Klise Diarama

Klise Diarama
Part 46, Pulanglah


__ADS_3

Author


Hari berganti hari dan minggu berganti minggu sudah tiga bulan Amira bersama Anna mencari anak-anak mereka, dengan melupakan urusan perusahannya di US bahkan dia menyerahkan semuanya kepada sekretaris Lay membuat pria itu menjadi kesusahan mengurus semuanya


belum lagi mengurus Sean yang memintanya membantu perusahaan yang baru ia rintis, meskipun sebenarnya selama dua bulan ini Sean yang memimpin perusahaan di US tanpa sepengetahuan Amira


seperti pagi ini, Amira dan Anna sengaja untuk mengikuti Xeno dan Gibran, mereka sudah menaruh curiga kepada dua cecungguk itu karna selama ini mereka sellau menjawab pertanyaan dnegan asal-asalan saja


"Mira aku yakin mereka menyembunyikan sesuatu dari kita" ucap Anna yang terus memperhatikan jalan karna ia menyetir untuk keduanya


"aku juga begitu Ann, karna selama sebulan ini mereka bolak balik dengan wajah yang tegang ketika kita bertanya" ucap Amira yang semakin meneliti kemana dua orang pemuda itu perginya


sedangkan mobil Gibran terus melaju dengan kecepatan rata-rata menuju gedung yang biasa mereka gunakan, hari ini adalah hari dimana Sean datang ke Indonesia dan membiacrakan bisnis serta rencana mereka selanjutnya, namun Xena tidak ikut karna Sean hanya satu hari disana


"berhenti Ann.. berhenti.." ucap Amira dengan suara yang hampir saja keluar kodhamnya, gregetan melihhat Anna yang terus melaju kencang


"iya aku tau Mira, jangan berteriak ditelingaku.. nanti ketahuan" ucap Anna menundukkan kepalanya agar tidak ketahuan oleh Xeno dan Gibran


"maaf" cicit Amira cengir dengan polos


Xeno dan Gibran masuk kedalam gedung tersebut seperti biasa, keduanya tampak biasa saja dan tidak mencurigai apapun.


dengan membawa langkah kaki mereka, tiba keduanya diruangan yang sudah ada Sean disana. pria itu tampak melakukan video call dengan istrinya, ia merasa bersalah meninggalakan Xena sendirian dirumah mereka


"kenapa Sean?" tanya Xeno sambil menepuk pundak adek iparnya


"tidak, hanya saja aku merasa takut Xena sendirian disana" ucap Sean sambil memberikan ponsel miliknya kepada Xeno, ia juga tau kalau istrinya rindu dengan abangnya


"hallo Xen.. kamu baik-baik saja kan?" tanya Xeno


"iya bang, aku baik. gimana kabar mama?' tanya Xena yang tidak pernah mendpat kabar dari abangnya, ia juga tidak tau tentang hubungan Amira dan Anna yang kini sudah baikan


"baik dek, kamu siap-siap akan pulang kesini oke" ucap Xeno tersenyum


"maksudnya bang? apa papa sudah merestuiku dan tidak lanjut menjodohkanku?" tanya Xena antusias dnegan perkataan abangnya

__ADS_1


"nanti akan kamu tau dari suamimu, tunggulah dia pulang, akmi lanjut dulu ya" ucap Xeno dan diangguki oleh Xena, mereka bertiga langsung duduk merapat,tak lupa jika sudah ada Fathan disana juga


"terllau sibuk mengurus nyawa orag" ucap Gibran sambil menatap Fathan yang jarang ada waktu dengan mereka


"padahal ia sendiri pembunuh" sambung Xeno tersenyum mengejek


"diamlah, kalau kalian tidak mau menjadi sasaran" ucap Fathan menanggapi keduanya


"sudahlah aku buru-buru" ucap Sean dan langsung keintinya saja pembahasan mereka saat ini


"bagaimana? apa yang sudah kalian kumpulkan?' tanya Sean memulai percakapan mereka


"mereka semua adalah satu komplotan, juga papamu adalah akar maslaah ini. dia tidak ingin kau mengahalangi dia dan bersaing dnegaannya, selain itu dia masih benci dnegan papa kandungmu" ucap Xeno


"dan juga papa Xeno yang sekarang yang berarti adalah pamanku juga ikut dalam komplotan ini, mereka sama-sama ingin menghancurkan kita, terusama kau dan Xena serta Xeno" ucap Gibran


"lalu bagaimana dengan bisnis yang mereka kerjakan Than?" tanya Sean pada Fathan


"Aaron Dirgantara melakukan bisnis menjual organ tubuh manusia dengan perdagangan hitam dan ilegal, melakukan perdagangan bebas juga menjual narkotika secara ilegal" ucap Fatha membaca apa yang ia dapatkan tentang Aaron


"perusahaanku yang di US sudah kembali normal, selama dua bulan aku berusaha bekerja lembur dan hasilnya bai. perusahaan Xeno dan Gibra juga sangat berkembang di negara kita, bahkan nomor satu di Asia Tenggara, juga perusahaan Fatha yang tak kalah besarnya, kita harus bekerjasama dan bersaing dengan mereka" ucap Sean


"aku sudah mengembangkan perusahaan di Singapura dan sekarang sedang masa kemajuan, sekarang kita hanya perlu mencari tau keberadaan mereka dan mengumpulkan bukti sebanyak-banyaknya" lanjut Sean dan menatap sahabatnya satu per satu


"baiklah, kalau begitu kita harus bergerak ceppat jangan sampai mereka sadar dnegan rencana kita" ucap Fathan yang harus bergabung dnegan mereka dan meninggalakan gelar dokternya sementara


"bagus.. kita bisa melakukan ini..ini.." ucap Xeno memberikan pendapat dan rencana mereka berempat berdiskusi sambil menentukan apa yang harus mereka lakukan kedepan


tanpa mereka tau dua orang wanita telah berhasil masuk kedalam gedung itu dan sedang mencari keberadaan mereka, keduanya tampak takut dan saling berpelukan


sampai tiba-tiba suara benda jatuh tepat didepan ruangan diskusi Sean, dengan cepat mereka semua bergerak dan mmebuka pintu takut ada pemyusup yang menguping pembicaraan mereka


"mama...!!" ucap Xeno dan Sean bersamaan, keduanya terkejut dan hampir saja marah karna ulah kedua wanita paruh baya itu


"maafkan kami nak, kami tersesat" ucap Anna yang kikuk, tidak tau mau mengatakan apa lagi

__ADS_1


"iya nak, kami tersesat sampai kesini" sambung Amira polos, sepertinya Amira kehilangan jati dirinya yang dulu tegas dan snagat bar-bar, penuh ambisi dan amarah. kini wanita itu berdiri kikuk menatap Sean, putranya


"masuklah tante, apakah ada terluka?" tanya Fathan membawa dua wanita itu masuk kedalam ruangan, sedangkan Sean hanya diam membisu


"kenapa mama bisa disini dan bersama mama Anna, bukankah keduanya musuh dari dulu?" ucap Sean dalam hatinya


"Sean kemarilah nak" ucap Amira dnegan tersenyu, wanita itu duduk bersama Anna berdampingan


"mama kenapa bisa disini dan bersama mama Xeno?" tanya Sean bingung,meskipun sebenarnya ia tau dari sekretaris Lay bahwa ibunya di Indonesia tai tidak tau kalau hubungan kedua wanita itu sudah baik


"iya nak, mama sudah lama disini dan tante Anna adalah sahabat mama, kenapa tidak boleh?' tanya Amira


"boleh saja, bukankah kalian dari dulu.." ucap Sean menggantung


"mama sudah merestui kamu dnegan anak tante Anna, Sean. jadi kalian boleh menikah dalam waktu dekat, tapi Xena kata tantemu kabur sampai sekarang" ucap Amia


"Sean.. pulang ya nak. mama kangen sama kamu" sambung wanita itu dengan airmata yang sudah meleleh dipipinya, langsung saja Sean memeluk Amira dan mengelus lembut punggung wanita itu


"maafkan mama Sean.. mama sudah egois sama kamu nak maafkan mama" ucap Amira menangis sejadinya dipelukan sang anak


"iya ma, Sean udah maafin mama. jangan menagis lagi, nanti mama jelek kalo menangis begini didepan mama Anna lagi" ucap Sean sengaja menekan kata mama pada kalimatnya


"mama..?" tanya Anna dan Amira bersamaan


"sejak kapan dia jadi mamamu Sean?' ucap Amira menatap putranya bingung


"sejak putrinya menikah dneganku ma, nanti kalian akan tau. aku harus pulang dan segera membawa putri mama Anna kehadapan kalian byee byee" ucap Sean yang merasa tidak enak hatinya. ia senang sekali namun hatinya tidak tenang mengingat istrinya sendiri di negara orang


"SEANNNNN!!" teriakan Amira tidak berarti bagi Sean, pria itu sudah pergi berssama dengan mobilnya


"kalian harus jelasin pada mama!" ucap Anna dengan tatapan tajam pada ponakan dan putrnya


"kita pulang dan jelaskan dirumah tante!" ucap Amira juga yang merasa kesal dipermainkan anak-anak mereka


next novelku👇👇👇

__ADS_1


__ADS_2