Klise Diarama

Klise Diarama
Part 33, Kekacauan


__ADS_3

**Author **


Setelah hampir menaiki semua wahana yang ada disana, Xena membawa Sean untuk makan siang terlebih dahulu, bukan makan siang lagi namanya karna sekarang sudah pukul 15.30 karna keasikan dengan permainan Xena bahkan tidak ingat makan kalau tidak Sean yang mengingatkan dirinya.


gadis itu memilih makan siang di kafe terdekat ditempat mereka, sebenarnya tidak terllau lapar untuk Xena namun karna melihat Sean yang terus menerus memaksa dirinya untuk makan, mau tak mau Xena akhirnya memilih beberapa makanan dan minuman untuk mereka berdua


"sayang, jangan dilihatin aja dong, makanlah sedikit saja" ucap Sean karna Xena hanya diam tak berkutik semenjak makanan mereka datang


"iya Sean, sebenta dulu, aku sepertinya melihat orang yang ku kenal disini" ucap Xena dan mengedarkan pandangannya kesekeliling mencari orang yang ia maksud, sungguh tadi Xena benar-benar melihat orang itu


"siapa sayang?' tanya Sean yang juga tidak jadi makan karna melihat Xena yang masih mencari oarang yang ia maksud


"nahhh itu mereka Sean, ternyata mata ku tidak salah mengenali orang, hah!! dasar munafik" ucap Xena dan berpindah posisi duduk kesamping Sean, mereka melihat orang yang dimaksud oleh Xena


"siapa dia sayanng?, apa kamu dekat denganya, mengapa tidak langsung sapa saja?" Sean bertanya banyak kepada Xena namun gadis itu tak kunjung menjawabnya, malah diam dan menutup mulut Sean dnegan tangan mungilnya


"kenapa sihh?" tanya Sean heran dan kesal dnegan sikap Xena yang hanya diam dan menyuruh dirinya untuk ikut diam


"kamu lihat pria itu, dia adalah orang yang dijodohkan untukku Sean, dan ternyata dia sendiri sudah punya pasangan. lantas kenapa masih bersikeras untuk ikut dengan perjodohan itu" ucap Xena panjang lebar dan marah melihat Brian yang menggandeng seorang gadis namun tetap kekuh untuk melanjautkan perjodohan mereka


"aku pikir kamu kenapa Xen, kalau begitu kamu foto saja dia dan wanita itu dan kirim kepada om dan tante maka mereka akan membatalkan perjodohan kalian" ucap Sean memberikan saran kepada Xena


"kamu benar Sean, aku harus membuka kedok pria itu dan membatalkan perjodohan kami" ucap Xena dan mengambil beberpa foto Brian dnegan wanita yang dia gandeng


namun belum sempat mereka makan, Bram menyadari keberadaan mereka disana dan langsung menghampiri tempat duduk mereka dengan gaya yang angkuh dan meraasa tidak bersalahnya


"Xena.... ngapain disini, dan siapa dia?" tanya Bram dengan menunjuk kearah Sean sambil melepaskan tangannya dnegan wanita disebelahnya

__ADS_1


"dia Sean, dia adalah kekasihku yang kuceritakan dulu padamu, Sean kenalkan ini Bram" ucap Xena dengan  santai namun dalam hatinya ia menyimpan marah karna Bram begitu percaya diri menghampiri mereka dengan wajah tak tau malunya


"salam kenal Sean,saya Bram yang dijodohkan dengan Xena" ucap pria itu sambilmeglurkan tangannya, sangat sepele melihat Sean dan memandang remeh Sean


"ehmm.. saya sudah dengar itu dan tidak ada kaitannya dengan saya" ucap Sean santauyy dan tidak terpancing sedikitpun dengan kata-kata Bram


"bagsulah kalau begitu" ucap Bram malu karna mendapat jawaban yang tidak sesuai ekspetasinya dari Sean


"lalu apakah kamu tidak akan memperkenalkan kekasihmu pada kami Bram" ucap Xena sengaja memancing Bram agar tidak mengatakan hal yang berlebihan lagi, bukan karna apa Xena hanya tidak suka melihat sifat angkuh Bram yang menrutnya itu sangat memalukan


"dia bukan kekasihku Xen, dia hanya teman kerja ku yang sengaja aku ajak keluar" ucap Bram tanpa tau malu, namun wnaita disampingnya juga tidak berkutik apa-apa, seolah membenarkan apa yang diaktakan oleh Brian tentang dia


"ohhh begitu kah, aku baru tau teman kerja bisa diajak kencan" ucap Xena sambil tersenyum remeh membuat Bram tidak suka dan mengalihkan pembicaraan mereka


"lalu, bagaimana hubungan kita Xen. apa yang akan kamu katakan kepada om dan tante tentang hubungan kalian berdua ini, atau sekalian saja akku kasih tau mereka sekarang" ucap Bram dan mengambil ponselnya memberitahu kepada orangtua Xena


"Bram jangan melakukan hal diluar batasmu, aku dan kau hanya dijodohkan tidak ada kaitan apapun selain itu" ucap Xena marah karna Bram keterlaluan berbuat semaunya


"hah!!!, kenapa harus takut kalau mama dan papa saja sangat mengenal baik Sean jauh sebelum kalian bertemu" ucap Xena dengan penuh penekanan dan langsung menarik Sean dari sana, menghindari Bram bukan karna takut orantuanya tau tapi karna tidak mau berdebat lebih jauh lagi dan merusak hari libur mereka


"kenapa harus menghindar sayang, aklau bisa mulut pria itu harus dibungkam sekarang kenapa tidak?" ucap Sean yang baru buka suara setelah Xena mengajaknya keluar dari cafe tempat mereka makan tadi


"aku hanya tidak ingin ada sampah yang menganggu hari libur kita, lagupula kta hanya punya waktu hari ini saja untuk bersama, setelah itu kamu akan pulang ke Amerika dan aku akan tinggal disini" ucap Xena memasang raut wajah sedihnya,


"tenang saja Xe, aku akan menepati janjiku meskipun itu akan sedikit sulit dan banyak tantangan" ucap Sean emyakinkan wanitanya agar tetap berfikir optimis dengan hubungan mereka


"baikla, kalau begitu kita harus mencari tempat yang lain lagi, seertinya ratuku sedang tidak baik moodnya" ucap Sean dan menarik tangan Xena pelan dan menuju mobil mereka

__ADS_1


masih ditempat yang sama, Bram malah marah dan gusar setelah kepergian Xena dan Sean, pria itu marah karna Xena sangat berani kepadanya dan mengabaikan dirinya begitu saja


"kita pulang!!" ucap Bramn kepada wanita yang menjadi temannya dan yang dia sebut tadi teman kerjanya


Dirumah Xena


jam menunjukkan pukul 10.00 WIB, Xena pulang dengan perasaan yang bercampur aduk, ia merasa senang karna satu harian bersama Sean dan menghabiskannya tanpa jeda sedikitpun, namun ia juga merasa sedih karna malam ini juga Sean akan pulang ke Amerika dan akan bertemu entah kapan lagi


"ini dia, dari tadi udah ditungguin malah pulang larut malam" ucap papa begitu ketus dan melirik Xena sangat dalam dengan wajah yang tidak bersahabat


"ada apa?" tanya Xena sopan dan seperti biasa dia akan langsung berjalan kekamarnya tanpa melihat siapa yang ada disana


"dasar anak tidak tau diri, apa kau tidak lihat ada orang lain disini selain kami?' tanya papa dengan suara yang keras membuat Xena langsung terkejut, baru pertama kali ini Xena mendnegar papanya berbicara seperti itu kepadanya


"maaf.. aku sangat lelah hari ini, izinkan aku ke kamar lebih dulu" ucap Xena namun belum sempat melangkah papanya berdiri dan menarik tangannya untuk ikut duduk bersama mereka, ternya orangtua Bram dan pria itu ada disana menunggu dirinya sejak tadi


"apa kabar nak Xena, kamu semakin hari semakin cantik saja" ucap mama Bram dengan senyuman naun membuat Xena tidak suka pada wanita paruh baya itu


"kabar baik tan, terimakasih" ucap Xena dan mengalihkan pandangangannya


"jadi begini nak, kedatangan kami kesini utnuk membicarakan soal pernikahan kalian yang akan digelar dua minggu lagi. kata Bram dia sudah tidak sabar menjadikanmu istrinya" ucap mama Bram dengan tersenyum dan meraih tangan Xena, berharap gadis itu tdak menolak


"kenapa dipercepat pa?, kan katanya nunggu aku selesai kuliah dulu?" tanya Xena kurang suka mereka mengatur dirinya begitu


"itu keinginan Bram, kami juga telah sepakat untuk hal ini, jadi kamu persiapkan dirimu dan serahkan sisanya kepada mama dan tantemu" ucap papa singkat mmebuat Xena tidak bisa berkutik lagi


mamanya?, dia pun tidak bisa mengatakan apa-apa, sejak mereka menikah papa yang mengatur semuanya dirumah namun tetap memperimbangkan keputusan mama, namun kali ini papa seperti dirasuki setan berubah 180 derajat dari sebelumnya

__ADS_1


"kalau begitu, besok kalian mencari cincin" ucap mama Bram dengan tersenyum, entah apa yang mereka rencanakan dan papa sebegitu percaya kepada mereka, ataukah mereka ada rencana dibalik semua ini?


next novelku👇👇👇


__ADS_2