Klise Diarama

Klise Diarama
BAB 52, Penyerangan 2


__ADS_3

Author


Saatnya mereka tiba dilokasi Mansion milik Aaron, beberapa orang sudah mengambil tempat masing-masing dengan strategi yang sudah mereka tentukan. sedangkan Sean dan juga Fathan masih menunggu araha dari Lay agar mereka bisa bergerak, semua informasi mereka ada ditangan Lay


Gibran dan Xeno sudah menunggu giiran dan menyiapkan senjata masing-masing, bersiap ditempat yang sudah mereka targetkan


"semuanya bersiap, kita akan masuk tapi satu-satu jangan langsung menyerang" ucap Lay dibalik handsfree yang sudah terpasang ditelinga mereka semua


semua bergerak sesuai arahan Lay, satu persatu mereka masuk kedalam mansion tersebut dan menyerang para pengawal yang berjaga disetiap sudut dan pintu mansion, terutama Sean yang memilih masuk pertama dan diikuti oleh anak buah mereka dibelakang, semuanya berpencar mencari jalan menuju ruang bawah tanah mansion itu


"semuanya bergerak keruangan belakang, disana ada pintu menuju ruang bawah tanah" ucap Lay yang juga bergerak namun ia paling belakang karna harus mengawasi pergerak lawan dimansion itu


"masuk kedalam dengan kunci yang kau pegang Sean!"ucap Lay dan langsung mematahkan pengawal yang menghalanginya, semuanya masih berjalan normal bahkan sepertinya tidak ada suara kegaduhan dengan penyerangan mereka malam ini


sebenarnya sekarang tengah malam, bahkan sudah jam 01.00 dini hari maka semua yang ada dimansion itu sudah pasti tidur namun masih ada yang berjaga karna Aaron sepertinya berjaga-jaga


"ayo cepat masuk kedalam" ucap Sean saat selesai membuka pintu, semuanya masuk dan melihat sekeliling cukup luas bangunan dibawah itu dan banyak juga ruangan


plak..


kratakk..


bughhh...


suara tulang yang patah dan jeritan sakit dari pengawal yang berjaga, namun Sean dan Fathan tidak memberi kesempatan untuk membuat keributan, keduanya langsung membungkam pengawal itu dengan satu layangan tangan dan akhirnya tidak bersuara selamanya


"ayo masuk!" ucap Sean dan mereka kahirnya melihat ruangan dimana istri,mama serta mertuanya disekap. Sean langsung emosi dan matanya memanas kala melihat keadaan Amira yang snagat memprihatinkan

__ADS_1


luka dipipi dan lebab dibagian sudut bibirnya, begitu juga Xena yang snagat lemah dan pucat bahkan sampai meringkuk diantara kedua wanita paruh baya disampingya


Fathan yang beregrak menyerang semua pengawal yang datang dan beberapa anak buah mereka, sementara Sean langsung berlari dan berusaha membuka gembok yang melingkar dipagar besi tempat mereka dikurung


kratakk..


cekrekk..


suara gembok yang terbuka membuat tiga wanita yang tengah tidur terbangun, Xena yang melihat siapa yang datang langsung sadar dan hampir saja berteriak sangking senang bercampur bahagia. ia tidak menduga kalau Sean dan yang lainnya datang secepat ini menyelamatkan mereka


"suttt.. jangan berisik" ucap Sean pelan dan menyuruh ketiga wanita itu keluar untuk mengikutinya,langsung saja Xena memeluk suaminya dan menangis, begitu juga Amira dan Anna keduanya tersenyum satu sama lain


"kita pergi dari sini, nanti keburu mereka datang" ucap Sean dan memberi kode kepada Fathan untuk membantu dirinya berjalan lebih dahulu


namun ketika mereka sedang berjalan keluar, tiba-tiba suara berisik dari ruangan itu dan seketika semua lampu disegala sudut menyala membuat mereka menghentikan langkahnya, mansion itu seketika ramai dan suara tembakan terdengar dari luar ruangan tersembunyi itu


dorrr...


ahkkk..


semua orang langsung menggunakan senataja yang mereka bawa dan sebagian menggunakan tangan kosong, lawan ternyata menyadari kedatangan mereka dan sengaja memri mereka waktu untuk masuk kedalam


Fathan yang melangkah lebih dulu keluar dari bawah dan membantu Sean serta lainnya ikut keluar, Sean berusaha melindungi tiga wanita dengan senjata yang ia punya dan juga Ftahan menghalau orang yang berusaha mendekati mereka


sedangkan Gibran dan xeno yang bertugas ditempat persembunyian ternyata salah sasaran, mereka tidak mendpaati Aaron dikamarnya melainkan berada dilantai bawah menunggu kedatangan mereka dengan Lay yang sudah ditangan pria kejam itu


prokk..prokk..prokk..

__ADS_1


suara tepuk tangan Aaron yang melihat mereka semua telah berkumpul, bersama dengan rekannya yang lain ada Andrew dan Alexander serta papa Bram yang sudah menunggu mereka disana


"sangat bagus dan patut diancungi jempol" ucap Aaron dengan tawa yang masih menggelegar diruangan itu, para pengawal mengelilingi mereka dan menodongkan senjata kepada mereka


"lihatlah.. bocah ingusan yang berani datang mengantarkan nyawa mereka kesini" ucap Aaron tertawa senang, dia memberikan kesempatan dan jebakan kepada Sean dan yang lainnya,seolah-olah dirinya tidak tau kedatanagn mereka semua


padahal diantara anak huahnya, ada orang suruhan Aaron untuk membocorkan rencana mereka dan juga sebagai mata-mata dikeluarga itu


"tangkap mereka smeua dan bawa kembali wanita itu kesini!!" teriak Aaron yang menyuruh para pengawalnya untuk menyerang Sean dan yang lainnya, namun bukannya takut Sean malah tertawa dengan keras dan kembali mengejk Aaron


"hahahhah... kau pikir dengan rencanamu yang seperti ini kami akan takut?!!!"


"hah!! mimpi saja pria tua!< apa kau pikir kami datang kesini mengantarkan nyawa kami?, SALAH BESAR" iucap Sean dengan lantang dan menyembunyikan tiga wanita dibelakangnya


"sini maju, kita lihat siapa yang memang kali ini" ucap Sean dan mengambil sentajanya dari balik punggungnya


langsung saja mereka semua mulai menyerang satu sama lain, Sean dan fathan bermain dengan dua sentaja sekaligus dan juga berusaha melindungi tiga wanita yang dibelakang mereka


tidak tinggal diam, Gibran dan Xeno datang dan ikut membantu mereka dari luar, keduanya begitu lihai menggunakan sentaja mereka dan mematahkan lawan dengan cepat


"bagaimana kalau kita bermain diluar saja tuan Aaron Dirgantara yang terhormat" ucap seorang pria yang tiba-tiba datang ditengah keriuhan suara tembakan dan banayknya korban yang sudah kalah dimedan tempur


"Lay.. apa kau hanya punya tenaga segitu?" tanya pria itu dan memberikan kode kapada anak buanya untuk membantu Sean dan yang lain, bahkan ia menyuruh asistennya membawa tuga wanita yang harus mereka selamatkan dari tempat itu


bruuuukkk..


Xena pingsan, Anna dan Amira masih terkejut dengan kedatangan pria bari itu, bahkan mereka tidak percaya dengan sosok yang mereka lihat. ditambah lagi Xena yang pingsan dan menjadi urusan mereka, cepat-cepat Amira dan Anna mengikuti asisten pria yang baru datang itu untuk membantu Xena lebih dulu

__ADS_1


prioritas mereka sekarang adala Xena, mereka bisa bertanya bahkan bertemu lagi dengan pria itu lain waktu dan tentu akan banyak pertanyaan yang akan muncul dari kedua wanita itu


next novelku๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡


__ADS_2