Klise Diarama

Klise Diarama
Part 38, Langkah Awal


__ADS_3

Author


Sean dan Xena kini telah berada dirumah milik Sean yang ia beli beberapa bulan lalu sebelum rencana mereka meningglakan negara masing-masing, bukan rencana bersama melainkan rencana Sean dnegan yang lainnya, tanpa sepengetahuan Xeana


rumah yang tidak semewah milik Sean di AS, namun cukup untuk menampung mereka untuk hidup beberapa bulan kedepan, sebelum nanti akan kembali lagi ke Indonesia. juga renacan pernikahan mereka juga sudah ditetapkan hanya pemberkatan nikah di Gereja dan mendapatkan bukti nikah, dan itu semua snagat mudah untuk diurus di neagra Singapura


"lalu apa yang akan kita lakukan langkah awal kita Sean?' tanya Xena yang sebenarnya tidak tau apa yang mereka lakukan setelah ini


"aku sudah menghubungi beberapa rekan bisnisku yang masih percaya padau, tenang saja saat ini aku harus mengatur startegi membeli saham di perusahaan A&A salah satu perusahaan terkaya dikawasan Eropa" ucap Sean sibuk dengan ponselnya


menghubungi semua rekan bisnisnya dan sekretaris Lay untuk membantunya, juga Xeno dan gibran serta Fathan. semua sahabatnya itu selalu ada untuk membantu dirinya dan tidak segan menyuntik dana pada Sean untuk bisnis awalnya saat ini


"baiklah, aku juga akan menghubungi Oliv untuk membantuku membuka Butik disini juga. aku tidak mau pengangguran" ucap Xena dan langsung mengambil ponselnya, keduanya disbuk mengotak-atik ponsel masing-masing


sedangkan diperusahaan milik keluarga Xena sedang mengalami masalah yang serius, karena rumor hilangnya Xena sampai berdampak pada bisnis perusahaan, keluarga Bram tidak tinggal diam. mereka bahkan membuat isu tentang putri keluarga Emilo yang kabur meninggalkan tuangannya tanpa kabar


hal ini membuat Andrew semakin pusing dan selalu menyalhakan Anna ketika berada dirumah, belum lagi Xeno yang jarang pulang kerumah dan lebih sering keluar kerumah Gibran, sepupunya.


masalah diperusahaan papanya membuat Xeno enggan untuk pulang, meskipun dia bisa mengurus semua hal yang terjadi saat ini tapi satu sisi ia juga ingin fokus membantu Sean yang ingin merintis kembali bisnis miliknya, juga adiknya yang ingin membuka usaha butik di Singapura


"Xen, gak kasian sama mama kamu yang tiap haru berantem sama papa kamu?" tanya Gibran yang merasa kpasihan dnegan keluarga sepupunya,ia melihat Xeno terlalu memikirkan Sean dan Xena sampai melupakan dirinya sendiri


"biarin dulu lah Gib, lagian papa gak bakal pernah main tangan sama mama. meskipun mereka brantem hebat, tapi gatau juga sih" jawab Xeno acuh, ia juga pusing memikirkan mamanya yang sendirian dirumah, tapi bagaimana lagi, kalau tidak begini papanya akan terus memaksa adiknya menikah dengan pria yang tidak Xena cintai

__ADS_1


"bentar lagi juga selesai ini masalah, jadi aku bisa mikir buat perusahaan kami" sambung Xeno lagi dan mmebuat Gibran hanya terduam dan mengangkat bahunya, tanda ia mengerti maksud Xeno


"gimana? apa Sean udah dapat nama pemilik perusahaan A&A itu?" tanya Gibran kepada Xeno, mereka sedang membahas tentang bisnis Sean yang akan ia mulai dan akan mendapat dukungan dana dari keduanya dan perusahaan A&A


"aku juga tidak tau Gib, kayanya sih Sean kesusahan mencari pemiliknya. setau aku juga perusahaan ini sangat misterius dan tidak ada yang tau juga siapa pemiliknya" ucap Xeno dan membaca artikel tentang perusahaan A&A itu


"mungkin mereka ingin menghindari persingan Xen" ucap Gibran dan kembali pada tugas mereka masing-masing


***


Negara AS, dimana Amira tinggal dengan mantan besannya. karna Sean sudah menceraikan Celin menantu kesayangannya sejak dulu. wanita paruh baya itu sampai saat ini masih kekeuh untuk menjadikan Celin menantunya dan menyuruh Celin bahkan tinggal satu rumah dengannya


"Celin, bagaimana perusahaan papamu, apakah sudah mulai berkembang lagi atau masih terjerat dalam kasus kemarin?" tanya Amira sambil mereka menikmati suasana pagi hari dibelakang rumah Amira


perusahaan papanya semenjak menikah dengan Sean mengalami masalah, ditambah kasus korupsi yang memakan tidak kecil diperusaahaan mereka, juga Celin yang terus saja menghamburkan uang di Club malam bersama teman-temannya


"mama sepertinya juga tidak sanggup lagi Celin, semenjak masalah yang menimpa perusahaan kalian, sepertinya berdampak juga kepada perusahaan kami, bahkan banyak piham pemilik saham yang menarik saham mereka dari perusahaan" ucap Amira memijit kepalanya pusing, ia juga tidak tau mengapa begini rumitnya


"sepertinya ada dalang dibalik masalah ini ma, karna papa juga tiba-tiba anak perusahaannya yang diakuisis oleh perusahaan yang tiba-tiba muncul" ucap Celin yang memang juga sedikit tau tentang permasalahn perusahaan mereka


"entahlah Celin, mama juga merasa seperti itu. tapi kita tidak bisa langsung mengambil asumsi negatif, kita harus cari tau lebih dulu" ucap Amira dan diangguki Celin


"lalu bagiaman dengan Sean ma, dia belum juga kembali hari ini. dia pasti bertemu dengan gadis kampungan itu" ucap Celin dengan ekspresi wajah yang langsung berubah deratis, membayangkan Sean bertemu dnegan Xena membuat hatinya terasa panas dan menggebu

__ADS_1


"tidak mungkin Celin, dari mana Sean mendapat uang untuk terbang ke Indonesia, ia sama sekali tidak membawa apa-apa dari rumah ini. kita liat saja satu mingggu ini dia pasti kembali untuk minta maaf" ucap Amira dnegan yakin, dia tidak tau putranya banyak koneksi dimana-mana


"baiklah ma, kalau sampai seminggu ini dia tidak pulang aku sendiri yang akan mencarinya kemanapun dia pergi" ucap Celin dan langsung dijawab ia oleh Amira


Celin sangat mencintai Sean dari awal mereka bertemu dikmapusnya, awalnya mereka tidak tau akan dijodohkan sampai akhrinya Sean yang notabenya bersikap baik pada wanita menerima Celin dekaat dengannya, tidak disangka jika watak wanita itu snagat berbalik dnegan apa yang dipikirkan oleh Sean sampai akhirnya mereka dijodohkan dan menikah


sebenarnya Celin sepert ini juga karna dorongan dari orangtuanya, ia mencintai Sean namun juga ia banyak bermain dengan pria diluar sana. bagaimana pun ia seorang wanita dewasa membutuhkan cinta dan sentuhan dalam hidupnya, apalagi dinegara yang ia tinggali bebas jadi Celin tidak masalah dengan kebiasaan hidupnya


kembali lagi pada sepasang kekasih yang masih sibuk dengan dunia mereka masing-masing, Xena bahkan sudah mendapatkan beberapa barang dalam hitungan jam dari Oliv, jika titanya kenapa secepatnya itu, ya karna orangtua Olive juga bukan sembarangan, dia salah satu pemilik perusahaan terbesar di Asia


"Darl bagaimana kamu akan membuka butik? apakah butuh tempat khusus atau disini saja?' tanya Sean kepada Xena yang duduk tak jauh dari tempatnya


"kayanya sih ga perlu Sean, aku cuma butuh ruang pribadi saja. selebihnya dirumah ini sudah cukup baik membuka butuk kecil-kecilan, toh juga cuma bikin cabang doang" ucap Xena yang memnag membuka butik adalah cabang dari butiknya di Indonesia


"baiklah kalau begitu, etrserah kamu saja, yang penting kamu nyaman" ucap Sean dan beralih pada ponselnya lagi. ia mendapat notofikasi dari sekretaris Lay bahwa surat nikah mereka sudah jadi. tinggal pemberkatan nikah ke gereja saja


"Darl, besok kita ke gereja melangsungkan pemberkatan. pakailah bajumu yang ada dilemari disiapkan" ucap Sean lagi. memang rencananya ini terbilang cukup matang dalam persiapan pernikahannya


"ohh ya, satu lagi Ly mengatakan kalau perusahaanku yang di AS dalam masalah serius" ucap Sean setelah membaca pesan dari sekretarisnya, dan hal itu juga sudah diketahui Sean lebih dulu


"sepertinya ada yang ingin bermain pai lagi. tapi hanya sebagai pion dari orang lain saja" ucap Sean membuat Xena hanya diam tak mengerti, bahkan Xena melongo melihat wajah kekasihnya yang berubah seketika menjadi dingin dan menakutkan


next novelku๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

__ADS_1


__ADS_2