Ku Sebut Nama Mu Dalam Do'A.

Ku Sebut Nama Mu Dalam Do'A.
SIUMAN.


__ADS_3

Sekitar jam 3 pagi,, Kinara mulai membuka mata nya,, perlahan tapi pasti Kinara mulai melihat langit" rumah sakit dengan penglihatan yg masih buram.


Kinara mengerjapkan mata nya beberapa kali untuk menormalkan penglihatan nya.


Setelah penglihatan nya normal,, Kinara memutar bola mata nya untuk melihat ke sekeliling nya.


Hanya keheningan yg ada disana.


Tak ada keluarga nya,, Yg membuat Kinara merasa sedih.


Hanya ada seorang Pria yg sedang tertidur dengan wajah tertunduk sambil mengenggam telapak tangan kiri nya.


Kinara sudah menduga kalau lelaki itu pastilah Kevin kakak nya.


Karna itulah,, dengan pelan Kinara melepas genggaman tangan lelaki itu dan mencoba untuk mengusap kepala pria yg berada di sisi kanan tempat dia berbaring.


“ Kak.” Panggil Kinara pelan dan juga lemas.


Namun lelaki itu tampaj nya tertidur sangat lelap,, Hingga dia tak merasakan kalau ada yg mengusap kepala nya,, dan memanggil nya.


Karna lelaki itu tak bergeming,, maka untuk berikut nya Kinara mencoba membelai pelan rambut lelaki itu,, hingga tanpa dia sadari kalau dia menyentuh daun telinga orang tersebut.


“ Kak.” sekali lagi Kinara memanggil nya.


Dan untuk kali ini lelaki tersebut merasakan kalau ada yg menyentuh nya.


Dia langsung terbangun dan betapa kaget dan senang nya dia melihat Kinara telah siuman.


Kinara sangat terkejut,, Karna orang yg setia menunggu nya hingga tertidur karna kelelahan adalah AL.


Kinara tak menduga sebab lelaki tersebut berpakaian biasa,, Itulah mengapa Kinara mengira bahwa itu adalah kakak nya.


Namun di pihak lain dia juga sangat senang mengetahui AL sangat peduli pada nya,, hingga rela menunggui nya.


AL menatap Kinara dengan tersenyum manis,, Kinara juga menatap AL dengan tersenyum dan wajah yg penuh haru.


“ Alhamdulilah,, akhir nya kamu siuman Ara.” Tutur AL dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.


Tanpa beban dia memeluk erat tubuh Kinara.


Kinara hanya bisa diam menerima perbuatan AL.

__ADS_1


Selain tak mampu mengelak,, dia juga tak merasa keberatan dengan tindakan AL.


Untuk beberapa detik lama nya,, Kinara membiarkan diri nya dalam pelukan AL.


Setelah merasa cukup barulah Kinara mulai bicara.


“ Kak,, dada ku terasa sesak.” Kata Kinara lemas dan juga pelan.


AL langsung melepas pelukan nya.


“ Sesak gimana?.” Tanya AL cemas,, sambil menatap lekat wajah Kinara.


“ Biar aku panggil Dokter ya.” Tambah AL lagi,, kemudian AL langsung mau pergi untuk memanggil Dokter,, akan tetapi lekas lekas Kinara menghentikan nya,, dengan meraih pergelangan tangan AL.


“ Nggak usah kak.” Tutur Kinara seada nya.


AL langsung menoleh.


“ Kenapa Ara? bukan kah tadi kamu bilang kalau dadamu terasa sesak.” AL berkata dengan nada khawatir.


“ Iya itu benar,, tetapi sekarang udah nggak lagi,, karna yg bikin dada ku sesak udah hilang.” Jelas Kinara.


Kinara tersenyum melihat kebingungan AL.


“ Tadikan yg bikin dada ku terasa sesak itu karna ada seorang lelaki yg memeluk ku dengan sangat erat sekali.” Tambah Kinara.


Yg membuat AL langsung melotot sambil tersenyum simpul.


“ Maaf ya.” Barulah AL menanggapi sambil tertawa pelan.


Kinara mengangguk dan mau mencoba untuk duduk,, AL membantu nya,, dengan menyuruh Kinara bersender pada kepala tempat tidur tersebut.


Kemudian AL duduk di samping nya.


“ Gimana perasaan mu??.” Tanya AL menatap lekat wajah Kinara.


“ Perasaan fhisik atau hati nih?.” Tanya Kinara sambil tersenyum.


“ Dua dua nya.” Sahut AL lembut,, masih setia mengamati wajah pucat Kinara.


“ Jauh lebih baik kak,, itu semua berkat dirimu,, kamu nggak hanya merawat fhisik ku,, akan tetapi juga hati ku.” sahut Kinara santai.

__ADS_1


“ Dasaaar Buciiiin.” AL berkata sambil memencet hidung Kinara,, sampai hidung nya memerah.


“ Iiih sakit tauu,, kakak mah,, orang aku belum pulih betul eh udah dianiaya saja.” sambil berkata Kinara menepis tangan AL,, dan memanyunkan bibir nya.


AL terkekeh melihat nya.


Kinara pura pura cemberut dan pura pura ngambek.


AL makin gemes di buat nya,, apalagi bibir nya masih manyun.


Karna itulah dengan sengaja AL mengecup bibir Kinara sekilas.


Kinara hanya membelalakan mata nya karna kaget bukan kepalang.


“ Udah berapa kali aku bilang,, bibir nya jangan di manyunin,, tapi kamu sich bandel,, jadi ya udah aku cium aja.” Ujar AL apa ada nya,, tanpa beban lagi.


“ Aiisshhh,, kak AL mah nggak kenal tempat,, kalo ada orang yg liat gimana?.” Sahut Kinara masih dengan wajah ngambek nya.


“ Paling mereka tutup mata dan pura pura nggak lihat.” sahut AL enteng.


“ Kakak nggak malu?.” tanya Kinara


“ Nggak karna nggak ada yg lihat.” jawab AL tertawa pelan.


“ Siapa bilang nggak ada yg lihat.” Tutur Kinara.


“ Akulah,, kan sebelum ngelakuin aku udah liat keadaan aman atau nggak.” jawab AL seada nya.


“ Kita bisa bersembunyi dari seluruh dunia,, tetapi bagaimana dengan yg diatas?.” Kinara berkata sambil mengangkat alisnya sebelah dan menatap AL intens.


Untuk beberapa saat AL hanya terdiam,, memang benar tak ada orang lain yg melihat,, tetapi dia tak bisa bersembunyi dari sang pencipta,, dia maha segala nya.


“ Kau benar,, aku memang telah melakukan hal yg salah,, tak seharus nya aku mencium seorang wanita yg bukan muhrim ku...”


“ Bukan hanya mencium tetapi juga memeluk.” tambah Kinara menyela.


“ Iya,, itu juga benar,, aku tau itu dosa,, namun semua sudah terjadi,, dan untuk kedepan nya aku juga nggak akan berjanji bahwa aku nggak akan mengulangi nya lagi,, karna nama nya juga kita sayang sama seseorang jadi sudah pasti ada keinginan untuk menyentuhnya,, to aku juga bukan malaekat.” Sahut AL santai.


“ Dan aku berani demikian,, karna aku juga tak main main dengan perasaan ku,, kalau hari ini kamu siap,, maka hari ini juga aku bersedia nikahin kamu.” tambah AL.


Kinara tercekat mendengar nya.

__ADS_1


__ADS_2