Klise Diarama

Klise Diarama
Part 22, Mengabarinya...


__ADS_3

~Xena


Perjuangan kami hari ini akhirnya selesai juga, kami melakukan dengan baik dan mengubah desian gaun yang sudah kami buat sebelumnya menjdai berbeda, berkat kedua sahabatku dan juga Oliv yang terus membantuku sambil korabolari yang baik denganku


sementara orang yang menjiplak karya kami akan diberi perhitungan olehkku sendiri dan akan aku aloprkan kepada pihak kampus, bukannya benci atau apa namun cara mereka bersaing menurutku tidak benar dan aku tidak menyukai hal itu


"akhirnya selesai juga Xen, aku senang kita bisa melakukannya dengan baik" kata Oliv dengan wajah yang sennag namun juga tersiat keringat kelelahan disana, tidak sebentar dan tidak mudah mengganti semuanya namun kami berusaha keras melakukan itu


"iya Liv, kamu melakukan yang terbaik, makasih ya udah mau berjuang" jawabku dengan tersenyum, ada rasa bangga dalam hati kami masing masing karna sudah menyelesaikan itu dengan baik


"tapi bagaimana dengan mereka Xen, aku masih marah dengan tindakan mereka yang menurutku keterlaluan"  ucap Rena  sambil melirik tajam kearah mereka yang melakuakn kecurangan tadi


"tidak apa Ren, kita tunggu saja abangku dan yang lainnya mengurus hal itu" ucapku sambil tersenyum, namun dalam hatiku tetap saja merasa tidak enak dan sedikit kesal, tapi mau gimana lagi aku tidak mau menyimpan dendam dengan orang lain


sementara mereka yang ada disana juga menatap kami dengan sinis dan sambbil berbisik satu sama lain, aku tidak peduli namun Renata dan Ivanka dari tadi menahan kata kata yang ingin mereka katakan kepada penjiplak itu


"udahlah Ren, Van. kita mending pergi aja dari sini, dari pada kalian saling tatapan dan marah kan gak enak" ajakku dan menari tangan kedua sahabatku itu, meskipun marah namun tidak bisa mereka keluarkan karna menjaga sikap dilingkungan kampus ini


****


hari ini adalah hari minggu, aku sudah janjian dengan sahabatku untuk ketemuan siang nanti karna pagi ini aku masih berolahraga bersama abangku Xeno, sudah menjadi kebiasaan kami melakukan hal ini


"Xen... bagaimana dengan hubunganmu sama Sean. apa dia pernah mengabarimu?" tanya Xeno sambil menatapku serius, namun aku tidak menghiraukan pertanyaannya itu, tetap melanjutkan kegiatanku


"woiii.. dengar gakk. orang ngomong tuh dengerin, jangan pura pura budek!!" ucap Xeno sambil melangkah kearahku  dan langsung mengambil dumbbell yang masih ditanganku


"apaan sih, sana ihh. jangan ganggu orang mulu kamu taunya" jawabku dnegan marah, aku sungguh tidak  ingin membahas tentang hubunganku dan Sean, namun yang paling utama adalah aku tidak ingin membenci pria itu karna sudah membohongiku selama hampir tiga tahun berjalan


"jawab duku ego... gimana hubunganmu dengan Sean?" tanya Xeno sekali lagi dan membalikkan tubuhku menatap dia, aku mengalihkan pandanganku dari matanya

__ADS_1


"gimana apanya?, aku gak pernah lagi tukar kabar dengannya, jangan membahas itu lagi. aku tidak suka" ucapku dan ingin melanglkah pergi, namun tiba tba pintu ruangan gym kami terbuka dan disana ada mama dan papa datang sambil tersenyum


"nak.... bisa kita bicara sebentar setelah itu kalian langsung bersihkan tubuh kalian" ucap papa sambil menatapku dengan sneyuman, namun senyuman itu tidak lagi menarik utnukku


"ada apa pa?" tanya Xeno, tapi aku cuek begitu saja. aku tidak tertarik namun karna mama menarik tanganku mau tak mau aku harus ikut dan duduk bersama dengan mereka, hatiku tidak enak dan sudah badmood sejak tadi


"bicaralah ma" ucap papa kepada mama, mereka saling melirik dan mama menghela nafasnya pelan sambil menatap kami berdua bergantian


"begini sayang, mama dan papa ingin memberitahu sesuatu hal untuk kalian. mama harap kalian tidak terkejut atau membanci mama" ucap beliau sambil menatap kami dengan lekat, mata mama sedikit berkaca.  entah apa yang mau dikatakan oleh oleh beliau pada kami


"katakanlah ma ada apa  ucapku karna tidak sabaran apa yang ingin dikatakan oleh mama, mereka berdua sepertinya ingin mengatakan hal yang serius pada kami


"sebelumnya kalian sudah tau bukan, kalau papa bukanlah papa kandung kalian. mama sudah beritahu pada kalian ketika kaian berdua masih SMA, dan sekarang papa ingin kalian berdua mengambil alih perusahaan kita dan mengelolanya, tidak memikirkan siapa ayah kandung kalian sebenarnya, jangan pernah mencarinya, mama harap kalian tidak kepo tentang dia" ucap mama sambil memangis, mugnkin teringat dengan masalalunya yang menurutku cukup menyakitkan


"kenapa tidak boleh ma?" tanya Xeno, abangku memang tidak akan menerima apapun kecuali dengan alasan yang masuk akal dan logis


"mama tidak ingin kalian membencinya, juga jika kalian tau siapa ayah kalian sebenarnya mama tidak yakin kalian akan bermasalah" ucap mama membuat aku dan abangku bingung,  


"ummm.. akan kami lakukan ma, tapi bukan berarti kami tidak mencari tau siapa ayah kami sebenarnya, mungkin kalian tidak bisa mencegah kami begitu saja" ucap Xeno mewakili apa yang ingin aku sampaikan juga, siapa coba yang tidak kepo dengan ayah kandungnya yang berpisah sangat lama


"baiklah kalau begitu nak, kami tidak melarang hanya saja kami ingin kalian tidak pergi dari kami" ucap mama, namun pembahasan itu meredup dan tatapan mama dan papa beralih kepadaku


"Xena, nanti malam Alby akan datang kesini sayang, mungkin akan mengajakmu jalan sambil saling mengenal. Alby juga sudah minta ijin pada mama dan papa sebelumnya" ucap mama memberitahu, padahal tadi aku ingin berlama lama bersama sahabatku namun hal ini juga tidak bisa kutolak lagi,  sudah banyak aku menolak dan memenunda kedatangan pria itu bertemu kesini


"tapi Xena mau keluar sama Rena dan yang lainnya ma, Xena mungkin akan pulang malam" jawabku dengan memelas, berharap pria itu tidak pernah ketemui dan perjodohan ini batal


"iya mama tau, nanti dia kesini palingan sekitar jam tujuh, kan tidak mungkin kalian seharian diluar" ucap mama tersenyum sambil merangkul aku dengan lembut


"baiklah, nanti Xena usahakan ma" jawabku singkat

__ADS_1


kami akhirnya selesai dengan pembahasan itu, aku masuk kekamarkku dan membersihkan tubuhku. sahabatku juga sudah menungguku ditempat yang sudah ditentukan, namun karna abangku dan sahabatku cowok lainnya gak ikut, 


~Sean


sudah berapa lama aku tidak berkomukasi dengannya?, ahh mungkin sudah bertahun tahun lamanya, terakhir aku mengabari dirinya ketika aku belum mmerintis perusahaan saat ini, ketika aku masih dua atau tiga hari disini. bagaimana kabarnya? apakah dia benci padaku atau tidak?, ataukah dia semkain dekat dnegan pria itu aku sungguh ingin tau


hari ini aku kembali melakukan aktivitasku seperti biasanya, dengan mengenakan tuxedo dan jas yang senada aku akan pergi keperusahaan dan melihat perkembangannya, sudah lama juga aku tidak kesana


diperjalanan, aku terpikir dengan Xena, gadis yang selalu menempati hatiku hingga saat ini, aku berpikir mungkin saat ini adalah waktu yang tepat untuk minta maaf dan mengabariya kembali, apapun jawabannya aku terima karna itu memanglah salahku


"Xen, apa kabar? mungkin kamu membaca pesan ini akan marah dan aku pikir kamu membenciku right?, yeahhh aku percaya itu, tapi ingatlah selalu janji yang sudah aku katakan dulu akan tetap aku tepati, tunggu saja aku Xen, dan kuharap kamu mau" ~Sean


pesan singkat yang kutulis dilayar ponselku dengan segenap keberanian yang aku punya, namun aku ragu untuk mengirimkannya. bukan karna takut dia membenciku atau menolakku, aku hanya talut dia menerima pria lain dan melupakanku, aku takut dia dimiliki  oleh orang lain


namun,hatiku mengatakan aku harus mengirim pesan itu. aku yakin apapun nanti respon yang ia berikan. dengan perlahan kutekan jempolku dan pesan terkirim dengan sempurna


***


"apa semua sudah selesai Lay, apa informasi yang kau dapat hari ini?"  tanyaku pada sekretarisku itu, aku berjalan sambil melihat karyawan yang bekerja satu persatu


"saya hanya mendapat sedikit tuan, namun mungkin cukup untuk menyenangkan tuan" Lay menjawab dnegan bangga pada pencapaiannya, itulah mengapa aku menyukai Lay sebagai sekretaris yang mengurus semua perusahaan


"mana Lay berkasnya?" dengan perlahan aku membuka berkas yang disodorkan Lay padaku, tanganku membuka lembar perlembar kertas itu dan meneltili dengan baik, tidak ada yang terlewatkan satupun, namun ada kejanggalan disana


"Lay, apa kau bisa menjelaskan ini?, aku sedikit tidak paham namun aku merasa ada yang kurang dan aneh disini?' tanyaku pada Lay yang berada disampingku


"iya tuan,  saya juga merasa ada kejanggalan antara keluarga tuan dengan keluarga gadis yang berada dikamar tuan beberapa waktu lalu. dari situ saya berfikir untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi, saya mencari tau identitas keluarga gadis itu, maafkan saya tuan. dan akhirnya yang saya dapat hal yang mengejutkan" ucap Lay dengan serius dan membuka map itu paling belakang


"ini tuan" ucap Lay memberikan sebuah foto yang entah siapa saja yang berada didalam, namun beberapa orang aku mengenalnya bahkan sangat kenal

__ADS_1


"Lay..." aku ingin bertanya lebih lanjut, namun ponselku berdering menandakan ada pesan amsuk, kulihat nama yang tertera disana, dengan cepat aku menyuruh Lay untuk keluar sebentar


~next novelku👇👇👇


__ADS_2