Klise Diarama

Klise Diarama
Part 37, Merintis dari Awal


__ADS_3

Author


Setelah Sean menceritakan semua yang sudah terjadi, Xena langsung memeluk kekasihnya dengan erat, tidaklah mudah untuk Sean sampai erada disisinya saat ini,bukan tentang apa yang sudah ditinggalkan Sean di AS, namun semua ang sudah ia lakukan selama ini tidak mudah utnuk dilewati


hampir 4 tahun berjalan, hubungan mereka hampir 4 tahun sejak mereka lulus SMA dulu, mereka bahkan tidak menyangka jika cerita yang mereka mulai akan seperti ini, sangat jauh dari ekspetasi mereka berdua, dulu mereka berfikir kalau mamanya Sean akan merestui mereka karna sudah kenal dekat dnegan keluarga Xena, namu apa yang mereka dapat sekarang? bahkan untuk menceritakan Xena saja pada mamanya Sean tidak pernah


"aku akan bahagia denganmu, jangan tinggalkan aku" ucap Sean dengan suara parau, ternyata pria itu diam-diam meneteskan air mata dipelukan Xena


Xena bahkan merasakan air mata Sean membasahi bajunya dan semakin mengeratkan pelukannya kepada pria itu, Xena merasa gagal menjadi wanita yang selalu membuat Sean bahagia, padahal selama ini Sean selalu melakukan apapun untuk dirinya, bahkan rela melepaskan kebahagiaannya sendiri demi dirinya


Xena sendiri selama ini baik-baik saja menjalani kehidupannya, meskipun ia dijodohakn sejak dulu, namun untuk kehidupan sehari-haro Xena masih bisa berjalan seperti biasanya, hanya saja dia terkadang tidak suka dengan tindakan orangtua Bram yang terkesan memaksa untuknya dan memuat Xena risih


"tenang saja Xen, aku disini dan akan selalu disini untukmu. ayo kita mulai lagi dari awal, kita rintis sama-sama dan kita buktikan kepada mereka bahwa kamu mampu dan layak untuk bahagia" ucap Xena tersenyum ahngat, disambut dengan pelukan dan ciuman yang mendar dibibir gadis itu


"huh...huh...huh.."


nafas keduanya tersengal-sengal menikmati kerinduan dan slaing menyalurkan cinta mereka satu sama lain, tidaklah bisa dipunkgiri jika Xena pun ingin merasakan sentuhan lembut Sean yang sedari dulu ia inginkan, gadis itu bukan lagi anak SMA yang takut untuk melangkah maju, tetap gadis yang sudah dewasa dalam keadaan yang mereka lalui selama beberapa tahun ini


"ayo menikah Darl" ucap Sean tiba-tiba ketika ciuman mereka terlepas, Sean meraih pipi Xena dan menangkupnya dengan lembut, tatapan mereka saling beradu satu sama lain

__ADS_1


"Sean.... kamu jangan bercanda" ucap Xena yang tertawa renyah, mana mungkin Sean serius mengajaknya mmenikah setelah masalah yang masih ada dalam hubungan mereka, bahkan mereka disini pun dalam pelarian


"siapa yang bercanda Darl, aku serius mengajakmu menikah. apakah kamu tidak yakin padaku?' tanya Sean dengan menaikkan alisnya sebelah dan menatap Xena dengan ekspresi menunggu jawaban dari wanitanya


"bukan begitu Sean, tapi apa kamu yakin dnegan ucapanmu barusan? menikah? kamu udah siap dengan smeua konsekuensi yang akan kita lewati nanyi?' tanya Xena dengan serius dan beberapa pertanyaan secara spontan membuat Sean hanya tertawa kecil mendengar apa yang disampaikan wanitanya, bisa-bisanya Xena masih memikirkan hal itu dikala dirinya sudah lulus memikirkan itu


"hahhahaha.... kamu lucu Darl" ucap Sean santai menanggapi perkataan Xena yang terlihat mengkhawatirkan semua hal tentang ajakan Sean barusan


"aku serius Sean, kamu malah tertawa seperti ini, huh dasar tidak bisa serius" ucap  Xena yang mulai kesal dengan tanggapan Sean terhadap pertanyaannya


"tidak Darl.. astaga aku ahkan tidak isa berkata-kata melihat ekspresi menggemaskan mu" ucap Sean dan mengecup pipi Xena dengan gemas, Sean kembali memperbaiki posisinya dan menatap Xenaa dengan hangat dan mulai bicara


"namun, kita juga tidak bisa melulu mengikuti perkataan orangtua yang kita tidak sukai, aku akan meniakh dan mulai merintis karir dari awal denganmu, aku sudah persiapkan semuanya. kita akan tinggal dirumah yang sudah ku beli sejak dua bulan lalu" ucap Sean tersenyum dan mengelus rambut Xena dengan lebut, perlakuan pria tu bahkan membuat jantung Xena berdetak lebih kencang dua kali dari biasanya


"lalu sampai kapan kita tinggal disini Sean?" ucap Xena lagi, ia juga tidak bisa lama-lama meninggalkan Olive yang mengurus butik mereka di Indonesia sementara dirinya pergi dengaan tanggung jawab yang masih dia pikul


"sampai waktu yang tidak bisa ditentukan Darl, kita harus bergerak leboh cepat agar bisa cepat juga pulang ke Indonesia" ucap Sean dan diangguki oleh Xena, keduanya sepakat bahwa hari ini akan emndaftarkan pernikahan mereka dinegara Singapur dengan bantuan Sekretaris Lay dan Xeno serta lainnya


Sementara di Indonsia, tepatnya dirumah keluarga Xeno orangtuanya sedang pusing mencari keberadaan anak gadis mereka yang pergi tanpa kabar sudah dua hari ini, semenjak hari kelulusan mereka dua hari lalu, Xena tidak terlihat sepertio ditelan bumi saja, tidak ada kabar menganai gadis tersebut pergi kemana.

__ADS_1


"ma.. ini tanggung jawab mama, mengapa bisa Xena kabur dengan begitu saja bahkan semua teman dekatnya tidak ada yang tau dia kemana!!" ucap Andrew papa dari Xeno dan Xena, pria itu tampak marah kepada istrinya Anna karna kepergian Xena yang tidak mereka ketahui


"mengapa papa malah menyalahkan mama?, bukankahkarna papa menjodohkan Xena dengan anak rekan bisnis papa membuat putriku jadi seperti ini!!, dari dulu papa memang hanya ingin mencapai apa yang papa ingikan, tanpa melihat siapa yang tersakiti" ucap Anna yang tidak tahan lagi dengan amarah suaminya


sejak kepergian Xena, keduannya sering bertengkar dan memperdebatkan kepergian Xena, saling menyalhakan satu sama lain, terlebih Anna yang merasa kehilangan putrinya darah dagingnya sendiri dan kenangannya dari suaminya dulu, itu adalah pemberian Abednego yang ia miliki sampai saat ini


"dengar ya ma!!, selama Xena belum pulang jangan harap keluarga ini akan baik-baik saja, mau ditarok mana muka papa dengan rekan bisnis papa lainnya ma!!, apa yang akan papa katakan kalau mereka tau kalau anak yang papa besarkan selama ini kabur meninggalkan tunangannya" ucap Andrew tak kalah emosi


keduanya tersulut emosi yang sudah tingkat itnggi, smapai Andrew mengungkit masalah mereka dimasa lalu, mengungkit bahwa Xeno dan Xena bukan anak kandungnya, yang selama ini ia besarkan seperti anak sendiri dan publik sampai tidak tau rahasia keluarga tersebut


"ohhh jadi papa ingin mengingat bagimana papa menerima mama yang membawa mereka kepernikahan kita?, papa mau ungkit kebaikan papa selama ini kepada kami?" ucap Anna dengan mata yang sudah berkaca-kaca, ia tidak mampu membahas hal tersebut, mengingatkannya kepada kejadian kelam dimsa lalu


"memnag begitu kenyataannya ma, jangan pernah lupakan itu!!, mereka bukan darah dagingku tapi aku menghidupi mereka seperti anakku sendiri, apa salahnya aku meminta balasannya sekarang, hanya menyuruh Xena menikah dengan anak rekan papa, apakah itu berlebihan dengan apa yang selama ini papa berikan untuk kalian?' ucap Andrew yang semakin mengungkit lebih dalam masa lalu mereka


"tidak pernah aku sangka Dre kalau kamu ternyata seperti ini, ku pikir dulu kami menerima aku karna mencintai aku dan anak-anakku, tapi ternyata?, kamu bahkan menginginkan balasan dari kebaikanmu selama ini, dnegan menyiksa putriku dan menghancurkan keinginnanya mencintai orang lain" ucap Anna meningglakan suaminya


wanita itu berlari masuk kekamar mereka, dengan Adrew yang masih tersulut emosi berdiri tak jauh dari kamar mereka, semua pelayan rumah bahkan tidak berani lewat didepan tuannya, semuanya kembali pada kesibukan masing-masing


"hah!!, apakah ada orang yang membantu tanpa pamrih?" ucap Adrew pada dirinya sendiri dan berjalan menuju kamar pribadinya untuk bekerja

__ADS_1


next novelku👇👇👇


__ADS_2