Klise Diarama

Klise Diarama
Part 9, Mengantarnya


__ADS_3

~Xena


Pukul setengah sepuluh malam kami sampai kerumah masing-masing, dan Sean yang paling lama sampai karna ia harus mengantarku dan Xeno mengantar Rena dan Oliv mengapa harus Xeno yang mengantar?, karna sesuai dengan kesepakatan kita bersama


aku yang beum bisa tidur iseng mencoba memberi singkat kepada grup whatsapp kami, aku mulai bertanya tentang mereka, dan semuanya merespon karna aku tau mereka juga belum tidur saat ini


"guyss, besok abis dari bandara ke mall bentar yukk, mau beli sesuatu" ucapku dipesan singkat itu, aku megirimnya dan yang pasti Renata yang paling maju lebih dulu membalasnnya


"yukkk guyss... aku setuju banget nihh" balas Renata dan aku menanggapinya dnegan senang dan diikuti oleh Ivanka dan Oliv sahabatku yang paling tidak bisa diajak kompromi


"aku ikut aja guyss, kan kita sama sama" akhirnya Oliv mau ikut dan yang lainnya jangan ditanya, semua sahabat cowok kami pasti akan ikut, kecuali Sean yang akan pergi tidak karena ia harus pergi


"sudah, jangan gosip terus, tidurlah dan jangan begadang!" balas Xeno digrup kami, aku tau dia sengaja mengatakan itu karena dirinya sudah terlalu lelah dengan perjalanan kami,


"good night guysss" balasku singkat dan seketka digrup kami sepi tidak ada obrolan lagi, kami istirahat perjalanan kami terlalu melelahkan, dan besok kembali harus melakukan perjalanan


pagi hari sekitar jam setengah sembilan, aku dan abangku sudah siap untuk berangkat, dan semua orang sudah berada diperjalanan untuk menuju bandara, kami sengaja tidak bergerak cepat karna rumah kami ke bandara tidak terlalu jauh, berbeda dengan yang lainnya


"cepatlah Xena.. kau daritadi yang paling lama!"ucap Xeno marah karna menungguku untuk mengambil tas, belum lagi berpamintan dengan mama, itu sangat membuat Xeno kesal, ia bukan orang yang sabar kami berbeda


"tunggu sebentar, aku pamit sama mama dulu" ucapku membalas Xeno dnegan ketus, aku kesal karna dia selalu seperti itu, tapi mau bagaimana lagi dimana ada pasti ada disana


"cepatlah Xena, sudah lama mereka menunggu!'ucap Xeno lagi, kali ia masuk ke dalam mobil dan memangnya, aku segera berteriak dan marah, aku tidak mau ditinggalkan dan diantar supir, Xeno seperti itu

__ADS_1


"Xeno!!"teriakku dan membuat mama pusing, melihat kami selalu saja ada yang dipermasalahkan


"cepat atau aku tinggalkan kau! 'ucap Xeno dari luar dan seketika aku langsung berlari dan menemui dia, aku masuk ke dalam mobil dan menghantam Xeno dengan tugas, aku kesal sekali


memakan waktu tiga pulu menit dari rumah, aku dan Xeno sampai kebandara,langsung saja aku menelfon Renata dan menanyakan mereka dimana, dan katanya mereka sudah berada didalam


kami berdua akhirnya masuk kedalam dan mencari mereka, ternyata Sean dan mamanya sudah berada disana juga dan apa yang mereka bawa??, barang mereka sangat banyak.aku melihat Sean yang duduk didekat mamanya, dengan cepat kami berdua langsung menyapa dan bersalaman dnegan mama Sean


"kenapa lama Xen?"tanya Renata sedikit berbisik kepada saya, saya duduk di samping Renata dan menceritakan, sebenarnya bukan lama hanya saja tadi dijalan macet dan saya juga yang mme buat lama


"Xen, apa kamu tau kalau Sean dan keluarganya ternyata pindah dan tidak akan kembali kesini" bisik Ivanka kepadaku, mendnegar hal aku terkejut dan tidak percaya dengan apa yang aku dengar barusan, pindah?, tapi kenapa?, apakah mama Sean tidak suka?ini lagi?, atau malah ada sesuatu yang membuat keluarganya harus pindah??


"jangan bercanda Van, aku tidak suka" ucapku cemberut marah, aku terkejut dnegan hal itu dan tidak siap jika memang Sean akan pindah dan kemungkinan keluarganya tidak akan datang kesini lagi


"aku ketoilet dulu ya, tunggu sebentar" ucapku karna ingin menghindari tataoan Sean yang seolah ingin menjelaskan sesuatu namun aku menolak, aku kecewa dengan hari ini.aku tidak ingin berlama disini, itulah yang kau perlukan sekarang


namun dengan kepergianku, Sean ternyata mengikutiku dan mengikutiku dari belakang, aku tidak sadar karna begitu bayak orang yang berada disana, Sean menungguku di luar toilet dan menarik ketika aku sudah keluar


"Sean?, ada apa?"mengajukan pura tidak tau dan mengungkapkan pria yang menahan tanganku agar tidak, namun dengan cepat langsung menarik tubuhku dan memelukku dnegan erat, aku tidak menolak tidak menolak


"Maafkan aku Xen, aku juga baru tau ketika kami sudah sampai dibandara. mama tidak mengatakan kalau kami ternyata akan pindah, tapi kamu harus tahu dan ingat bahwa aku akan tetap sehat dan akan memenuhi janjiku padamu, tunggu aku yang aku minta darimu" ucap Sean disela pelukannya dan aku?, aku hanya diam membisu


sulit untuk mengatakan iya, namun aku juga tidak ingin mengeluarkan kata tidak dari mulutku, aku diam membisu dan tidak menjawab perkataan Sean, kau masih memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, hatiku meyakinkah aku harus bertanya pada Sean

__ADS_1


"Sean, apa yang terjadi pada keluargamu?, apa ada masalah?" tanyaku karna sudah lama itu ingin ku tanyakan pada Sean


"tidak Xen, hanya sedikit masalah keluarga dan akan segera selesai" ucap Sean dengan tersenyum


"lalu bagaimana dengan kita Sean?" tanyaku sedikit khawatir tentang hubungan kami nanti


"aku juga tidak tau pasti Xen, tapi kumohon jangan tinggalkan aku dan ingat bahwa aku cinta itu akan selalu tidak pernah berubah hemm?'tanya Sean dan mengungkapkan wajah yang ingin mendengar jawabanku


"aku bisa Sean, namun jika memang ada msalah dikeluargamu, katakan pada kami. Kami disini ada untukmu dan siap membantumu selalu, jangan mengatasinya sendiri, ada Xeno, Fathan dan Gibran yang berada di belakangmu selalu. dan kami mendukungmu Sean" ucapku pada pria yang masih pegang tangan


"iya Xen pasti, aku akan ingat itu" ucap Sean dan akhirnya kami kembali, meskipun banyak pertanyaan dalam hatiku pada keluarga Sean, namun aku urung untuk menanyakan, aku tau Sean orang yang tidak ingin banyak tau tentang keluarganya, dan aku hargai itu


akhirnya kami berdua kembali bergabung dengan mereka, dan sebentar lagi pesawat dan jadwal keberangkatan Sean akan tiba, kami langsung bersiap untuk emngantar mereka sampai ke tahap selanjutnya dan kami tidak akan bisa ikut sampai disitu


namun, sebelum kami melangkah, mama Sean menarik tanganku dan menahan langkah kakiku, aku menolah dan terkejut, namun aku paham. aku langsung bertanya dnegan kebingungan diraut wajahku


"ada apa tan?' tanyaku ramah dan sopan, sangat jarang mama Sean mau menyapa kami, meskipun kami dan anaknya sudah lama bersahabat namun tetap saja mama Sean seperti orang baru bagi kami


"aku ingin mengatakan sesuatu Xena, jangan menunggu Sean, karna kalian tidak akan bertemu lagi mulai saat ini" ucap mama Sean dan melangkah lebih dulu dariku, aku berdiri mematung ditempat, sementara yang lainnya sudah sampai dipintu check in terakhir


"Xenaa...!' ucap Renata yang menghampiriku yang mematung dnegan perkataan mama Sean, aku sesak dan tidak bisa berkata lagi, namun meskipun begitu aku yakin Sean tidak akan menghianati janjinyakami


lanjut novelku👇👇👇kami

__ADS_1


__ADS_2