
Hari itu AL gagal meminta nomor ponsel Kinara, namun tidak dengan hari ini.
Saat itu AL baru saja berniat mau pulang, di dekat gerbang sekolah dia melihat Kinara sedang berdiri, tampak nya dia sedang berdiri menunggu jemputan.
AL menghentikan sepeda motor nya di dekat Kinara.
" Ara." Panggil AL tanpa turun dari Ninja warna merah nya itu.
Kinara pun menoleh, dia sudah mulai mengenal suara itu.
" Kak AL." Tutur Kinara.
" Nunggu jemputan ya." Kata AL seada nya.
Kinara hanya tersenyum dan mengangguk saja.
" Ayo naiklah, biar aku yg nganter kamu pulang." AL menawarkan diri.
" Nggak kak makasih, bentar lagi kakak ku pasti datang kok." tolak Kinara.
" Ayolah Ara, dari pada kamu menunggu lama lebih baik pulang sama aku." pinta AL lagi.
Kinara menatap lekat AL, dia mau menolak lagi, tapi jika itu dia lakukan AL pasti merasa tersinggung.
Dia juga tak mau di kira sombong.
" Apa nggak ngerepotin nih kak." Akhirnya begitu Kinara menanggapi.
" Nggak lah Ara, ayo naiklah." sahut AL tersenyum. Senyuman yg bisa membuat para gadis meleleh saat melihat nya, namun tidak dengan Kinara.
__ADS_1
Mendengar perkataan AL, kali itu Kinara pun menuruti nya dan mulai melangkah naik sepeda motor milik AL.
Setelah Kinara duduk di sepeda motor nya perlahan AL mulai menjalan kan kendaraan roda dua nya itu.
Sepatah kata pun Kinara tak berbicara, msekipun perjalan sudah lebih dari setengah, bahkan bisa di bilang hampir sampai di rumah nya.
Begitu pula dengan AL, dia juga hanya diam seribu bahasa, bukan karna dia tak mau bicara, akan tetapi karna dia bingung harus mulai dari mana, belum lagi dia merasa seolah kelu untuk berbicara.
Jadi hanya suara angin yg mereka dengar sepanjang perjalanan pulang kali itu, Hingga tiba di depan Rumah Kinara.
Begitu sepeda motor nya terhenti dengan pelan Kinara mulai turun.
" Makasih ya kak." Tutur Kinara begitu dia sudah turun.
" Iya sama sama." Jawab AL.
" Ya sudah kak, aku masuk dulu, kakak hati hati di jalan ya." Pesan Kinara.
Kinara mulai melangkahkan kaki nya untuk masuk ke dalam rumah, namun baru beberapa langkah saja, Tiba tiba AL memanggil nya.
" Ara." Panggil AL lantang.
Kinara menghentikan langkah nya dan menoleh.
" Iya kak." Sahut Kinara santai.
" Boleh minta nomor ponsel mu." AL berkata terus terang.
Kinara hanya menanggapi nya dengan senyuman, Ia tak menjawab iya ataupun tidak, yg membuat AL sangat bingung, Hingga AL hanya bisa menggaruk garuk kepala nya yg sama sekali tidak gatal.
__ADS_1
Melihat tingkah AL yg seperti itu Kinara tak menghirau kan nya, dia malah tanpa beban langsung masuk ke dalam rumah nya.
AL pun tak ada pilihan kecuali pulang.
Tiba di rumah nya Kinara langsung ngomel sama kakak nya, karna tak menjemput nya.
" Kakak baru saja mau menjemput mu, tapi kamu sudah pulang." tutur Kefin kakak nya Kinara.
" Kakak sich ngapain aja dari tadi, nggak tau apa gimana cape nya nunggu, panas lagi." celoteh Kinara.
" Terus kamu pulang naik taksi tah?." tanya Ibu nya Kinara.
Kinara tak langsung menjawab, dia bingung harus jujur atau tidak.
" Kak Ara dianterin sama cowok nya tadi." jawab Fadil adik nya Kinara.
" Sembarangan kamu kalo ngomong." Kinara menegur adik nya.
" Eh emang benar kan." kata Fadil lagi.
" Nggak ada lah." Bantah Kinara.
" Terus siapa yg nganterin kakak tadi." Fadil masih bicara.
" Kepo kamu." Usai berkata Kinara langsung pergi ke kamar nya.
Namun perkataan Fadil menyisakan banyak pertanyaan di hati Ibu nya Kinara, tentang siapa yg mengantar Kinara tadi.
Hingga untuk mencari tau Ibu nya sengaja bertanya langsung pada Kinara.
__ADS_1
Tak ada rahasia antara Kinara dan Ibu nya, Kinara mengatakan kalo yg mengantar nya tadi hanya lah kakak kelas nya, itulah arti AL dalam hidup nya tak lebih dan tak kurang.