
Author
Bandara internasional negara Singapura, dua sejoli menunggu jadwal keberangkatan mereka menuju tanah kelahiran tercinta, Indonesia
Sean dan Xena telah sampai kebandara dnegan diantarkan oleh orang suruhan sekretrais Lay, namun pria itu tidak ikut karna harus mengurus beberapa hal yang penting dikota itu.
"Darl.. jangan jauh-jauh dariku, aku masih tidak yakin tepat ini aman untuk kita" ucap Sean memperingati istrinya agar tetap berada dipengawasannya dan tidak pergi jauh
"iya Han aku mengerti"ucap Xena tersnetum, ia kembali memeluk lengan Sean dan bersender pada bahu suaminya. mereka masih setia menunggu kedatangan pesata yang akan membawa mereka pulang
namun disisi lain, seorang pria telah merencanakan hal yang tidak terduga ia sudah membuat beberapa mata-mata dan orang suruhannya untuk mengawasi Sean dan Xena ditempat itu, bahkan sudah siap untuk menyerang musuh ditempat umum
"jangan sampai ketahuan, perhatiakn baik-baaik orang disekeliling kalian" ucap pria yang menjadi komando mereka untuk misi berbahaya ini
"baik bos, kami akan lakukan sesuai dengan perintah" ucap orang suruhan mereka ditempat yang tersebunyi. kali ini mereka menargetkan Sean dan Xena agar lebih mudah menghancurkan keluarga mereka yang lainnya
"Han.. aku ingin ketoilet sebentar aku kebelet" ucap Xena memberitahu suaminya, ia sudah menahan sejak tadi karna takut
"ya sudah aku antarkan, ayo Darl" ucap Sean dan keduanya pergi ketoilet karna Sean tidak mau membiarkan istrinya pergi sendiri tanpa pengawasan darinya. ia sudah tau kalau Aaron dan yang lainnya akan melakukan sesuatu dengan mereka
Sean sebenarnya sudah tau hal itu dari sahabatnya dan sekretarisnya, Fathan yang memang saat ini mengurus geng yang dibawah pimpinan pak dokter itu dan sekretarisnya Jung yang tau selub beluk keluarga mereka tidak tinggal diam
keduanya selama dua hari ini sudah mencari tau keberadaan Aaron dan yang lainnya serta rencana jahat mereka, bahkan mereka berdua sudah membuat pengawasan yang cukup ketat menjaga Sean dan Xena serta mengawasi mereka dari jauh
"jalankan misi, jangan sampai gagal untuk menculik pria itu mereka lagi ketoilet dan pria itu akan sendirian diluar menunggu istrinya" ucap pria dibalik semua rencana ini
"baik bos"ucap semua orang suruhan mereka dan bergerak menuju tempat dimana Sean menunggu istrinya ditoilet
__ADS_1
semua orang suruhan mereka bergerak untuk menyerang Sean dengan senjata masing-masing didalam tubuh mereka, dengan perlakuan itu Sean yang tadinya tenang dan diam saja terkejut dan mengambil ancang-ancang untuk ikut membalas serangan dari orang-orang itu
"kurang ajar!!, kalian berani melakukan itu ditempat seperti ini" ucap Sean dan langsung maju meladeni semua yang menyerangnya
Xena yang tidak tau apa-apa keluar dari dalam dan melihat kekacauan yang terjadi, ia buru-buru menelfon abangnya untuk memberitahu namun saat ia ingin mengeluarkan ponsel miliknya bala bantuan mereka datang, bukan Xeno melainkan Fathan yang ikut membantu
"maaf terlambat bung.. tadi ada sebagain cecungguk menghadang dijalan" ucap Fathan dan langsung masuk dikerumunan orang-orang itu,
situasi semakin mencekam, Xena tidak tau harus berbuat apa ikut terjuan membantu suami dan sahabatnya, ia juga punya ilmu bela diri dan masih mampu untuk ikut menghajar orang-orang itu
"Sayang pergilah jangan hiraukan mereka, didepan sudah ada yang menunggumu" ucap Sean dengan teriakan agar istrinya pergi lebih dulu
'tidak mau. kalian harus ikut denganku juga" ucap Xena dan masih adu jotos dengan orang-orang disana, tiba-tiba suara kegaduhan terjadi. bandara seolah teradi sesuatu dan benar tempat itu sudah dikepung musuh dan sengaja melakukan kegaduhan
"siall!, brengsek kalian semua" ucap Sean dan kembali mengambil ancang-ancang, orang-orang disana tidak ada abisnya
"bawa istriku kebaur dari sini Than.. aku bisa mengatasi ini semua" teriak Sean dan diangguki oleh Fathan, pria iu menarik Xena dan membawanya kabur, sedangkan Sean berusaha menahan orang yang mengejar istrinya
hingga pada menit selanjutnya semua orang terkapar tidak sadarkan diri alias maninggoy, Sean bernafas lega dan langsung menyusukl istrinya, namun saat dirinya sudah masuk kedalam mobil tiba-tiba suara yang snagat ia kenali datang dari belakang
"hahhahahha.. aku tau kalau kamu sangat hebat Sean anakku" ucap Aaron datang dengan pengawal disamping kiri kananya, juga banyak orang dibelakangnya
mereka masih dibandara, semua orang panik dan tidak berani melihat apa yang terjadi setelah itu, namun ketika Aaron mengambil sentaja miliknya tiba-tiba sekretaris Jung dan Fathan datang bersama anak buah mereka
"terlalu cepat Aaron, namun kau sendiri yang datang bukan?' ucap sekretaris Jung memperlihatkan jati dirinya yang sebenarnya
pria itu duduk disamping Sean dengan wajah yaang meremehkan Aaron dan lagak arogant, ia sedang memainkan peran sebagai Jung Hae In yang sebenarnya, bukan jadi sekreataris Sean Dirgantara
__ADS_1
"hah! kau hanya budak dalam kehidupan mereka Jung, jangan pernah mimpi menjadi peran utama!" teriak Aaron dan kembali tertawa terbahak-bahak
"mimpi?, kurasa tidak pernah Aaron sekarang ini aku bukan sekretaris Sean William!!" ucap sekretaris Jung dengan menekan kata pada akhir nama Sean
Sean langsung terdiam kala mendnegar namanya diganti dengan Willian, apakah ayah kandungnya bermarga Wiliam dia juga tidak tau karna Amira tidak pernah membahas tentang ayah kandungnya pada Sean selama ini
"berani sekali kau mengatakan nama itu didepanku Jung, apa kau sudah tidak takut lagi?" tanya Aaron dan langsung menyuruh oang mereka menyerang Sean da yang lainnya, namun hal itu langsung dihentikan oleh Sean
"jika ingin bertarung secara jantan, jangan disini kita punya tempat" ucap Sean dnegan suara datar dan dingin, matanya sudah merah menahan amarahnya yang menggebu
"tidak perlu bertarung lagi tuan Aaron Dirgantara, karna misis kita telah selesai hari ini" ucap Andrew dibalik tubuh Aaron dan tersenyum penuh kemenangan
mereka melakukan kegaduhan dibandara hanya untuk emngalihkan perhataian musuh, yang sebenarnya mereka kerjakan adalah menculik Amira serta Anna juga Xena disaat yang bersamaan, orang-orang mereka sudah bekerja di Inonesia dan tadi ketika Fathan berusaha menyelamatkan Xena orang suruhan Andrew mengikuti mereka dan menculik wanita itu
dan Fathan tidak tau hal itu terjadi karna ia langsung menyuruh orang-orangnya membawa Xena menjauh dari sana, namun ternayat dugaan mereka salah besar
"kita lihat siapa yang bertekuk lutut diakhir cerita" ucap Aaron tertawa puas dan meninggalakan tempat itu, sedangkan sean menyuruh Fathan menghubungi Xeno dan yang lainnya untuk mengirimkan jet pribadi milik mereka
"maaf Sean.. Xeno dan Gibran pun kewalahan disana, tante Amira dan Anna sudah menjadi tawanan mereka sekarang. dan maaf istrimu pun ikut ada bersama mereka" ucap Fathan meminta maaf kerna lalai menjalankan tugasnya
"bersiaplah untuk berkumpul. kita ke Indonsia sekarang" ucap Sean
mereka semua langsung bergegas menuju Indonesia untuk emlakuakn rencana penyerangan kepada Aaron dan sekutunya, Sean juga bersumah akan membalas semuaa perlakukan mereka hari ini
namun masih ada satu yang Sea perlu tanyakan pada sekretarisnya, Jung mengganti marga dibelakang namanya itu artinya Jung tau siapa ayah kandung Sean
"jung.. jelaskan semua diruang kumpul" ucap Sean dan berjalan lebih dulu menuju tempat mereka menunggu jemputan pribadi mereka
__ADS_1
next novelku๐๐๐