
~Author
flahsback
saat orangtua Xeno memberitahu mereka untuk tidak mencari tau siapa ayah kandung mereka berdua, malah Xeno sudah melakukan penyelidikan terlebih dahulu, pria berusia 22 tahun itu berfikir satu langkah kedepan untuk mengetahui siapa sebenarnya mereka, mengapa mamanya berpisah dengan ayahnya dan masih banyak pertanyaannya lainnya
meskipun begitu, Xeno tetap tidak ingin menjauh dari papa yang sudah merawat mereka sampai sekarang,bahkan Xeno tidak berani membantah sedikitpun perintah papanya yang sekarang, namun saat dirinya menemukan sesuatu informasi mengenai masalalu mamanya, saat itu juga Xeno menemukan foto tua yang berisi mama dan seorang pria yang tidak jauh berbeda dengan wajahnya
"siapa pria ini" , " bagaimana bisa mama menyimpan foto mereka berdua, yang jelas itu bukanlah papanya sekarang" batin Xeno saat melihat foto tersebut
flahsback off
"lihatlah, bukankah pria ini sama dengan yang ini?" ucap Xeno kepada kedua sahabatnya sambil memperlihatkan foto yang ia simpan sudah lama dan foto yang baru saja diberikan oleh Sean
"bentar Xen, ini memang sama, tapi aku melihat hal lain dari orang yang ada difoto ini" jawab Gibran sambil menatap wajah Xeno dengan lekat, pria itu mengambil foto yang ada ditangan Xeno sambil mendekatkannya kewajah Xeno
"yahhh, aku melihat ada kemiripan antara kalian Xen, apakah benar yang aku lihat Sean?' tanya Gibran kepada Sean yang masihberada dilayar lebar ruangan itu
"aku juga berfikir demikian Gib, makanya aku langsung mengabari kalian untuk hal ini. kalau tidak untuk apa aku memberitahu kalian kalau hanya sekedar foto saja" jawab Sean sambil melirik kedua sahabatnya secara bergantian
" yahhh.. memang benar Sean, kau tidak keliri soal itu" jawab Gibran berjingkrak riang ia seperti melihat kembaran Xena sepupunya bertambah satu lagi
"benar Sean, jika kalian berfikir demikian aku juga dari awal sudah berfikir seperti itu. kalian tau? aku bahkan hendak bertanya dengan mamaku, namun menurutku ini belum waktu yang tepat"jawab Xeno sambil tersenyum namun senyuman itu seolah adalah senyuman terpaksa dan tidak senang
"dari mana kau mendapatkan foto itu Xen?' tanya Sean ingin tau, dirinya saja tidak mendapatkan hal serahasia ini, bahkan Xeno tau sudah lama
"aku mendapatnnya dari gudang rumah kami Sean, saat itu aku sedang mencari sesuatu tapi tiba tiba terlihat sebiah foto yang berada diatas lemari buku, dengan cepat aku melihat danaku fikir itu adalah papa tapi ketika kau lihat dengan jelas lagi sepertinya sangat jauh berbeda" jawab Xeno
"ummm oke, kalau begitu apa kau yakin bahwa pria ini adalah ayah kandungmu Xen?" tanya Sean langsung to the point tidak ingin berlama lama, ia juga punya urusan lain yang harus ia kerjakan
__ADS_1
"aku yakin Sean, tapi melihat foto ini sepertinya sudah sangat lama. kita tidak tau seperti apa bentuknya sekarang atau bagaimana wajahnya saat ini" jawab Xeno, Sean dan Gobran membenarkan perkataannya
"kalau begitu, kau sudah yakin bahwa ini adalah ayah kandungmu. sekarang tugas kita hanya satu, mencari tau apa hubungan keluargaku dan keluarga kalian, setekah itu kita pasti mendapatkan jawabannya, aku akan mencoba bertanya pada mamaku" ucap Sean memberi ide, mereka tidak mungkin mendapatkaninnformasi apapun jika tidak bertanya langsung dengan orang yang ada difoto itu
"baiklah Sean, aku berharap mamamu mau menjawabnya. kalau mamaku kalian tau sendiri, kemarin saja mereka meminta aku dan adikku untuk tidak mencari ayah kandung kami lagi" ucap Xeno sambil merebahkan diri dikursi miliknya
"sabar Xen, mungkin mamamu hanya tidak ingin kalian merasa kurang dengan apa yang sudah mereka kasih, juga ayah kandungmu tidak pernah mmuncul sekalipun dalam kehidupan kalian sampai saat ini" ucap Gibran menepuk bahu sepupu sekaligus sahabatnya itu, mereka sangat dekat sejak kecil
"iya Gib, aku rasa juga begitu. tapi itu permintaan yang tidak masuk akal menurutku" jawab Xeno sambil mengangkat bahunya
"ya sudah kalau begitu. Xen... bulan depan aku dan Xena akan bertemu. kuharap kau tidak membuatnya susah atau melarangnya, aku akan datang kesana tapi jangan beritahu yang lain dulu, aku takut mereka marah kalau tau aku pulang tidak menemui mereka" ucap Sean sambil mengangkat sebelah alis matanya
Xeno hanya menjawab dengan anggukan kepala, sedangkan Gibran sudah kembali kekursinya untuk melanjutkan urusannya yang belum selesai, mereka akan memulai kembali penyelidikan mereka. entah berakhir bagaimanapun itu urusan belakang saja
~Xena
malam hari telah tiba, aku dan mama sibuk dikamar. beliau dari tadi mengoceh tidak jelas karna pria itu akan datang kerumah malam ini. mama sengaja ikut memilih gaun yang akan aku pakai bahkan ikut merias wajahku, padahal sudah aku tolak berkali kali namun mama tetap bersikekeuh untuk ikut
"iya.. tapi dia berbeda dengan abangmu atau Gibran yang sudah menjadi saudara bagimu, atau Fathan juga.dia pria asing sayang" ucap mama seolah tau apa yang aku pikirkan
"ma... tapi siapa nama pria itu, kan gak lucu aku gak tau namanya padahal nanti dia tau namaku" aku bertanya semabri mengoles bedak diwajahku, sedikit polesan make up mungkin lebih natural diwajahku
"mama juga tidak tau nak, papa kamu yang tau detail tentang pria itu. katanya sih teman dari rekan kerjanya, boleh dikatakan anak sahabat papa. mama juga kurang tau nak ucap mama, setakut itukah mama terhadap papa, sehingga apa yang diperintahkan papa harus beliau turuti
"ya sudah kalau begitu ma. aku sudah selesai" ucapku tidak ingin melanjutkan percakapan kami, mama juga tidak tau untuk apa aku bertanya lebih banyak lagi
aku dan mama turun dari atas, aku melihat sudah ada papa dan bang Xeno duduk disana. namun tidak kulihat tanda randa datangnya pria itu. aku hanya diam namun dalam hatiku aku berdoa semoga pria itu tidak jadi datang
"anak papa cantik banget malam ini, astaga mama memang terbaik dalam urusan kecantikan" ucap papa tersenyum melihhatku , namun aku? aku hanya diam dengan senyuman tipis menjawab perkataan papa itu
__ADS_1
"dimana pria itu pa, kok belum dateng juga?" tanya bang Xeno mewakili apa yang aku pikirkan saat ini
"mungkin sebentar lagi nak. katanya tadi dia sudah berangkat kesini, tinggal menunggu saja kita" jawab papa tersenyum, beliau melirik kearahku, namun tetaap saja aku memasang wajah cuek dan tidak peduli
"nanti kalau sama dia usahakan jangan cuek ya nak, dia orang yang baik dan sangat ramah. paham agama dan benar benar tipe idaman semua wanita"ucap papa membanggakan pria itu, tapi belum tentu itu penilaian daroi kaca mataku bukan?
sekitar jam setengah delapan lewat sedikit, pria yang ditunggu itupun akhirnya datang, dengan stelan jas biru dongker dan tubuh atletisnya pria itu berjalan sambil mengucapkan salam pada kami, aku langsung melihat kearah sumber suara
"syaloom" ucap pria itu dengan tersenyum, ia melangkah dengan wajah yang menurutku memang cukup menarik namun tetap saja Sean pemenangnya hehhe
"syaloom, silahkan masuk nak" ucap papa, dengan cepat beliau menyambut pria itu, namun aku dan bang Xeno hanya duduk tanpa menjawab salamnya, bang Xeno bahkan sejak awal melihat sudah tidak tertarik dengan pria ini
"ini anak om dan tante. namanya Xena dan Xeno mereka kembar, tapi Xeno abangnya" ucap papa, pria itu tersennyum ramah dan menjulurkan tangannya kearah bang Xeno, dengan senyuman juga bang Xeno menjabat dan begitu juga aku
"kenalkan aku Abraham William, anak dari rekan bisnis om Andrew. aku sudah bekerja sekarang dan melanjutkan pendidikanku S2" ucap pria yang bernama Abraham itu, baru saja ku tau namanya seperti itu
"baiklah nak Bram. kalau begitu ssesuai dengan apa yang sudah kita sepakati, kau boleh membawa putriku keluar tapi dengan satu syarat, jangan lecet dan bawa pulang seperti kau membawa kleuar" ucap papa, meskipun egois ternyata papa masih memikirkan tentangku
"baik om, tante Xeno, saya bawa putri kalian dulu keluar, permisi" ucap pria itu, dengan dorongan tangan bang Xeno aku akhirnya ikut melangkahkan kaki keluar
kulihat sudah ada mobil terparkir disana, berwarna biru dongker seperti baju yang ia kenakan. pria itu membuka pintu mobil dan mempersilahkan aku masuk, romantis juga pria ini pikirku
"Xena, kamu mau kemana?, atau adakah tempat yang ingin kamu kunjungi?' tanya Bram kepadaku, pria itu sangat sopan dan ramah, tidak neko neko dan menurutku memang seperti yang diceritakan oleh papa
"aku tidak, mungkin kamu tau tempat makan yang enak. aku sih ikut aja" jawabku santai, tidak canggug karna itulah sifatku,
"baiklah, kamu tidak keberatan kalau kita makan di Henshin, The Westin, restoran yang lumayan terkenal dikota ini" ucap Bram mengajakku, aku tidak masalah dan gas aja gak sih bestieee
"boleh Bram, aku ikut aja" jawabku singkat, pria itu melajukan mobilnya ketempat yang sudah kami sepakati, dengan berjarak hanya sekitar tiga pulu menit kami sampai direstoran tersebut
__ADS_1
"ayo Xena, kita duduk disana aja kali ya" ucap Bram dan dengan cepat tangan pria itu menarik tanganku dan menggandengnya, aku tidak menolak karna banyak orang disana, tapi itu tidak nyaman untukku
next novelku👇👇👇