Klise Diarama

Klise Diarama
Part 7, Full Day


__ADS_3

~Xena


Pagi hari sebelum aku bangun dari tempat tidur, melihat seseorang yang memeluk tubuhku dengan tangan kekarnya dan ternyata pria yang ada disampingku adalah pria yang baru saja menyatakan perasaannya pada malam itu, hahah mengingat saja aku malu


Aku bergerak sedikit agar tidak membangunkannya, namun aku salah, dia langsung bangun saat tau kalau tangan milik aku singkirkan dari perutku, dengan tersenyum aku menyapanya sambil menyuruhnya untuk bangun


"selai berapa"? ucap Sean suara khas bangun tidurnya membuatku tersenyum,lalu membuka matanya perlahan, melihat dengan ttapan yang sangat memabukkan “oh astaga aku pasti sudah gila”


“jam 6 lewat sedikit Sean, bangunlah dan turun kebawah mungkin mereka sudah menunggu kita disana” ucapku lalu turun dari ranjang tidur dan membuka tirai ruangan itu, menyaksikan sunrise dengan indah pemandangan warna orange dan langsung membasuh wajah dengan sinarnya, aku tetrsenyum menikmatinya


“mandi dulu sana” ucap Sean ternyata dia sudah berada di belakangku dan memelukku, mungkin ini hari terakhir aku Bersama dengannya, dan ia membuat hal semani ini, bagaimana mungkin aku bisa melupakannya.Bodohnya aku yang malah mengikuti alur Sean


“tidak ada kamu berangkat dua hari lagi?” bertanya dengan nada yang tidak rela jika harus berpisah dnegan Sean, selain karna persahabatan kami, juga karna aku mencintai pria ini.Aku tidak munafik dengan hal itu


“tidak bisa Xen, aku tidak bisa menolak permintaan mama. Jika aku bisa pasti aku akan pergi lebih lama lagi, aku ingin tahu waktu menggoda” ucap Sean dan memelukku erat, benar juga bukkan aku saja yang tidak rela pria ini juga tidak, namun kami tidak bisa mengubahnya


“hm, sudah kalau begitu, aku turun dulu” ucapku dan meninggalkan Sean sendirian dikamar itu, aku sudah melangkahkan kakiku ke bawah dan melihat ada Oliv dan Ivanka disana, aku langsung menghapiri sahabatku itu


“pagi beb” sapaku dan mendudukkan diri di samping mereka, keduaanya tersenyum dan membalas. Tampak sibuk dnegan ponsel masing-masing namun langsung meletakkannya


“kata Sean dia pulang besok beb, soalnya dia harus ke California besok juga” ucapku membocorkan kedua sahabatku, dengan nada yang murung dan wajah yang lesu, mereka langsung mendekat ke arahku


“kenapa secepat itu Xen, apa ada masalah?” tanya mereka serempak dan lihat dnegan penuh introgasi

__ADS_1


“tidak ada, hanya saja mama Sean menyuruhnya untuk terbang ke sana, katanya membantu papanya untuk emngurus perusahaan mereka yang ada disana” ucapku dan melirik keduanya secara bergantian


“yahh, satu hari doang mah mana cukup” Ivanka yang juga lesu dan tidak bersemangat mendenagr kabar itu, ebgitu juga dnegan Oliv, ia langsung merebahkan diri disofa itu tanpa komentar


“eh beb, Renata mana?” bertanya yang tidak melihat sahabatku satu lagi, padahal biasanya dia yang paling cepat bangun diantara kami berempat


“lagi kebelakang nemenin abang kamu katanya mau liat sunrise” ucap Oliv memberitahu, hanya kujawab oooo saja mereka langsung melihat langsung dengan tajam


“kata abangmu sesuatu terjadi padamu dan sean, apa itu?, dan dimana kamu tidur semalam Xen?” tanya Oliv lagi yang merasa ada yang kurang diantara mereka tidur


“nanti akan ku ceritakan, aku mandi dulu!!' teriakku dan langsung berlari Kembali menaiki tangga, sudah pasti mereka tau karna abangku memang tidak bisa jaga rahasia, dasar kembaran lucknut


tidak memakan waktu yang lama, aku Kembali dengan rambut yang sudah rapi dan penampilan oke hehhe, aku langsung bergabung dengan mereka karna ternyata semua sahabatku sudah ada disana, tinggal aku saja.


“selamat menikmati” ucap Renata dan kami sarapan dengan baik tanpa suara, hanya terdengar suara sendok menyentuh pasangannya yait piring


“akhirnya kenyang juga, tapi aku masih ingin makan yang manism anis deh” ucap Ivanka dan berlalu Kembali kedapur, kamu sarapan selesai dan membersihkan sisa makanan kami dan sekarang berkumpul diruang tengah


“tadaaaa… puding datang” ucap Ivanka sambil membawa kotak puding dengan senyuman merekah diwajahnya, hahaha sahabatku satu ini memang tidak bisa ditolerir tentang makanan


“sekarang kita kemana?” tanya Oliv, sahabatku yang paling simple tidak banyak basa basi


“nanti aja sekitar jam 10an, sekarang kalian harus cerita apa yang terjadi semalam!” ucap Renata sibiang gosip dan paling cepat peka terhadap info terbaru, terllau pembaruan sepertinya

__ADS_1


“maksudnya apa Ren?” tanya Sean mewakili pertanyaan dan raut wajah, mungkin mereka sudah tadi dari abangku, tapi kenapa masih bertanya


“maksudku tidur kalian bahas apa, kata Xeno kalian udah itu ya?” tanya Renata tanpa memfilter pertanyaannya, atau mungkin dia memnag tidak tau mau nanya apa


“itu apa Ren, orang kita Cuma bahas Sean yang mau berangkat besok, trus kamu taulah jangan tanya lagi” ucapku malu, sungguh ini pertanyaan yang konyol menurutku, mana mungkin aku mengatakan Sean menciumku semalam,a tau aku mengatakan kalau Sean baru saja mengatakan perasaannya


“kenapa harus malu, apa kalian berdua sudah jadian?” tanya Renata masih membahas hal itu, mungkin aku harus menyumpal mulut sahabatku yang satu ini baru dia akan diam


“tidak Ren, mana mungkin aku dan Sean jadian, orang kita sahabat” ucapku dengan nada yang tidak beraturan, Sean langsung menoleh ke arahku dan mengamati tanda tanya, jelas tidak ada kata jadian dalam hubungan kami, aku dan dia hanya berkomitmen untuk saling mencintai dan tidak menghianati


“kenapa xen?, apa salahnya kalian jadian, kan udah saling tau sifat masing-masing, lagian kalian


cocok tau” ucap Oliv semakin meperjelas semuanya, ahhh tolong bawa aku dari sini


“kami memang tidak jadian, bukan berarti kami tidak punya hubungan spesial, itu kau sama dia saling mencintai sudah” ucapku dnegan malu dan langsung interaksi cintaku, astaga kalau bukan karna sahabatku tidak mungkin aku mau berceerita sedetail ini sama mereka


“hmm baiklah, karna nona Xena tidak jujur, mari kita bertanya dangan tuan Sean” ucap Ivanka yang tidak puas dnegan jawabanku, sementara mereka berempat hanya diam saling tatap, mungkin karna sudah tau apa yang terjadi, juga abangku pasti lebih dulu menguji Sean agar mendekatiku


“yang dikatakan Xena benar, dia tidak mau pacarana dulu. Katanya tunggu kita lulus dan aku Kembali kesini baru kami akan mebicarakannya lagi, aku tidak bisa memaksa keinginannya” ucap Sean dan seperti biasanya, raut wajah dan tutur katanya pasti hanya datar dan dingin, semua orang sudah terbiasa dengan itu


“baiklah, karna kita sudah mendengar jawaban keduanya, mari kita menikmati puding Kembali” ucap Ivanka dan memberikan sendok yang sudah tersedia untuk kami, kalau keempat pria itu pasti tidak akan makan puding hahaha


"Ayo pergi bestiii” teriakku dan Renata bersamaan, kami sudah dipantai saat ini, kami akan memulai liburan kami dengan bermain dilaut seharian penuh

__ADS_1


Lanjut novelku👇👇👇kami


__ADS_2