
~Xena
mulai dari kejadian yang dulu, aku tidak lagi memikirkan apa yang dikatakan orang lain,aku menjalani hari hari ku seperti biasanya, aku masih berjuang untuk membangun butik yang sudah kami mulai bersama sahabatku Oliv, aku tidak lagi memikirkan tentang perjodohan yang dilakukan oleh papaku, bahkan hubungan kami saja sudah agak jauh, menyapa papa saja aku enggan, kalau dulu kami bercanda bersama tapi sekarang hubungan itu semakin jelas terlihat
seperti hari ini, aku dan abangku akan pergi kekampus, aku sudah menyiapkan apa yang seharusnya aku bawa. aku juga sudah menyiapkan bekal yang akan kubawa kekampus, juga abangku. namun jika dibilang pamitan dengan papa aku akan menjauh dan langsung pergi saja
"ayo bang cepatlah, nanti kita telat" ucapku berteriak kepada abangku yang masih sempatnya pamit kepada mama dan papa, aku bahkan tidak menoleh kebelakang lagi, "iya sebentar" ucap abangku dan langsung berlari kecil menghapiri mobil yang kami pakai
sesampainya di kampus, aku langsung turun dari mobil dan masuk kelas, sudah beberapa minggu ini aku menjadi sosok pendiam dan sedikit cuek dengan keadaanku, aku tidak peduli lagi dengan segala sesuatunya, aku berjalan dan menikmati setiap alur cerita hidupku, menurutku tidak ada lagi yang baik selain menikmati hidup
"kenapa wajahmu sedikit muram Xen?, apakah ada masalah atau mungkin papamu kembali mengungkit hal itu?' taya Oliv yang peka melihatku sedikit kusam, aku bukan marah hanya saja begitulah jika sudah lelah menghadapi manusia dan isinya
"tidak ada Liv, aku hanya lelah saja dan seikit begadang"jawabku singkat, entah mengapa akhir akhir ini semangatku turun. tidak seperti dulu lagi yang pencicilan dan barabar, juga heboh dan akan tertawa lepas jika ada sesuatu yang lucu
"kenapa akhir kahir ini kamu sangat murung Xen, bukankah kamu bilang akan berubah dan meninggalkan semuanya" ucap Oliv sambil duduk disampingku dan menepuk pelan bahuku, ia tau kalau aku memikirkan sesuatu
"aku masih mencoba Liv, aku belum bisa untuk terbiasa melakukan itu" ucapku dan tersenyum, aku segera mengalihkan pandangan dan mengganti topik pembicaraan kami
"kita lanjutkan ini yuk, ntar siang kita harus kebutik untuk melakukan sisa yang kemarin" ucapku dan menarik tangan sahabatku itu, aku tidak ingin terus menerus menjadi topik pembicaraan dan menjadi pembahasan kami, aku bukannya tidak mau berbagi tapi menurutku lebih baik memendam sendiri dari pda harus cerita dan membebani mereka
~Sean
mungkin sudah waktunya dan memang takdir seperti ini, Tuhan tidak pernah membiarkan kita dalam masalah yang rumit dan diluar dari kemampuan kita, aku tau sangat jelas teori itu, dan saat ini aku percaya bahwa semua masalah yang aku alami membuahkan hasil yang baik.
__ADS_1
sudah tiga tahun kami berpisah, aku fokus membangun perusahaanku dan membangun jaringan dengan rekan bisnis ku yang lainnya, namun disatu sisi banyak tekanan dari mama yang belakangan ini terus menerus memaksaku untuk melakukan pertunangan dengan Celin, namun aku menolak dan kukatakan aku akan bertunangan dengannya ketika kami lulus nanti
sedangkan dia, gadis yang membuatku tidak tertarik dengan yang lain sampai saat ini sibuk meniti karir dan memperluas relasinya dengan pengusaha bidang retail yang lainnya, aku masih setia kepadanya dan tetap bertanya kabarnya dari sahabatku Xeno, masih memantau dia dan bagaimana perkembangan karirinya
aku memang sempat berfikir untuk melupakannya, toh juga kami sama sama dijodohkan dan tidak akan bisa lepas dari jerat yang sudah dibuat oleh orangtua kami, namun hatiku mengatakan tidak, belum lagi Xeno dan yang lainnya terus memberikan semangat dan saran yang baik, itu menjadi alasanku untuk bertahan
saat ini aku sudah mempunyai cabang perusahaan dibeberapa negara, bukan hal yang mudah membangun hal itu, mengalahkan beberapa pengusaha lainnya dan bertahan dengan posisi yang sudah kuraih sampai saat ini
aku sempat tidak makan beberapa hari, hanya minum kopi dan beberapa cemilan, pernah tidak tidur selama dua tiga hari, pernah ketinggalan mata kuliah dikampus dan mengulang, pernah tiba tiba ditelfon saat aku sedang belajar dikelas, banyak hal yang harus aku lakukan dan itu tidaklah mudah
jika ada yang bertanya apakah aku sekuat itu, tentu saja jawabannya adalah tidak. namun aku hanya melihat kebelakang sudah seberapa jauh aku melangkahkan kakiku sampai saat ini, dan hal itu tidaklah sesuatu yang semua orang bisa rah
hari ini, aku harus bertemu dengan Celin, dan itu karna mama yang menyuruhnya datang kerumah dan agar aku temani berbelanja, sebenarnya aku tidak mau namun tidak bisa menolak, mama selalu mengancamku
"iya, suruh dia tunggu sebentar lagi" ucapku dan masih melanjutkan pekerjaanku, namun tidak lama aku harus turun dan bersiap untuk pergi
~Othor
Sean dan Celin sedang berjalan melihat apa yang dicari oleh Celin, Sean sebenarnya sangat malas tapi ini sudah menjadi perintah mamanya dan tidak bisa ia tolak
"SCelin cepatlah ambil apa yang kau car, aku tidak punya banyak waktu unuk menemaimu hanya berkeliling saja, itu kerjaan orang bodoh" ucap Sean marah dan kesal, entah apa yang dicari olh gadis itu yang sedari tadi hanya berkeliling saja tanpa membeli sesuatu
"sabarlah Sean, namanya juga cewek pasti lama kalau berbelanja, dari tadi aku tidak ada tertarik dengan sesuatu apapun disini" ucap Celin yang memang sengaja mengajak Sean berkeliling agar bisa mneghabiskan waktu yang cukup lama
__ADS_1
"kau membuat wktu habis tidak berguna, sama sepertimu yang tidak berguna, kau itu" ucap Sean, nada ucapan Sean meninggi dan langsung meninggalkan Celin sendiri disana, Sean memilih pulang dan melanjutkan pekerjaannya dirumah, Celin bukanlah orang sepenting itu untuknya
"Sean!!!!" teriak Celin namun pria yang dipanggilnya itu tidak menoleh sedikitpun, Celin langsung berari mengejar Sean, naun pria itu terlanjur jauh dan akhirnya waktu mereka kacau tidak berguna
"dasar kau Sean!!, awas saja kau nanti. akan kubuat kau menjadi budakku ketika kita menikah, akan kubuat kau mencintaiku dan hanya aku Sean!!" ucap Celin didalan taksi, Sean sudah pulang lebih dulu dan meninggalkannya disana, terpaksa ia naik taksi untuk pulang kerumahnya
sesampainya dirumah Sean, dengan wajah masam Sean masuk kedalam kamarnya dan melihat mamanya yang duduk diruang tamu tanpa menyapa Sean langsung masuk begitu saja
" Sean, dimana Celin?" tanya mama Sean, Erna langsung berdiri dari tempatnya da mengikuti Sean masuk kedalam kamar, wajah anaknya sangat berbeda dengan sebelumnya
"ada apa Sean, dimana Celin?'tanya Erna dengan waah yang bingung, ia sedikit emosi melihat sikap Sean yang masih dingin dan datar, ia bisa melihat bagaimana Sean jika marah, bahkan dirinya pun tidak akan berharga sedikitpun
"bisa tidak sih mama cari gadis lain, cari gadis yang memang bisa ngertiin aku, gadis yang bisa support aku dalam bekerja gadis yang bisa menjadi temmpatku mengadu. bukan gadis yang tidak berguna dan tidak ada yang bisa diandalkan darinya!!" teriak Sean dnegan wajah yang merah karna emosinya yang sudah mencapai puncak, tadi ketika pulang ia sudah menahan namun Erna mamanya tetap bertanya tentang Celin dan memicu emosinya kembali
"ada apa Sean?, kenapa marah pada mama, apa salahnya mama mendekatkan kau dengan Celin, dia gadis yang acntik dan kaya. status sosialnya tinggi, dia anak yang berasal dari keluarga yang jelas, tidak seperti gadis yang kau banggakan itu, keluarganya saja tidak jelas apalagi dia!!" jawab Erna tidak kalah keras dari suaraSean, anak dan ibu itu saling tatap dan adu emosi
"tapi setidaknya Xena jauh lebih baik dari pada gadis pilihan mama, dan satu lagi Xena jelas berasal dari keluarga yang jelas, jangan pernah mengatakan hal buruk tentang dia" ucap Sean dan meninggalkan Erna disana, tidak ingin berlama lama melihat wajah mamanya yang membuatnya semakin emosi
"iya, karna kalian sama!. kau dan gadis tidak jelas itu sama sama berasal dari lingkungan yang tidak jelas, kau tau itu!!' ucap Erna meluapkan isi hatinya, tidak ada yang tau apa maksudnya namun Sean langsung menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakng
"aku sudah tau, dan akan semakin tau!!" ucap Sean dan melangkah keluar, begitu banyak teka teki yang masih tertutup rapat diantara mereka, namun semakin hari Sean semakin tau dan mengerti apa yang sebenarnya terjadi. dan apa yang terjadi dimasa lalu?
lanjut novelku👇👇👇
__ADS_1