
~Xena
Hari mulai gelap, tidak terasa kami benar benar menghabiskan waktu selama seharian dilaut, mulai dari mencoba banyak permainan dan beberapa makanan yang menurut kami sudah lama tidak menikmatinya, dan sekarang sudah pukul 6 sore hari,
Sean dan sahabatku yang lainnya sudah melangkah untuk kembali keVilla, namun berbeda denganku dan Renata kami berdua masih enggan untuk meninggalkan tempat ini, taapi berhubung malam ini kami harus pulang dan besok mengantarkan Sean kebandara, kami juga harus ikut pulang
"Xen, apa kamu yakin akan melepaskan Sean melanjutkan sekolahnya di AS?' tanya Renata yang melihat kearahku dnegan wajah yang penuh tanda tanya, sahabatku yang satu ini memang yang paling mengerti diriku dengan pasti
"yakin Ren, lagipula Sean berjani jika nanti sudah selesai akan melanjutkan hubungan kami keserius,aku yakin dia bukan pria yang tidak bisa pegang janji" ucapku dnegan penuh keyakinan, aku dan Sean sudah lama berteman, bahkan Sean gabung bersama kami karna aku dia lebih dulu mengenal aku ketimbang yang lainnya
dulu kami memang sudah membentuk kelompok disekolah, karna aku,Xeno abangku dan Gibran sepupuku selalu bersama sama, begitu juga dengan Renata dan Ivanka adalah saudah sepupu, dan Oliv serta Fathan adalah sahabat lama yang memang orantua mereka sangatlah dekat
begitulah kami bertemu, satu dnegan yang lain mendekat dan membentuk kelompok kami, dan saat itu, kami masih anak anak, sekolah disalah satu SD yang begitu populer dikalangan masyarakat kelas menengah keatas, dan Sean saat itu adalah murid pindahan dari luar ngeri
sifat dan kepribadian Sean yang sangat susah untuk didekati oleh orang lain, saat itu Sean hanya tau belaajar dan berdiam diri dikelas, didekati oleh Xeno dan Gibran ia selalu menjauh, sangat independen dan menyendiri, kami bahkan selalu bingung dengan sifatnya yang speerti itu, dan anak anak lain bahkan sering mengejeknya dan menjadikannya bahan bercanda
sampai akhirnya aku mendekatinya dijam istirahat, ia berada diperpustakaan, anak kecil seumuran kami kala itu harusnya masih asik bermain dnegan teman teman, namun Sean berbeda ia selalu belajar dan menghabiskan waktu untuk membaca buku
kenangan itu membuatku sangat dekat dan sampai sekarang slaing memiliki rasa satu dnegan yang lain, mulai dari sekolah dasar sampai selesai menempuh pendidikan menengah atas kami selalu bersama, dan sekarang harus berpisah jauh, aku merasa sedikit tidak tenang namun dengan ucapan Sean aku isa yakin dnegan hatiku
"aku sih percaya aja dengan Sean, namun kita tidak tau bagaimana kehidupan disana Xen" ucap Renata dnegan mengangkat bahunya, aku juga mencemaskan itu, namun aku masih bisa meyakinkan diriku
"tidak Ren, kita lihat saja kedepan, hanya empat tahun, apa lamanya empat tahun untuk kita" ucapku dan diangguki sahabatku itu, kami melangkah dan mengikuti yang lainnya untuk bersiap siap
__ADS_1
sampai di Villa, kami langsung mandi dan menyiapkan semuanya, barang yang kami bawa dengan perkiraan lebih lama disini menghabiskan waktu akhirnya tidak terwujud, kami harus pulang dalam waktu sau hari, snagat kecewa namun tidak bisa diubah, Sean juga tidak memaks kami, namun kami yang harus inisiatif sendiri
"Xen, apa kita tidak tinggalkan saja disini sebagian, mungkin nanti setelah mengantar Sean, kita kesini lagi" ucap Oliv yang juga pusing dengan barangnya yang begutu banyak, padahal harusnya memang kami tidak perlukan, tapi namanya cewek ya begitulah
"iya juga yakk, boleh sih aku juga susah membawa ini bolak balik" ucapku menganggapi perkataan Oliv, dan Ivanka juga Renata setuju, kami hanya membawa barang seperlunya saja
sementara dikamar sebelah, yang lainnya sedang mempersiapkan diri, aku masuk kedalam dan melihat empat pria yang sedang bersiap juga,
"ada apa Xen?"tanya Fathan yang melihatku lebih dulu dan menoleh kearahku, aku menggeleng tanda jawabanku dari pertanyaannya
"tidaak, aku hanya ingin memberi usul pada kalian," ucapku dan mereka menghentikan kegiatannya, menoleh dan menatapku dnegan penuh tanda tanya
"ada apa Xen!!?' tanya abangku Xeno, dia memang selalu dingin dan sedikit tajam meliahtku, seperti tidak senang aku saudaraya
"jadi kami tadi sudah sempat berbicara, besok ketika selesai menganttar Sea, kita kesini lagi jadi tidak perlu membawa barang kalian semua pulang, toh juga kita akan kesini lagi" ucapku dan menatap mereka satu persatu dan menunggu jawaban
"bagaimana?" tanya ku kepada mereka berempat, tidak ingin lama lama untuk bisa beristirahat dirumah nati, terllau capek kalau besok langsung jalan lagi
"aku sih setuju aja, aku ikut dnegan kalian" ucap Gibran yang memnag siselalu ikutan saja, tidak ada usul yang ia tolak selama itu dari kami
"aku juga ikut saja, bagaimana baiknya" ucap Fathan dan kini tinggal Xeno sisusah diajak dan slelau megeran jika diajak kemana mana
"ya sudah kalau begitu, aku juga ikut saja. bagaimana kalian sepakati, aku tidak menolak kali ini" ucap Xeno memutuskan, dan aku menganggu paham, dan pamit untuk kembali kekamar
__ADS_1
namun saat aku keluar, Sean juga mengikutiku dan menarik tanganku untuk mengikutinya, aku tidak menolak, bahkan ikut saja kemana ia membawa aku, aku juga butuh waktu banyak dnegannya sebelum akhirnya besok kami berpisah
"ada apa Sean?' tanyaku dan menatap Sean yang asik melihatku dengan attapannya yang snagat dalam, menusuk hatiku dan membuat jantungku bergoyang tidak karuan
"aku merindukanmu, kelak jika aku menelfonmu atau ingin VC padamu, jangan menolakku oke?" ucap Sean dan memeluk tubuhku dengan erat, sungguh ini terlalu manis dan dia mengeluarkan sikap manjanya sekarang depanku
"Sean, nanti ada yang melihhat" ucapku sambil melepaskan pelukan pria ini, namun ia malah semakin memeluk erat dan enggan melepaskanku, ahh sudahlah aku juga menginginkan hal ini
"Xen, aku ingin kamu menungguku sampai aku kembali, jangan mendekati cowok lain dan jangan buka hatimu untuk mereka hemm?" ucap Sean melepaskan pelukannya dan melihatku, menatapku dan mencium keningku, ahh ayolahh aku hampir mleyot dan menjingkrak kesenangan
"iya aku tau Sean, kamu juga harus jaga diri kamu disana, jangan tergoda dengan wanita yang disana, aku menunggumu disini selalu" ucapku tersenyum, memberikan senyuman tulus dan menenangkan untuk Sean, aku tau dia khawatir jika aku tinggal disini
"tapi aku takut Xen...." ucap Sean lagi dan mendusel dileherku, bak anak kecil yang merajuk pada ibunya agar diberikan permen begitulah Sean, aku tdak habis pikir pria dingin dan datar ini bisa semanja ini, astaga aku hampir tidak percaya
"tidak usah takut, selama kamu tidak melakukan hal yang slaah, aku pastikan kamu yang aku tunggu" ucapku tertawa kecil, melihat tingkah Sean seperti ini, aku malah gemas dan ingin menggigitnya sekarang
"hemm baiklah, jaga dirimu disini. aku akan menyempatkan waktuku untuk emnghubungimu atau bahkan menemuimu disini, ahhh empat tahun sangatlah lama Xen" ucap Sean kembali memlukku, ia sangat enggan untuk pergi, namun mamanya memaksa untuk secepat mungkin
aku tidak tau kenapa mama Sean menyuruh anaknya untuk segera ke As, padahal Sean baru kemarin lulus sekolah, bahkan belum sempat merayakan hari lulus bersama namun mama Sean sudah ingin cepat pergi, aku tidak tau masalah apa yang dialami oleh keluarga mereka
"jaga diri baik baik disana, aku pasti akan sibuk untuk mengembangkan hobbyku, dan kamu pasti sibuk dengan perusahaan kalian Sean" ucapku dan pria ini mengangguk setuju, kami akhirnya kembali bergabung dengan yang lain agar cepat berangkat, karna akan memakan waktu kurang lebih tiga jam diperjalanan
lanjut novelku👇👇👇
__ADS_1