Klise Diarama

Klise Diarama
BAB 15, Jangan


__ADS_3

~Sean


seperti biasanya, aku akan melewati hari hariku dengan bekerja dan kuliah,belum lagi hari ini ku harus mengikuti saran mama yanv mengharuskan aku lagi dan lagi bertemu dengan anak dari temannya yang membantu kami dalam perusahaan, sebenarnya aku kurang menyukai hal ini, namun berhubung mama memaksa aku harus menuruti


jika ada yang bertanya apakah aku lelah?, jawabannya pasti iya, dan jika ada yang bilang mengapa tidak berhenti saja? jawabannya karna mama yang menjadi alasanku kuat, tapi akhir akhir ini mama seperti membuatku sedikit tersiksa dengan egois yang ia punya


"Sean, kamu harus datang diperjamuan nanti malam, jangan telat dan membuat mama malu",ucap mama padaku, dan aku hanya menjawab dengan anggukan saja


"ingat, kamu dan Celin sudah dijodohkan, tidak ada alasan bagimu untuk menolaknya Sean!!",ucap mama lagi, dan aku tidak perlu mendengarkan itu, mungkin itu sudah perkataan mama kesejuta kalinya


Celin, mahasiswa dikampusku, satu jurusan denganku, mendekati ku akhir akhir ini, karena pada awalnya mama sudah membuat perjanjian dengan orangtuanya


bukan hanya itu, orangtua Celin menerima perjodohan yang dilakukan mama, sebekum kami kenegara ini, mama sepertinya sudah mengatur semuanya, berhubung karna mama juga adalah orang sini,beliau mempunyai sahabat lama dan kenalan lama


banyak hal yang aku pikirkan akhir akhir ini, perusahaanku diambang merosot, jika bukan Damian ayah Celin yang membantu, mungkin perusahaan yang aku rintis tidak akan berhasil


namun, aku akhirnya menyadari satu hal, bukan mereka yang aku butuhkan saat ini, tapi kemampuan dan daya tarik yang aku punya yang harus aku kembangkan


hari ini aku kekampus, bertemu dengan Celin membuatku sedikit tidak bersemangat lagi, aku tidak tau cara apa yang harus kulakukan untuk menjauh dari wanita ini


"Sean, tunggu aku!!",teriak Celin ketika melihatku berjalan menuju ruangan,namun bukannya mendengar aku bahjan tidak melirik kearahnya


wanita ini seolah penyakit bagiku, tidak ada yang bisa menggantikan Xena dalam hatiku, itulah yang aku terapkan saat ini


"Sean, apa kamu tau?, nanti malam ayahku akan membuat perjamuan khusus dengan kita, jadi kita bisa menghabiskan waktu bersama lagi",ucap Celin dengan tersenyum, namun hal itu membuatku merasa risih dengan sikapnya


"aku tau, berhentilah menggangguku Celin, kau bukan siapa siapaku?!",ucapku dengan datar dan meninggalkan wanita itu sendiri


tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh orang lain tentang sikapku yang aku tau aku harus bangkit dan menunjukkan semua orang bahwa aku bisa sendiri tanpa mereka, ada sahabat yang terus mendukungku dan ada wanita yang membuatku selalu optimis pasti bisa

__ADS_1


"Sean, apakah benar kau dan Celin jadian?",tanya Mark yang kuanggap sebagai temanku,karna hanya dia yang terlihat humble dan nyambung diajak berbicara


"tidak ada, dia hanya berbohong saja",jawabku singkat dan mengangkat bahu kepada Mark bisa bisanya Celin membeberkan hal itu kepada satu kelas


"tapi Cekin juga bilang kalau orangtua kalian saling mengenal dan menerima hubungan kalian?",tanya Mark lagi, dan sebisa mungkin kujawab dengan santai


"mamaku dan orangtuanya sahabat lama, kau tau bagaimana jika orangtua bertemu",ucapku dan kembali fokus pada apa yang aku kerjakan, bukan hal yang mudah untuk melakui ini semua namun aku harus melakukannya


"ohh aku paham,tapi Celin cantik dan seksi bro, dia juga gadis favorit dikampus kita.kenapa kau begitu dingin padanya",ucap Mark namun aku hanya menanggapinya dengan senyuman


"aku saja tergila gila dengan tubuh seksi Celin, dan bayak pria main yang menginginkannya",ucap Mark lagi, namun itu beda denganku, aku hanya tertarik dengan Xena tidak ada yang lain


"diamlah Mark, kau terlalu berisik",ucapku memperingati Mark, aku pusing dengan tumor yang beredar itu,namun aku juga tidak bisa menghentikannya


Sampai akhirnya malam telah tiba, mama yang sudah lebih dulu ketempat yang ditentukan dan menungguku disana, aku? masih saja sibuk dengan pikiranku


drett..drett..drettt


suara ponsel milikku, aku melihat nama yang tertera disana, mama nama yabg terus menggangguku namun tak bisa ku hindari hal itu


"iya hallo ma, ada apa aku sebentar lagi akan kesana",ucapku sebelum mama bertanya aku dimana dan kapan berangkat


"bukan itu Sean, kau harus jemput Celin dulu dirumahnya,tidak ada yang bisa menjemputnya dari sana,jangan terlalu lama kau!!"_ucap mama


entah apa yang dipikirkan oleh mama, aku selalu dijadikan boneka yang harus memenuhi keinginan beliau, bahkan itu sejak kecil dilakukan oleh mama padaku, untung saja aku tidak terlalu mendengarkan ajaran mama dari dulu


"baiklah, mungkin ini yang terbaik untukku",ucapku bermonolog sendiri, aku bergegas mandi dan bersiap menjemput Celin, entah apa lagi drama wanita itu


~Xena

__ADS_1


bulan telah berganti lagi, namun sepucuk kabarpun tak ada yang kudapat dari Sean, aku masih sabar, ini baru awal saja tentang hubungan kami


namun, tadi setela pulang dari rumah Renata, aku mendapat pesan yang sangat singkat namun membuatku tidak bersemangat


"berhenti menunggunya, dia bukan milikmu. jangan terlalu banyak berkhayal dengan hubunganmu dengannya, kau dan dia tidak akan pernah bisa bersatu!!",


itulah isi pesan yang kudapat, entah apa maksudnya namun aku tidak begitu peduli


mungkin itu tentang aku dan Sean, namun aku tidak ingin berprasangka buruk dulu, aku harus setia dalam empat tahun ini, aku akan melihat Sean apakah memenuhi janjinya atau mungkin akan melupakan


"Xen.. kamu lagi apa nak?",tanya mama yang datang kekamarku, tidak biasanya mama mengajakku bercerita, mama lebih memberi waktu aku dan abangku sendiri


"tidak ada ma, ada apa?",tanyaku pada beliau, aku langsung duduk dan menyambut mama agar ikut duduk diranjang milikku


"tidak ada sayang, apa mama ganggu Xena?", tanya mama lagi, namun dengan cepat aku menggeleng, aku malah senang mama datang ke kamarku


"tidak ma, Xena tidak ada kerjaan kok",ucapku dan mmbuat mama tersenyum, taoi ada yang aneh dengan raut wajah mama dan gerak gerik mama


"ada apa ma, kok kaya ingin ngomong tapi gak jadi?",tanyaku penasaran, hal itu membuat mama langsung berubah raut wajah


"sayang, mama ingin mengatakan sesuatu padamu, semoga kamu tidak marah ya",ucap mama namun perkataan mama membuatku mengerutkan kening dan bingung


"ada apa ma?",desak ku, aku tidak paham dengan perkataan mama, aku bahkan tidak mengerti kemana arah pembicaraan mama ini


"begini sayang, papa dan mama setuju untuk menjodohkanmu dengan anak dari rekan bisnis mama,tapi percayalah dia laki laki tang baik dan paham agama juga" ucap mama membuatku langsung kaget dan tidak percaya


perjodohan?,apakah sama seperti Sean?, aku tidak percaya dengan orangtuaku


lanjut novelku๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

__ADS_1


__ADS_2