
Author
Pagi-pagi sekali Amira sibuk dengan beres-beres dan menghubungi sekretaris Lay untuk menyiapkan keperluannya selama perjalanannya, ya Amira ingin terbang ke Indonesia menjumpai Sean yang ia pikir anaknya disana bersama Xena, anak dari Anna sahabat sekaligus akar dari sakit hatinya.
Amira bersiap melakukan penerbangan paling awal agar cepat sampai keIndonesia, selain ingin bertemu Sean ia juga ingin menyuruh putranya kembali ke AS agar mengelola perusahaan mereka dengan baik. sudah satu bulan setelah kepergian Sean, Amira menjadi sulit mengelola perusahaan bahkan sekarang diambang kebangkrutan, sementara besannya yang dari dulu ia banggakan tidak peduli sedikitpun bahkan sampai ingin mengakuisisi perusahaan yang dibangun Sean dulu
keluarga Alberto yang memang notabenya sejak dulu ingin menjadikan Sean batu loncatan perusahaan mereka agar cepat berkembang akhirnya sekarang telah berhasil, Alberto bahkan tidak segan untuk menarik semua sahamnya dari perusahaan itu yang memang sejak awal ia membantu Sean dalam dana perusaahan.
"Lay.. dimana Sean sekarang?' tanya Amira saat sekretaris perusahaan mereka itu mengantarkannya kebandara
"saya kurang tau nyonya, tuan tidak pernah memberitahu saya soal kediamannya sekarang. nyonya berusaha sendiri mencarinya, lagipula saya sudah bukan karyawan perusahaan sejak nyonya memecat saya" ucap Lay dengan menundukkan kepala
dia mau tinggal dikediaman Sean di AS, bersama Amira karna permintaan Sean untuk emnjaga ibunya dari ancaman luar. juga Amira memecat Lay karna emosinya namun tidak benar-benar menyuruh Lay pergi meninggalkan perusahaan dan rumah mereka
"jangan bohong Lay, aku tau kamu menyimpan sesuatu dariku" ucap Amira memicingkan matanya kepada Lay
"tidak nyonya, saya berkata jujur. saya tinggal dengan nyonya krna kasihan dengan perusahaan tidak ada yang mengelola" jawab Lay yang merasa jawabannya sendiri juga ngawur dan tidak masuk akal
__ADS_1
"kalau sudah dipecat ya pecat aja, masa masih tinggal dirumah dia" batin Lay bingung jawabannya sendiri
"aku bahkan sudah lupa Indonesia seperti apa Lay" ucap Amira, selama empat tahun tidak pulang bahkan tidak mau pulang karna alasannya tidak ingin bertemu Anna dan keluarganya. juga karna Amira sibuk dalam perusahaannya dan ambisinya
hanya memakan waktu lima belas menit, Amira sampai ke bandara dan langsung masuk agar tidak ketinggalan pesawat. juga Lay langsung pulang tapi tidak langsung kerumah lebih tepatnya juga ikut check in tanpa sepengetahuan Amira, pria itu ingin ke Singapura menemui Sean
****
"Darll... tolong ambilkan handuk. aku lupa bawa" suara teriakan Sean dari kamar mandi membuat Xena langsung bergerak mengambil handuk suaminya
"selalu aja begitu" ucap Xena memberikan handuk kepada suaminya namun tangannya ditarik oleh Sean dari dalam mmebuat tubuhnya langsung kehilangan keseimbangan akhirnya masuk kedalam
"kenapa Darll.. bukankah kamu sudah merasakan semuanya?' tanya Sean dengan memicingkan matanya sebelah, bahkan pria itu menarik tubuh istrinya semakin erat dipeluk
"ta..tapi.. jangan begini Han" ucap Xena lagi, pipinya saat ini bak kepiting rebus sangking merahnya. ia bahkan sulit bernafas karna kelakuan suaminya ini
"jadi harus bagaimana Darl?" tanya Sean semakin menarik istrinya sengaja agar istrinya semakin dekat dengannya dan mudah untuk memeluk istrinya
__ADS_1
"Han.. aku sesak" ucap Xena dan berusaha melepaskan pelukan suaminya, namun bukannya lepas Sean bahkan langsung nosor mencium Xena, tidak memberikan kesempatan istrinya melepaskan diri
"emmphhh"
"euughh"
suara erotis kembali terdengar dikamar mandi, dengan Xena tak lagi bisa menghindari serangan suaminya secara tiba-tiba, membuat tubuhnya yang tidak siap langsung lemas dan tidak bisa melawan
"Ha...han.. kita telat nanti" ucap Xena disela-sela kegiatan panas mereka, namun bukannya dengar Sean semakin buas membawa istrinya kepuncak nirwana kesekian kalinya
"aku menginginkanmu Darl" ucap Sean dan perlahan membuka baju istrinya da silahkan readers melanjutkan halunya masing-masing hahhaha
***
berbeda dengan tuannya, Lay saat ini sedang melakukan penerbangan dan sebelumnya memberitahu Xeno serta Gibran bahwa Amira, mama Sean akan ke Indonesia. tidak mungkin Amira tidak mencari mama Xeno dan bertanya tentang Sean, atau bahkan menemui mereka nanti
Lay sudah tau semuanya itu, dan ia juga sudah mendapatkan identitas orang yang membantu keluarga Alberto dan Andrew dalam misi mereka saat ini. juga mencari tau keberadaan Aaron saat ini
__ADS_1
"baiklah, kita mulai perang kedua setelah pertumpahan darah yang sudah lewat beberapa tahun" ucap Lay tersenyum bangga, membayangkan bagaimana mereka akan melawan musuh dimasa lalu orangtua tuannya dan juga sekaligus mantan suami Amira
next novelku๐๐๐