
Sebuah suara mengagetkan AL saat dia tengah asyik melihat lihat ponsel Kinara.
AL hafal betul suara siapa itu, itulah yg membuat nya langsung meletakan ponsel tersebut.
Iya suara itu tak lain dari suara sang pemilik ponsel, yaitu Kinara.
" Apa yg kakak lakukan dengan hp ku?." Tanya Kinara saat dia melihat AL tengah memainkan ponsel nya.
AL terjingkat kaget, persisi seperti seorang pencuri yg tertangkap polisi saat tengah mencuri.
" Ehehe." AL mencoba seolah bersikap biasa saja.
Kinara menatap AL tak mengerti bukan nya menjawab lelaki itu malah cengengesan saja.
" Nggak ada apa apa, maaf tadi aku cuma ngetes doank, apakah pin dari ponsel mu masih angka yg sama." Jelas AL. Entah itu benar atau tidak Kinara tak tau, tapi ia mencoba percaya pada AL.
Kinara Hanya menganggukan kepala nya, dan duduk kembali kemudian menyantap makanan nya.
Tak ada pembicaraan lanjutan antara keduanya, mereka hanya fokus untuk melahap makan mereka masing masing.
Hingga bel berbunyi tepat setelah melahap habis makanan dan juga minuman nya, hingga sama sekali tak ada ruang untuk mereka menuruskan percakapan mereka.
Kinara segera menuju kelas nya, begitu pula dengan AL.
Namun yg tak Kinara duga, saat Kinara mau masuk kedalam kelas nya, seorang wanita tampak sedang menunggu nya diambang pintu kelas nya, Kinara tak begitu mengenal wanita itu, akan tetapi dia tau siapa wanita itu, karna dia adalah salah satu kakak kelas nya juga.
Iya perempuan tersebut adalah teman sekelas AL yg tak lain dari Marsha.
__ADS_1
" Hey kau, aku mau bicara dengan mu." Tutur Marsha saat Kinara sudah berada di dekat nya dan berniat untuk masuk kelas.
" Apa kakak bicara dengan ku?." Kinara bicara sambil menunjuk muka nya sendiri dengan jari telunjuk nya.
" Iya siapa lagi." Ketus Marsha.
" Aku punya nama kak." Sahut Kinara.
" Siapapun nama mu, aku mau bicara pada mu." Terang Marsha.
" Bicara saja." Jawab Kinara.
" Tidak disini." Jelas Marsha Lagi.
Kinara menatap Marsha tak mengerti, apa yg kira kira ingin di bicarakan kakak kelas nya ini, hingga dia tak bisa membicarakan nya di tempat ini.
" Tapi saat ini jam pelajaran akan segera di mulai, dan aku tak mau melewat kan nya." Jelas Kinara seada nya.
Aneh nya Kinara hanya mengangguk menyetujui permintaan Marsha, apakah dia merasa takut hingga dia tak bisa menolak.
Sesuai perjanjian tadi, Kinara benar benar menemui Marsha di taman belakang sekolah sebelum dia pulang kerumah.
Begitu Kinara tiba di taman tersebut, Marsha tampak sudah menunggu nya.
Marsha duduk di sebuah bangku dan Kinara pun duduk bersebelahan dengan Marsha.
Tatapan Marsha terlihat jelas bahwa dia tak menyukai Kinara. Sayang nya Kinara tak mengetahui hal itu.
__ADS_1
" Apa yg ingin kakak bicara kan." Kinara mulai bicara ke inti dari pertemuan mereka.
" Aku mau tanya, apa kamu dan AL pacaran?." Tanya Marsha tegas.
Kinara terkekeh mendengar nya.
" Aku sedang bertanya bukan sedang melawak, jadi jawab lah." Tegas Marsha sedikit kesal.
" Kalo iya kenapa, dan kalo nggak kenapa?." Bukan nya menjawab Kinara malah balik bertanya.
" Jawab saja pertanyaan ku, apa hubungan mu dengan AL.?" sekali lagi Marsha mengulangi pertanyaan nya.
" Kakak suka sama Kak AL?." Sama seperti tadi pertanyaan di jawab dengan pertanyaan.
Marsha medengus kesal.
" Kalo kakak suka kak AL kejar saja, dan mengenai aku, kakak tak perlu khawatir aku bukan siapa siapa nya, kami hanya sering berbicara sebagai kakak dan adik kelas saja." Tegas Kinara apa ada nya.
" Nggak usah bohong." Marsha merasa dia telah di bohongi oleh Kinara.
" Kalo kakak nggak peracya pada ku, lalu mengapa kakak Bertanya pada ku, kakak sangat aneh, mau meminta kepastian orang, eh giliran di kasih tau malah nggak percaya." Tegas Kinara.
Marsha terdiam.
" Ya sudahlah kak, kalo tak ada yg mau di bicarakan lagi, aku mau pulang, Permisi." Usai berkata demikian Kinara langsung beranjak pergi dari tempat itu.
Sesaat sebelum dia benar benar meninggal Marsha sendirian, Kinara sempat berkata lagi pada Marsha.
__ADS_1
" Kalo kakak masih merasa tak yakin pada ku, silahkan kakak tanya langsung sama kak AL tentang apa hubungan kami." Itulah yg di katakan Kinara sesaat sebelum dia pergi dan lalu pulang kerumah.
Sepanjang perjalanan pulang dia masih tak habis fikir, sampai segitu Marsha bertanya tentang Hubungan nya dengan AL, dari sana Kinara merasa yakin benar bahwa Marsha mencintai AL, bahkan bisa jadi Marsha adalah pacar AL, kan dia nggak tau yg sebenar nya.