
Setalah minum di kantin rumah sakit, Kinara dan Dokter AL kembali ke ruangan AL.
AL menyuruh Kinara untuk menunggu disana, Sementara AL menemui Suster tadi untuk menanyakan hasil pemeriksaan Kinara tadi.
5 Menit kemudian AL sudah berada di ruangan nya.
Kinara menatap nya dengan harap harap cemas.
AL mencoba untuk menyunggingkan senyuman. Kemudian dia langsung duduk di hadapan Kinara.
Sekilas dia menatap Kinara yg tampak tegang.
“Jangan terlalu cemas Ara, Semua nya pasti baik baik saja.” Tutur AL menenangkan.
Kinara mengambil nafas dalam untuk kemudian menganggukan kepala nya.
Setelah dilihat nya Kinara mulai tenang, AL mulai bicara lagi.
“Sekarang apakah kamu siap untuk mengetahui hasil nya?.” Tanya AL dengan lembut nya.
“Insya Allah aku siap Dokter.” sahut Kinara dengan mantab.
Dokter AL pun mengeluarkan hasil rontgen tadi dari sebuah maaf berwarna coklat, Kemudian di pajang nya kedinding di mana alat penerangan telah disiapkan agar bisa melihat jelas hasil rontgen nya.
Kinara yg tak mengerti apapun hanya bisa menyaksikan, meskipun dia melihat tulang tulang yg tercetak di gambar tersebut, tapi untuk memahaminya dia sama sekali tak tau.
__ADS_1
Sesaat AL tertegun melihat hasil pemeriksaan Kinara.
Dia merasa hancur dan tak berdaya.
Setelah hampir 5 menit belum ada penjelasan dari AL, Kinara mulai bertanya.
“ Bagaimana hasil nya Dok?.” Tanya Kinara.
AL iba Kinara. Kemudian dia mendekati Kinara.
“ Maaf Ara, ternyata kemotheraphy tak berhasil meluruhkan sel kanker.....” Tutur AL dengan pelan.
Belum sempat AL menyelesaikan kalimat nya, Kinara telah memotong bicara nya.
“ Itu artinya kanker yg ada dalam tubuh saya masih ada.” Tanya Kinara bergetar.
“ Sabar Ara, jika tidak sembuh dengan cara ini, kita akan mencoba cara lain.” AL berkata sambil memeluk erat Kinara.
Kinara hanya diam dengan air mata yg mengalir dipipi nya.
Untuk sesaat Kinara membiarkan diri nya dalam pelukan AL.
Setidak nya dia akan merasa ada yg menguatkan diri nya.
Setelah itu Kinara dengan pelan melepaskan pelukan AL.
__ADS_1
“ Terimakasih, Tapi Dokter tak perlu khawatir aku baik baik saja.” Kinara mulai bicara pada AL, karna yg ia lihat air mata AL mengalir lebih deras dari diri nya sendiri.
AL merasa makin hancur di buat nya, Hingga dia tak sanggup berkata apapun.
Kinara mengambil nafas dalam, kemudian menghembuskan dengan pelan.
“ Kak.” panggil Kinara, kali itu dia bukan bicara sebagai pasien tapi sebagai teman AL. Sebab saat ini AL juga bersikap sebagai seorang teman.
AL hanya menatap Kinara.
“ Aku baik baik saja, Kakak nggak usah sedih, jika ini adalah takdirku, maka aku akan menerima nya dengan ikhlas, aku nggak akan mengeluh.” Kinara bicara dengan mencoba tersenyum.
AL hanya menatap Kinara iba.
“ Aku berjanji, mulai hari ini aku nggak akan pernah menangis hanya gara gara sakit ku.” Tegas Kinara.
Iya itulah yg ia tanamkan dalam hati nya, dia akan mencoba untuk selalu tegar.
Mendengar perkataan Kinara barusan, lagi lagi AL memeluk nya.
Kinara lagi lagi hanya diam.
“Iya kamu benar, kamu adalah gadis yg kuat, dan aku percaya tak ada penyakit yg bisa membuat mu menyerah apa lagi merasa putus asa.” kali ini AL mencoba memberikan semangat.
“ Kita akan hadapi semua ini bersama sama, Aku selalu bersama mu, aku akan selalu mendukung mu.” Lagi lagi AL memberikan semangat.
__ADS_1
Kemudian meskipun sulit mereka berdua sama sama tersenyum.
Pulang dari Rumah sakit kali itu, AL yg mengantar Kinara.