Klise Diarama

Klise Diarama
Part 47, Menejelaskan


__ADS_3

Pengarang


Setelah kejadian itu terungkap, mereka semua kembali ke apartemen Amira untuk menjelaskan apa yang telah mereka sembunyikan dari dua wanita paruh baya itu.


Sedangkan Sean, dia langsung pulang ke Singapura karna khawatir dengan istrinya yang dia tinggal sendiri dirumah, meskipun dengan penjagaan yang ketat, Sean tetap saja Sean merasa takut dan khawatir dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini dengan mereka


Sean berpikir pasti musuh sedang menargetkan mereka, secara saat ini Sean dan yang lainnya sudah tau siapa dalang dan musuh mereka sebenarnya, dan percaya tidaknya pasti Aaron sudah tahu tentang itu dan akan bergerak dengan cepat


melewati


"katakan semua apa yang kalian ketahui dan jangan ada yang terlewatkan" ucap Amira ketika mereka smeua sudah berada dipartemen miliknya dan juga disana ada Anna,Xeno,Gibran juga Fathan.mereka semua ikut menjelaskan yang sudah terjadi


"kami butuh minum tan" ucap Gubran dengan gamblang membuat Anna hanya menyadarinya, mendengar penuturan ponakannya itu


"ohh iya, aku sampai lupa memberikan minum untuk tamuku" ucap Amira dan tolong kebelakang, juga Anna ikut membantu sahabatnya


"mereka sama sekali seperti sahabat sejati, padahal dulu mati-matian bermusuhan"ucap Fathan melihat dua wanita yang terlihat snagat karib tanpa batasan


"tau tuh, padahal dulu sangat berbahaya dan tidak mau melihat satu sama lain" jawab Xeno sambil melirik ke arah mamanya, ia snagat senag akhirnya dua sahabt itu kembali berdamai


"tidak menyangka kau dan Sean sudah mengnal sejak didalam perut Xen" tukas Gibran melirik Xeno, dia tidak tau apakah mereka masih sepupu atau entahlah rumit dikatakan


"aku juga merasa lucu Gib. dulu kupikir Sean itu pria yang sangat sulit karna pertama kali datang kekita dia seperti manusia kayu yang sulit diajak bicara" ucap Xeno mengenang masa lalu mereka waktu sekolah


"iyakan.. aku juga tidak menyangka takdir kalian seperti ini. ahhh... aku juga hampir saja ingin mencari wanita untuk jatuh cinta" ucap Fathan ambigu dan Xeno Gibran hanya membocorkan heran sahabatnya satu itu

__ADS_1


"ini minumannya, jangan banyak alasan lagi sekarang ceritakan!"ucap Anna menaruh beberapaminuman di atas meja dan Amira juga meletakkan cemilan kering yang dibawanya


"baiklah, Xen ceritakanlah" ucap Fathan, dimana memang pria itulah yang menjadi batu lompatan mereka selama ini, serta sekretaris Lay yang snagat banyak membantu


"jadi hari dimana Xena pergi tanpa kabar juga Sean yang mengamuk menceraikan Celin dan kabur hari itu juga sudah kami rencanakan lebih dulu"


"kami sudah menyusun rencana itu, tapi Xena tidak tau kalau Sean ternyata menyusulnya ketempat ia kabur. karna rencana ini Sean yang punya ide. kami menyuruh para cewek untuk berdiskusi dengan Xena seolah-olah mereka berempat yang tau rencana itu dan kami tidak"


"akhirnya Xena kabur dengan bantuan sahabat kami dan Sean pun sudah disana sebelum kepergian Xena, dia menunggu Xena disana dan sampai saat ini mereka disana dan sudah menikah baru tiga bulan yang lalu" ucap Xeno menjeda ucapannya


Di antara mereka tidak ada yang menyela, Anna dan Amira masih mendengarkan dengan baik agar tidak salah paham dengan anak-anak mereka


"kenapa mereka kabur?, itu karna Xena dijodohkan dengan Bram sedangkan Sean dijodohkan dengan Celin atas permintaan dan paksaan tante Amira iyakan tan" kata Gibran lagi-lagi membuat suasa menjadi terpana tajam


"suruh mereka pulang Xen.. kasian adikmu disana tidak ada yang membantu mereka" ucap Anna tiba-tiba menangis, mengingat putrinya sendirian dan mengurus rumah sendirian


"aku minta maaf akan kesalahanku masa lalu, pertempuran hubungan mereka, memusuhi Anna dan sempat mmebuat Sean bingung sampai kabur dari rumah"ucap Amira ia menyesal melakukan hal itu, ambisinya sudah menguasai pikirannya dulu dan tidak bisa berpikir jenih lagi


"iya Mira.. kami memaafkanmu, tidak ada yang salah disini, semua karna masa lalu itu" ucap Anna memeluk sahabatnya


sementara di Singapura, dimana Sean telah pulang ke rumahnya dan tidak mendapati istriya berada disana.Sean mencoba untuk melihat istrinya dihalaman belakang namun tetap saja hasilnya nihil


Sean semakin takut dan khawatir apa yang terjadi dengan istrinya, dengan pesaraan kalut Sean bergerak kebutik istrinya, namun tetap saja Xena tidak ada disana.perasaan itu semakin membuat Sean takut, takut jika Aaron bergerak lebih dulu dan menculik istrinya


"Sayang...!!"teriiak Sean dengan wajah panik

__ADS_1


"Dar.. kamu dimana sayang?"uca Sean lagi, dia memastikan istrinya ketempat yang sering Xena tempati


"Darl... jangan membuatku takut sayang hiks..hikss..." yaa akhirnya tangisan Sean lolos, pikirannya sudah pecah membayangkan Xena dibawa oleh Aaron dan disakiti, Sean tidak takut jika harus bertengkar atau adu jotos asal bukan istrinya yang disakiti, Sean takut kehilangan Xena


"Darllll....!!"Sean kembali berteriak dan dengan gercep mangambil ponsel miliknya dan menghubungi Xeno dan yang lainnya


namun detik selanjutnya, ketika Sean sudah tersambung dengan Xeno pria itu mendnegar lenggahan suara istrinya yang berasal dari ruang kerjanya, tentu saja Sean merasa senang dan langsung mengakhiri panggilannnya, membuat Xeno heran dan menelfon kembali namun pria itu sudah menghilang


San langsung masuk ke dalam ruang kerjanya dan melihat istrinya sedang tidur dan mengigau disana, perasaan sangat tenang dan damai Sean ketika tau istrinya ternyata masih seksi


"Darl... bangun, aku pulang" ucap Sean lembut sambil mengelus kepala istrinya


"sayang.." suara Xena khas bangun tidur terdengar, ia mengerjapkan matanya dan melihat sekelilingnya.dan ternyata itu bukan mimpi, suaminya ada disampingnya sekarang


"Darll.. poinda ke kamar yuk" ucap Sean dan tanpa aba-aba langsung menggendong tubuh istrinya dan membawa Xea ke kamar mereka


"sejak kapan disini Han?"tanya Xena heran, tiba-tiba saja suaminya sudah berada disana dan membawanya kekamar, nyawanya belum sepenuhnya terummpul tadi


"dari tadi Darl.. aku memanggilmu beraapa kali dan mendengar suaramu diruang kerja, jadi langsung kuhampiri" ucap Sean tersenyum dan mengelus lembu wajah istrnya, ia juga mengecup sekujur wajah Xena tanpa henti, rasa takutnya tadi belum hilang sepenuhnya


"aku kangen Darl" ucap Sean dan mengakhiri ciuman bibir istrinya sambil membawa Xena tiduran agar dia bisa leluasa mengeksekusi istrinya


"Han.. kamu gak capek apa?"tanya Xena di sela-sela kegiatan panas mereka, kini bibir Sean telah pindah ke rumahnya dan meninggalakan tanda kepemilikan disana


"tidak.. aku malah bersemangat untuk membuat adonan, sepertinya sudah saatnya kita menjadi orangtua Darl" ucap Sean dan langsung membuka semua yang melekat di tubuh mereka

__ADS_1


tangan Sean tidak bisa diam dan langsung meraap kemana-mana, ia tidak bisa menahan hasratnya yang sudah diubun-ubun, melihat istrinya yang seksi bangun tidur membuat tongkat sakti Sean ikut bangun juga


novelku selanjutnya👇👇👇


__ADS_2