Klise Diarama

Klise Diarama
BAB 53, Kita Bertemu Kembali


__ADS_3

Author


Saat suasana kembali pecah dan kacau, suara tembakan dimana-mana dan bahkan banyak korban yang berjatuhan.


Sean terus memacu senjatanya untuk memathkankan lawan, sungguh kali ini orang yang dibawa Aaron sangat banyak mengalahkan jumlah orang mereka


dor..dor..dor...


prak...


bughh...


suara korban yang berjatuhan dan berimoah dar*ah dilantai, Saat ini Aaron dan pria yang baru saja datang itu saling menatap dengan taj dan dingin, seketika suasana menjadi mencek dan memyeramkan


Sementara Lay yang notabenya dari tadi diikat oleh Aaron saat ini bisa melepaskan tangannya dan tersenyum sinis kepada Andrew yang berada disamping Aaron


"heheh maafkan aku karna lepas", ucap Lay tersenyum dan melangkah mendekati oria baru yang berada diseberangnya


"Lay.. apa kau membiarkan mereka melakukan sendiri?, kau tidak lihat anakku yang kelelahan", ucap pria itu menatap Lay dengan tajam


"maafkan saya tuan, tadi saya hanya ingin bermain-main sembari menunggu tuan", ucap Lay cenggir menampilkan deratan gigi putihny


"kau urus pria bodoh itu, aku akan nostalgia dengan budak masalalu" ucap pria itu dan mendekati Aaron, pria itu menatap Aaron dengan tatapan penuh benci dan dendam yang sudah ditahan sejak lama


"baik tuan, apapun untuk anda", jawab Lay dan langsung menari Andrew untuk ia temani berbibcang, Lay mengeluarkan jurus dan senjata yang sudah tersimpan rapat didalam bajunya


"kita bertemu kembali tuan Aaron, budak masalalu!", ucap pria itu tersenyum aini, ia melihat Aaron dan langsung menyerang proa itu dengan brutal


Aaron yang sejak tadi sudah emosi dan menyimoan rasa benci langsung meladeni serangan pria itu, keduanya mengannil temoat dan jarak dari kekacauan disana


sedangkan Sean dan yang lainnya sudaj lumayan santai karna musuh mereka sedikit berkurang bahkan banyak musuh yang tewas ditempat


"Than bagaimana ototmu? apakah sudah sedikit lebih baik?", tanya Gibran saat mereka sudah selesai dan mengambil nafas sedikit

__ADS_1


"akhirnya bisa meregangkan otot tangan" jawab Fathan tersenyum dan mereka beralih pada dua pria yang masih adu jotos dengan jarak dekat dari mereka


"brengs*ek!!!" teriak Andrew saat Lay menikam dada pria iti dengan alat yang ia bawa dibelakang punggung Lay


"Xen... apa kau tidak mau membantu papamu!!? teriak Gibran dengan tawa yang sanhat menggelegar diruangan itu, bahkan Gibran sampai sengaja menekan kata "papa" diakhir katanya


"papa apq Gib? aku bahkan tidak punya pala sejak lahir!! papaku sudah didalam tanah", ucap Xeno kencang dan melirik Andrew dengan tajam


"Lay.... apa kamu mau berikan jatahmu padaku?", tanya Xeno mendekati Lay dan menatap Andrew


"apa kau masih belum puas Xen sampai mau abil jatahku?", tanya Lay dengan seringai tipis dibibirnya


"emmm.. aku masih ingin dan tanganku gatal", jawab Xeno dan menarik baju Andrew dengan kasar


"baiklah kalau begitu, aku masih bisa merelakan dia untukmu" ucap Lay dan mundur beberapa langkah


kini Xeno yang ambil alih untuk memberi pelajaran kepada Andrew, pria itu sudah menunggu waktu untuk melihat Andrew berlutut kepada mama dan adiknya,Xeno


"hahahah.. apa kau pikir selama ini aku baik dengan kalian hanya cuma-cuma?, jangan mimpi Xeno!!", jawab Andrew dengan teriak menahan sakit ditubuhnya


"emmm.. aku tau, maka dari itu aku ingin melenyapkan mu saja", ucap Xeno dan menyeret Andrew sampai kedepan yang lain


"kalian mau berikan saran untuk pria tidak tau diri ini!!?, Xeno berucap namun jauh dalam hatinya ia merasa kasihan dengan Andrew


"mungkin bisa jadi makanan ikan piranha di sungai Nil", jawab Fathan asal disertai dengan anggukan dari Gibran


"kalian disini dulu, aku ingin menemui istriku", ucap Sean yang sedari tadi tidak fokus hanya memikirkan Xena yang pingsan


"iya Sean, pergilah lagian mereka menunggu dimobil, tidak jadi dibawa pulang karna aku sudah menyuruh dokter kesini sebelum terjadi hal ini", ucap Lay dengan senyuman


Sean langsung berlari keluar,menghiraukan dua pria yang saling adu jotos diluar. bahkan dua pria itu sudah sangat kacau namun tidak ada yang memikirkan penampilan masing-masing


"Darl.. apa kamu baik-baik saja?" tanya Sean saat melihat istrinya berbaring lwmah diatas kursi mobil, bahkan disana ada Amira dan Anna yang ikut menunggu sembari memijat tangan dan kepala Xena

__ADS_1


"aku tidak apa Hany, hanya saja sedikit pusing dan mual tadi" jawab Xena tersenyum melihat wajah lelah suaminya


"baguslah Darl.. aku khawatir dengan kesehatanmu", tutut Sean dan mengecup pioi Xena,bahkan pria itu tidak peduli ada orang laon selain mereka disana


"lalu kamu tidak khawatir dengan kami,begitu!!" ucap Amira dengan ketus dan mencubit perut Sean, wanita itu terlalu bahagia bercampur haru melihat anak dan menantunya yang begitu mencintai


"bukan begitu ma, aku juga khawatir dengan kalian", ucap Sean menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"kalau begitu kalian pulang lebih dulu, aku dan yang lain harus mengurus sesuatu" ucap Sean menatap tiga wanita yang didepannya bergantian


"ya sudaj kalau begitu, kalian hati-hati", ucap Amira memeluk Sean dengan erat, berharap tidak terjadi sesuatu kepada putranya


"iya ma, kalian akan diantar oleh Lay", ucap Sean dan menyuruh Lay untuk menemani tiva wanita itu untuk pulang kerumah


"jangan bersikap kasar Hany, jangan terluka maupun melukai", tutur Xena dengan lemah, ingin ia jujur terhadap suaminya tapi kondisi sekarang belum baik


"baiklah, aku akan ingat Darl. kalian hati-hati dijalan" ucap Sean dan Lay masuk kedalam, ternyata sekretaris itu ikut dibelakang Sean dan langsung tau apa tugasnya selanjutnya


"kesini lagi Lay!!"pesab Sean dan diangguki pria itu, Sean kembali kedalam dan melihat Aaron sudaj diikat dengan rantai dengan wajah lebab disetiap sudut bibirnya, ia bahkan sangat lemah dan tidak berdaya


"selesiakan semuanya ini Than, aku tidak mau ada jejak sedikitpun", ucap Xeno karna ia tau Fahtan siapa dan bagaimana pria itu bekerja


"sesuai pesanan Xen" jawab Fathan dan mengerahkan abak buahnya untuk mengurus semua mayat korban yang ada disana


"dan dia, terserah kalian mau diapakan" ucap Sean menunjuk Aaron dan Andrew yang sudah pingsan dikursi yang mereka ikat


"Sean!!" panggil pria yang tadi bertarung dengan Aaron disamping Gibran, pria itu tampak kacau dengan baju yang penuh dengan darah


"ada apa?, oh ya Terimakasih atas bantuan mu tuan" ucap Sean dan ingin melangkah keluar, namun lagi pria itu memanggil namanya


"Sean Wiliam!" ucap pria itu mendekat, ia langsung memeluk Sean dengan airmata yang sudah dari tadi ia tahan


#next novelku๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

__ADS_1


__ADS_2