terakhir kali hari ini?' tanya Lay lagi, ku pikir terllau banyak sekretarisku ini bertanya, namun dia juga ada benarnya juga menanyakan hal itu
"mungkin tidak akan sempat Lay, aku juga tidak tau apakah Xena hari ini sebuk atau tidak, hpnya tidak aktif mulai pagi tadi" ucapku, namun dari pertanyaan Lay aku juga berfikir kenapa Xena tidak aktif apakah ada masalah dengannya?
"coba nanti aku akan tanya pada Xeno atau Gibran" ucapku dan diangguki oleh Lay, pria itu kembali pada tugasnya
Author
dirumah Xena, gadsi itu sedang mengurung diri dan tidak mau keluar pasca kedatangan orang tua Bram tadi malam, ia sangat tidak menyangka pria yang akan menikahinya akan selicik dan sangat pintar berbohong kepada orangtuanya, Xena bahkan tidak mengaktifkan hpnya agar smeua orang tidak sibuk menelfon dirinya
"apa aku harus kabur dari sini agar mereka tidak lagi memaksaku menikahi Bram si picik itu, aku akan meminta tolong kepada Rena dan Oliv untuk membantuku kabur" ucap Xena bermonolog, gadis itu masih asik rebahan diatas kasur miliknya
"tapi kalau aku kabur dari mana lewatnya ya?, kan dirumah ini semuanya dikelilingi pagar yang tinggi, mana bisa aku memanjat setinggi itu?" lanjut Xena dengan banyak pertanyaan di kepalanya
tidak terasa Xena berfikit terlalu lama akhirnya membuat abangnya Xeno datang ke kamarnya dengan memakai kunci cadangan yang ia punya, pria itu snagat kasihan melihat adi kesayangannya harus mendapatkan amarah dari sang papa tadi malam dan juga dipaksa menikah dnegan pria yang tidak ia cintai, bahkan kenalpun baru beberapa hari
__ADS_1
ceklek..
kamar itupun terbuka, Xeno mengendap-endap masuk kekamar agar tidak menimbulkan suara dan membuat seisi rumah sadar dengan keberadaannya, melihat abangnya datang Xena langsung menatap malas dan ignin sekali gadis itu memeluk Xeno namun gengsinya terlalu besar
"Xen..."
"heiii... jangan terllau dipikirkan, semua pasti ada jalan keluarnya. ingat masih ada aku dan yang lainnya akan membantumu" ucap Xeno sambil mengarahkan adiknya kepelukannya
dengan menangis Xena akhirnya luluh dan membalas pelukan Xeno dengan errat, terlalu banyak masalah yang menimpa dirinya dan hubungannya, mulai dari mama Sean yang tidak setuju dengan hubungan mereka, juga orangtuanya yang menjodohkannya, dan sekarang pria yang dijodohkan dengannya saja sangat tidak beres
"jangan menangis lagi, lihatlah wajah jelekmu ini, apa kamu tidak tau kalau menangis itu bisa membuat wajah seseorang bertambah jelek" ucap Xeno menghibur adiknya, padahal dalam hatinya juga ingin sekali membalas perbuatan papanya yang tega membentak Xena tadi malam
"ini lihatlah kekasihmu ini, dari tadi sangat sibuk emncarimu. dia bahkan tega membangunkanku dengan panggilannya seratus kali"ucap Xeno memberikan ponselnya kepada Xena, disana sudah ada Sean yang menanti drama mereka selesai sejak Xeno datang ke kamar itu
"jangan membuat ekspresi bodoh itu didepanku" ucap Xeno mencubit pipi Xena karna gemas sendiri dengan adiknya itu
"xeno ihhh.. apaan sihh" ucap Xena marah dan tidak suka dengan abangnya asal cbit saja, Xena juga malu didepan Sean seperti itu, kan dia masih memikirkan harga dirinya sebagai kekasih tuan Sean hhhe
"ya sudah kalian lanjutkanlah dulu, nanti jangan lupa turun buat makan, percuma ngurung diri disini toh juga pria itu bakal datang menjemputmu" ucap Xeno sambil mengacak rambut Xena gemas, pia itu meningglakan Xena agar lebih leluasa ngobrol dengan Sean
"hai sayang, kenapa mulai pagi tadi hilang begitu saja?, apa kamu tidak ingin mengucapkan selamat tinggal pada pacarmu ini?" tanya Sean dengan mengedipkan mata sebelah, hal itu membuat Xena agak geli sedikit
"aku sengaja memtikan ponselku agar Bra tidak sibuk menelfon, aku tidak suka dengan sikap pria sepe[rti itu, sangat tidak punya rasa malu" ucap Xena mengerucutkan bibirnya dengan perasaan kesal
"jangan membuat bibirmu sepertti itu sayang, ingin rasanya aku menghabisimu segera" ucap Sean tersenyum devil kepada Xena
__ADS_1
"issshhh Sean.. jangan berfikir macem-macem denganku. kamu urus saja wanitamu yang juga sudah menunggu disana" ucap Xena mengingat Sean juga punya wanita yang dijodohkan denganya, entah seperti apa hubungan mereka saat ini
"tidak.. dia bukan milikku. dia hanyalah wanita yang kirang kerjaan mengejarku, bahkan aku sudah sering mengatakan kalaupun bukan kamu yang menjadi kekasihku akan tidak akan pernah mau denganyya" ucap Sean dengan serius, dia tida pernah mengangap Celin ada disampingnya selama tiga tahun ini
"ya sudah kalau begitu, aku percaya padamu. kamu hati-hatilah nanti kalau sudah berangkat, jangan lupa kabari aku jika sudah sampai. oh ya, nanti sore Bram akan kesini dan mengajakku keluar, orangtuanya semalam datang dan mengubah kesepakatan ingin mempercepat pernikahan kami katanya" ucap Xena mulai cerita, padahal tadi dia sengaja tidak mengaktifkan ponsel agar Sean tidak mengubunginya
"aku akan bicara ada Xeno, Gibran dan Fathan. jangan khawatir soal itu, lagi pula aku sudah mendapatkan beberapa data tentang pria itu" ucap Sean menenangkan Xena
"baiklah Sean, kamu hati-hatilah dan sering-sering kabari aku ya" ucap Xena sampai akhirnya mengakhiri panggilan mereka
***
rumah kediaman keluarga Bram Alexander mereka sekeluarga bersiap-sipa untuk kerumah keluarga Emilo, mereka sepakat untuk mempercepat pernikahan Bram dengan Xena mengingat Xena selalu menolak perjodohan keduanya
"ma... aku tidak terlalu yakin dengan Xena dan keluarganya, lihat saja hanya papanya yang setuju dengan pernikahan kami" ucap Bram sambil menunggu papanya selesai bersiap-siap
"tenang saja Bram, kau hanya pura-pura untuk mencintainya sampai kalian menikah nanti, setelah itu kita akan menghasut Andrew agar meninggalkan keluarganya, karna kita tau sendiri kalau istrinya dan anaknya itu bukan anak kandungnya" ucap mama Bram dengan sangat yakin
"tapi ma, aku beneran suka sama Xena bagaimana mungkin aku bisa membuat keluarga mereka seperti itu" kata Bram yang notabenya mulai dari awal memang sudah tertarik dengan Xena
"itu bukan hal yang sulit Bram, kau tidak perlu khawatir banyak hal. kau hanya perlu mengikuti apa yang kami suruh padamu" ucap mama Bram sambil diangguki oleh papanya
"ya sudah, jangan pikirkan lagi itu. kita lakukan dulu sesuai rencana awal kita" ucap papa Bram sambil mengajak keduanya berangkat
next novelku👇👇👇
__ADS_1