Klise Diarama

Klise Diarama
Part 43, Aaron..


__ADS_3

Author


Sebuah gedung dengan tinggi pancakar langit dan sangat mewah, cukup untuk menampung beberapa ratus orang didalamnya.namun bagi Aaron gedung itu hanyalah tempat persinggahn dirinya untuk melakukan semua aksinya dalam dunia bisnis. melakukan semuanya tanpa ada yang mengendalikan dirinya


seperti saat ini, Aaron sedang melancarakan aksinya merebut salah satu perusahaan yang ingin bersaingi dengannya dalam bidang properti. tentu saja Aaron tidak mau saingannya tersebut lebih maju dibanding dengannya, maka dari itu pria itu langsung ingin menyingkirkan saingannya itu.


jangan lupakan juga, putri Aaron dari wanita yang kini menjadi istrinya, dulu wanita itu adalah istri kedua Aaron setelah Amira. namun setelah perceraian mereka empat tahun lalu membuat Aaron membawa istri mudanya dan kala itu mereka sudah punya anak berusia lima tahun dan sekarang, putrinya itu kerap sekali ikut dengannya bekerja


meskipun putri Aaron masih berusia sembilan tahun, namun putrinya itu sangat tertarik dengan bisnis dan tidak heran jika putrinya kadang yang membantu Aaron memberikan ide dalam pengembangan perusahaan mereka.


berbeda dengan istri Aaron, Melisa kini sibuk dengan arisannya dengan para istri konglomerat lainnya dan sibuk berbelanja dengan uang suaminya yang sungguh tiada habisnya selama mereka bersama.


pertemuan Melisa dengan Aaron sangatlah terbilang singkat, Melisa adalah karyaan Aaron dulunya di Indonesia, wanita itu menjadi asisten Aaron sebelum mereka resmi menjalin ubungan dan memiliki anak, dulu Aaorn tidak ingin menikahi Melisa namun karna bujuk rayu wanita itu membuat Aaron mengubah pikiran sampai memutuskan bercerai dari Amira


"udah berapa lama nikah dnegan tuan Aaron, jeng?" tanya seorang teman Melisa dengan senyuman khas masing-masing


"baru sembilan tahun jeng" jawab Melisa dengan tersenyum namun dalam hatinya ia merasa risih jika membahas tentang pernikahan dirinya dengan suaminya


"ooo masih umur jagung ya jeng. belum ngerasain bagaimana jika suami bosan dengan kita ya jeng" ucap wanita itu sambil melirik teman-temannya yang lain sambil tertawa

__ADS_1


"iya jeng, belum rasain kalo suami dinas diluar tuh rasanya gak enak banget" ucap wanita lain yang menganngapi perkataan temannya itu, hal itu membuat Melisa agak risih dan tidak suka


"iya jeng, ehh saya duluan pulang ya jeng, suami mau ngajak dinner malam ini!!" ucap Melisa menekan kata dinner karna perkataan temannya itu tadi, hatinya merasa tidak enak dan marah


dalam perjalanannya, Melisa memikirkan perkataan teman arisannya tadi, dia merasa agak tersingggug dan mengingat bagaimana dia merebut Aaorn dari Amira dulu, memaksa Aaron untuk tanggung jawab terhadap dirinya karna kesalahannya sendiri


sementara Aaron sibuk dengan pekerjaannya dan juga hal yang ia kerjakan akhir-akhir ini bersama sahabat lamanya, Aaron melihat bagaimana perkembangan anak tirinya dulu bersama mantan istrinya, bagaimana Sean membangun perusahaannya dan sampai berkembang pesat


namun dnegan liciknya, Aaron mengajak Alberto kerjasama untuk melenyapkan Amira yang kini bekerja sendiri untuk perusahaan, mereka mmebuat seolah-olah Alberto membantu Amira namun ternyata hanya ingin memamfaatkannya


"bagaimana perkembangan mereka?, apakah sudah ada tanda-tanda kita menaklukkan mereka?" tanya Aaron dibalik benda pipih miliknya


"sepertinya mantan istri anda itu sudah menyerah saat ini, dia bahkan pulang ke Indonesia setelah kepergian putranya itu" jawab Alberto dengan senyuman smirk dibibir mereka


"belum bisa, sepertinya sekretaris mereka itu terlalu kita remehkan, dia selalu membuat perusahaan itu mendapatkan suntukan dana entah dari mana saja" ucap Alberto sedikit menaikkan nada suaranya, pertanda pria itu kesal dengan perusahaan Sean yang tidak bisa rebut olehnya


"ternyata tidak mudah Al, kita harus melakukan penyerangan sekarang. aku tidak tahan lagi melihat Amira dan anaknya itu menderita lebih dalam. amarahku dulu belum hilang setelah melihat anak Erlan yang sangat mirip dengannya"ucap Aaron yang sangat dendam dengan ayah kandung Sean, Erlan.


"saya akan siapkan tuan Aaron. jangan khawatir hal itu. saya sudah memantau situasi sejak lama, saya juga sudah menghubungi Andrew dan Alexander melihat situasi di Indonesia

__ADS_1


"baiklah kalau begitu, jangan lupa menghubungiku kalau ada info terbaru" ucap Aaron dan langsung mengakhiri panggilannya, pria itu tersenyum membayangkan bagaimana keturunan Erlan mengalami nasib yang sama dengan dirinya


bahkan Aaron berencana untuk membuat Amira merasakan apa yang ia rasakan dulu, mencintai wanita yang menjadi istri dari tuannya sendiri dan melihat mereka hidup dnegan snagat bahagia, membuat Aaron ingin membalaskan dendam itu pada Erlan dan Amira


jauh dari hiruk piruk kota dikediaman Aaron, saat ini Amira sudah sampai di indonesia, tanah kelahiran dirinya dengan banyaknya masalalu yang ia tinggalkan disana, wanita itu langsung menuju hotel yang sudah disiapkan oleh sekretaris Lay


dengan berencana akan menemui Anna beserta keluarganya untuk menanyakan keberadaan Sean putra semata wayangnya yang saat ini entah berada dimana. wanita itu langsung bersiap-siap untuk bertemu dengan orang yang ia hindari selama ini


skip


pagi harinya, sesuai dengan jadwal Amira di negara ini, wanita itu langsung bersiap-siap untuk kepergianya menemui keluarga Emilo, dengan membawa perasannya yang bercampur aduk, Amira memberanikan diri bertemu Anna, masalalunya


"saya ingin bertemu dengan Anna" ucap Amira saat sudah berada didepan rumah Anna dengan bantuan sekretaris Lay yang mengurus semuanya keperluannya selama di Indonesia


"maaf anda siapa?, dan nyonya Anna sedang berada diluar saat ini" ucap pengawal gerang yang melihat Amira snagat asing menurutnya


"saya Amira, saya ingin bertemu dnegan Anna atau suaminya. dimana dia sekarang?" tanya Amira dengan sopam, namun dalam hatinya merasa grah dan kesal


"maaf.. nyonya Anna sedang ada acara, kalau mau anda bertemu dengan tuan Xeno saja kebetulan dia lagi dirumah baru pulang" ucap pengawal itu dan menyuruh Amira untuk masuk dan menelfon penjaga dirumah itu bahwa mereka punya tamu untuk Xeno

__ADS_1


"baiklah, kalau begitu terimakasih" ucap Amira tersenyum akhirnya ia bisa masuk kedalam rumah itu dan bertemu keluarga Emilo


next novelku๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡


__ADS_2