
Author
Amira melangkah masuk kedalam kediaman keluarga Emilo, dengan langkah yang menelisik seluruh isi ruangan itu, dengan kagum dan lumayan tersentuh hatinya melihat foto keluarga yang terpajang didepan ruang tamu dengan sangat besar, bisa dipastikan bahwa keluarga Emilo snagatlah akur
tanpa Amira sadari Xeno, anak dari Anna berada disampingnya dan melihat wanita itu dengan penuh teliti melihat sekitaran rumahnya, dan langsung saja Xeno berdehem sampai akhirnya membuat Amira terkejut sekaligus malu
"ada apa tante datang kekediaman kami yang jelek ini?' tanya Xeno seperti tidak suka dengan kedatangan Amira kerumah itu
"aku ingin mananyakan keberadaan Sean, aku tau kalian pasti mengetahuinya sekarang dimana, tentu saja ia bersama adik kembarmu itu kan!" ucap Amira dengan arogant dan menatap Xeno dengan lantang
"jangan sangkut pautkan anak tante dengan adikku, sekalipun dulu mereka pernah dekat dan saya sahabat Sean" ucap Xeno dengan nada yang kecewa, menadapati sikap mama Sean yang menurutnya kurang baik dengan datang seperti menantang dirinya
"jujur saja. aku tau kalian pasti tau dimana Sean sekarang, kalau bukan kalian siapa lagi yang mau menghasut anakku samppai rela meninggalkan dan menceraikan istrinya di USA" tukas Amira sombong
"dulu saya dan Sean memang dekat, tapi semenjak dia menjauh dan niat anda seperti itu, saya dan yang lain pun tidak berminat lagi dekat dengan anak anda" ucap Xeno menohok
"berani sekali kau!!" tukas Amira emosi dan hampir saja tangannya melayang ketubuh pria yang ada didepannya itu
"jika tak ada lagi yang mau ditanyakan, keluarlah. pintu keluar ada disana" ucap Xeno, ia tidak mau lama-lama berurusan dnegan wanita seperti Amira, bisa saja ia ikut emosi dan mengecewakan Sean
"dasar anak kurang ajar!!" tukas Amira sambil menuduh Xeno kasar, wnaita itu langsung berbalik badan meninggalkan rumah besar itu
namun tak sampai disitu, Amira justru bertemu dengan Anna yang membuat wanita itu heran, untuk apa Amira datang kerumahnya dan ekspresi marah itu membuat Anna merasa sangat heran sekaligus terkejut
"Amira...?" ucap Anna memangggil
"ya kenapa?. kau heran kenapa aku datang kerumahmu ini? asal kau tau Anna aku hanya ingin bertanya pada anakmu tentang keberadaan anakku, bisa-bisanya anakmu menjawab dengan tidak sopan, apa itu yang kau ajarkan dengan mereka?" ucap Amira emosi
keduanya diam membisu, tidak ada jawaban dari Anna. wanita itu anya diam melihat Amira yang marah pada Xeno anaknya
__ADS_1
dengan perasaan bercampur menjadi satu. rindu, marah, kesal semuanya ada dalam hati masing-masing, ingin saling bertanya kabar namun enggan untuk menyampaikan pasalnya Anna maupun Amira tidak pernah saling bertukar kabar sejak kejadian kala itu
"putriku saja sekarang hilang,bagaimana Xeno bisa tau dimana anakmu Mira" ucap Anna dengan memanggil nama Amira persis ketika dulu mereka memanggil satu sama lain
"hilang?, tidak mungkin. kau pasti bersekongkol dengan mereka, aku tau Sean sangat mencintai gadismu itu sampai rela meninggalkanku demi dirinya!" tukas Amira sedikit menaikkkan nada bicaranya
"aku tidak tau MIra, cari sendiri anakmu, bagaimana bisa kau berfikir anakku tau tentang anakmu" ucap Anna dan meninggalkan Amira begitu saja
wanita itu masuk kedalam rumahnya dnegan melenggang tanpa mempedulikan AMira lagi, lama-lama ia juga bisa emosi jika terus menjawab pertanyaan Amira. juga dirinya ingin bertanya kepada Xeno tentang Sean
skip
keadaan rumah tangga Xena dan Sean berjalan dnegan lancar, pasalnya keduanya sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan menyempatkan waktu untuk saling berbagi berduaan.
Xena yang memang bekerja dirumahnya bisa melakukan pekerjaan rumah sesekali dan juga menjaga butiknya, toh juga belum banyak orang yang mengunjungi butiknya tersebut
begitu juga dengan Sean, ia sellau pulang kerumah untuk sekedar makan siang bersama istri tercintanya. sengaja Xena memasak untuk mereka makan siang
"Darl.. aku pergi dulu ya, jaga diri baik-baik dirumah" ucap Sean sambil mengecup pipi Xena dan terakhir bibir istrinya
"hati-hati sayang, jangan lupa bekalnya dimakan ya" jawab Xena tersenyum membalas kecupan singkat dibibir suaminya
"byeeee" ucap Sean melambaikan tangannya dan masuk kedalam mobil
begitu juga dengan Xena, ia langsung menutup pintu rumahnya dan beralih kesebelah yaitu butiknya yang harus ia kembangkan. banyak desain dan model baru yang ingin ia tuangkan kedalam butiknya, tak lupa ia juga mengabari Olive yang menghendle butiknya di Indonesia
"halo liv bagaimana kabarmu?" tanya Xena sambil mengerjakan sedikit desainnya
"baik, kamu bagaimana?, apakah sudah ada tanda-tanda?" tanya Oliv yang berfikir kalau Sean dan Xena akan punya anak
__ADS_1
"astaga otakmu ya, masa baru seminggu udah ada tandanya aja sih" ucap Xena kesal dengan pertanyaan sahabatnya itu, bukannya bertanya tentang dirinya
"hahhaha maaf maaf. bagaimana disana enak gak?' tanya Olive yang juga ingin merasakan seperti Xena
"lumayan, taoi lebih enak disana bisa bertemu kalian" ucap Xena melow, ia juga rindu dengan mamanya
"sabar ya, nanti juga pasti ada waktunya lagi kok kamu kesini" ucap Olive menyemangati Xena, karna ia tau Xena adalah anak yang manja dengan mamanya maupun Xeno abangnya
"hemm.. smoga aja cepat kelar dah masalahnya ini" ucap Xena
"berdoa aja Xen, semua ada jalannya kok. kamu yang kuat ya kami disini sllau untukmu" tukas Olive tersenyum
"peluk jauhh.. utututu" ucap Olive sambil tersneyum melow
skip
kantor Sean,pria itu sedang meeting dengan karyawanya dan sekaligus menunjukkan targaet yang akan mereka capai dalam perusahaan mereka, Sean ingin perusahaannya sekarang berkembang dan berjalan dibeberapa sektoe bisnis
ia ingin mengembangkan perusahaannya dengan ide yang akan ia kerjakan dan rencananya untuk perusahaannya dulu, namun sampai sekarang tidak terlaksana maka dari itu Sean ingin melakukannya diperusahaannya sekarang
"Lay.... berikan laporannya padaku" ucap Sean
dengan cepat sekretaris Lay memberikan laporan saham yang masuk dan modal yang akan mereka keluarkan dalam bisnis ini. Sean juga mengikuti beberapa event dan tender dengan perusahaan yang juga bersaing ketat dengan mereka
"Lay.. apakah semuanya sudah lengkap?" tanya Sean ketika selesai melihat laporan
"sudah tuan, tinggal satu lagi dan saya kirimkan ke email anda" jawab sekretaris Lay cepat, namun matanya tetap berada pada layar monitor didepannya, tak ingin fokusnya menjadi buyar karna proyek yang mereka kerjakan ini snagatlah besar hasilnya nanti
"baiklah semuanya, kita sampai disini dan jangan lupa pekerjaannya kalian serahan pada saya paling lama malam ini" ucap Sean dan bangkit berdiri meninggalkan ruangan itu
__ADS_1
next novelku👇👇👇