Klise Diarama

Klise Diarama
BAB 54, Menemui Mereka


__ADS_3

Author


"ada apa?, oh ya Terimakasih atas bantuan mu tuan" ucap Sean dan ingin melangkah keluar, namun lagi pria itu memanggil namanya


"Sean Wiliam!" ucap pria itu mendekat, ia langsung memeluk Sean dengan airmata yang sudah dari tadi ia tahan


"siapa kamu?, jangan memanggil nama orang sembarangan!' ucap Sean menatap pria itu dengan datar dan tajam, ia sama sekali tidak mengenal oria itu namun memnaggilnya dengan sebutan marga yang berbeda dari bisanya, ya meskipun Sean bukanlah anak Aaron Dirgantara namun tetap saa asing rasanya jika nama belakangnya diganti orang-orang


"semuanya.. kiuta pulang dan Fathan urus semua kekacauan ini, aku tidak mau polisi sampai tau kejadian ini" ucanSan dan melangkah pergi begitu saja, ia tidak menghiraukan panggilan Xeno maupun Gibran yang sudah tau suasana akan sepeerti ini. dan pria itu mereka juga tau siapa dia


"tuan.. maafkan sikap Sean sahabat kami, mungkin dia meniru sifat anda juga" ucap Gibran ingin bercanda namun dengan cepat disenggol oleh Xeno dan melototkan matanya lebar


"tidak apa-apa, yang penting dia tidak sama seperti ayah angkatnya yang baji*ngan itu" ucap pria itu ersenyum banga, selama ini ia hanya melihat putranya lewat jarak jauh dan layar ponsel namun sekarang ia bisa dengan jelas melihat wajah Sean dengan dekat dan itu menjadi kebanggan didalam dirinya


ya... dia adalah Erlan William, pria yang selama ini mereka pikir sudah meninggal kejadian beberapa tahun silam ternyata masih hidup sampai sekarang, namun banyak yang berubah dari pria itu salah satunya bentuk wajah yang semakin tua namun tetap tamvan wkwk


"saya akan ikut dengan kalian, aku ingin bertemu dengan mereka"ucap Erlan menatap Gibran dan Xeno bergantian, sedangkan Fathan ia sibuk mengatur dan memerintah anak buahnya untuk memberesi tubuh Aaron dan Andrew serta yang lainnya

__ADS_1


"baik tuan.. mari ikut kami, tapi tuan harus siap menerima semua apa yang akan mereka katakan pada tuan" ucap Xeno tersenyum dan menuntun Erlan kleuar dari mansion itu danmasuk kedalam mobil


Erlan sudah kelihatan tua dengan rambut yang putih yang mendominasi dikepalanya, namun utnuk kekuatannya jangan ditanya ia yang selama ini membantu sekretaris Lay mengurus perusahaan yang dibangun Seam secara diam-diam


"semua sudah aku perhitungan nak, jangan khawatir. kau snagat mirip dengan papamu" ucap Erlan tersenyum menpuk pundak Xeno dengan pelan, melihat wajah pria itu yang sama persis dengan sahabatnya yang sudah rela menyerahkan nyawnya demi menyelematkan mereka semua


"aku jadi merindukan dirinya" sambung Erlan menatap kedepan, tak terasa airmatanya menetes kala mengingat bagaimana perjuangan mereka dulu hingga sampai titik tertinggi karier mereka, namun takdir berkata lain mereka harus melewati banyak ujian slaah satunya dikhianati dan dibunuh oleh karawan mereka sendiri


"boleh aku bertanya satu hal tuan?" tanya Xeno snagat ingin tau bagaimana kedekatan pria itu dengan papanya dulu. ya Xeno tau Erlan adalah papa kandung Sean yang berarti juga sahabat dari papa kandungnya yang selama ini mereka cari


"tanya apa nak, kamu bebas tau semuanya katakanlah" ucap Erlan tersenyum menatap Xeno, sedangkan Gibran hanya bisa menjadi pendengar yang baik didepan


"tidak, papamu tidak dimakamkan disini tapi di Italia, kami asli orang Italia yang datang kesini dan membangun perusahaan ini. juga dia sangat ingin bertemu dengan kalian dulu sebelum ia meninggal" ucap Eralan mengenang bagaimana detik akhir sahabatanya menghembuskan nafas didekapan dirinya


"maksudnya?, apakah ayahku tidak meninggal dalam kejadian waktu itu?' tanya Xeno samakin penasaran, jika Erla mengatakan seperti itu artinya mereka masih sempat terselamatkan dan berbicara sebelum akhirnya pergi selamanya


"iya.. waktu itu Aaron dan anak buahnya langsung pergi membawa istriku dan Anna, mereka dibawa dengan keadaan kami yang sekarat. namun takdir berkata lain anak buahku masih sempat membawa kami kerumah sakit dan menyelamtkan kami. tapi papamu tidak bertahan lama pasca operasi yang dilakukan dokter, ia sempat bertemu dengan ku dan menyerahkan ini untuk kalian" ucap Erlan mengeluarkan sesuatau dari saku bajunya

__ADS_1


kotak persegi yang kecil, entah apa didalamya ia juga tidak tau. selama ini Erlan menyimpannya tanpa pernah membuka kotak itu meskipun ingin tau namun Erlan sangat menjaga kejutan yang ditinggalakn sahabtnya untuk anak-anaknya kelak


"kau beruntung punya papa seperti diriya dan aku beruntung mengenal dia dan menjadi keluarga buat dia" ucap Erla dan akhirnya mereka sampai dikediaman Sean. ketiga pria itu langsung turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam


Sean dan yang lainnya masih berada diruang tengah, juga keadaan Xena yang sudah membaik. mereka melihat kedatangan Xeno dan Gibran serta Erlan yang berada dibelakang tubuh mereka, dengan wjaah yang terkejut Amira dan Anna hanya melongo melihatnya


"maaf aku datang tidak tepat waktu" ucap Erlan menyapa mereka dan ya langsung saja Amira pingsan mendngar suara itu membuat semua orang panik dan membawanya keatas untuk diperiksa


"Er..erlan.. aku benar Erlan kan?" ucap Anna yang masih syok melihat pria itu dengan mengembangkan senyumnya didepan matanya. tak terasa airmata Anna menetes dan langsung berbaik memeluk Xeno yang tepat dibelakangnya, tubuhnya hampir kehilangan kesemibangan


"iya Anna ini aku, maaf karna membuat kalian jadi begini dan lama datang kembali dihadapan kalian. maafkan aku yang tidak bisa mneyelamatkan dia" ucap Erlan dengan tatapan penuh menyesal karna kehilangan sahabatnya


"tidak..tidakkk.. bukan salahmu Erlan" ucap Anna yang juga masih mengingat kejadian dulu, bagaimana mereka bertahan hidup dan bagaimana ia harus menyaksikan suaminya dibunuh oleh orang lain didepan matanya, trauma itu masih terngiang dipikiran Anna sampai saat ini


"tidak Anna, jika saja aku bisa membaca gerakan Aaron pasti dia tidak akan pergi" ucap Erlan namun saat mereka tengah asik berbicara Amira kembali sadar dan melihat sekelilingnya, berharap kejadian tadi hanyalah mimpi yang mengantarkannya bertemu dengan suaminya yang sudah sangat lama mereka berpisah


"kamu sudah sadar.. syukurlah Mira aku sngat khawtair padamu" ucap Erlan mendekat.seketika semua orang keluar dari kamar itu dan memberikan waktu unttuk keduanya bicara

__ADS_1


next novelku๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡


__ADS_2