Ku Sebut Nama Mu Dalam Do'A.

Ku Sebut Nama Mu Dalam Do'A.
AKU TERLUKA


__ADS_3

Kediaman Kinara.


Kevin baru saja tiba di rumah, dia langsung mencari kedua orang tua nya untuk menyampaikan sesuatu mengenai Kinara.


“ Kev, bagaimana keadan Ara?.” Sang Ayah langsung bertanya.


“ Ara baik baik saja, dia juga sudah siuman.” Sahut Kevin dengan wajah lesu.


“ ALHAMDULILLAH.” Kedua orang tua Kinara lega mendengar nya.


“ Tetapi mengapa kau terlihat begitu lesu?.” Giliran Tantri istri nya Kevin yg bertanya.


“ Iya ini mengenai Ara.” Tutur Kevin tak bersemangat.


“ Ada apa dengan Ara?.” Tanya sang Ibu.


“ Ayah, ibu, tadi Dokter AL mengatakan, bahwa secepat nya Kinara harus segera dioperasi jika tidak...” Kevin menghentikan bicara nya dia tak punya keberanian untuk memberitahu kedua orang tua nya.


“ Jika tidak kenapa Kev?.” Tanya Ayah nya Kinara tak sabar.


Kevin hanya mengambil nafas dalam.


“ Kevin, ayah mu bertanya pada mu.” ujar ibu nya.


Lagi lagi Kevin hanya diam, dia tak tega memberitahukan kedua orang tua nya, karna mereka pasti sangat syok.


“Mengapa kau hanya diam?.” Giliran Tantri istri nya Kevin yg bertanya.


Mata Kevin mulai berkaca kaca, bergantian dia menatap kedua orang tua nya dan juga sang istri.


“ Jika tidak Kinara bisa meninggal.” barulah Kevin bisa bicara.


Kedua orang tua Kinara benar benar syok, mereka tak bisa membayangkan jika hal itu terjadi.


Isak tangis mulai terdengar dari Ibu nya Kinara, Tantri mendekati nya dan mencoba menenangkan.

__ADS_1


“ Sabar lah Bu, Kita harus nya tak boleh berputus asa, jika operasi adalah pilihan terakhir, apa boleh buat kita harus lakukan itu demi Kinara.” Tantri menjelaskan dengan begitu tenang nya.


“ Iya Tantri benar.” Sang ayah yg menanggapi.


“ Tapi Yah, biaya operasi itu tidak murah, belum lagi harus ada yg mendonorkan sumsum tulang belakang buat Ara.” Ujar Kevin.


“ Sebisa mungkin Ayah akan berusaha untuk mencari uang buat biaya operasi Kinara, dan mengenai donor itu, aku adalah Ayah kandung nya Kinara jadi aku rasa aku pasti bisa melakukan itu.” Tegas Ayah nya Kinara.


“ Tapi Yah, itu terlalu beresiko untuk diri ayah.” Jelas Kevin yg merasa khawatir akan kesehatan Ayah nya.


“ Setiap orang tua pasti rella mengorbankan hidup nya demi anak anak nya Kev.” Sahut sang Ayah tegas.


“ Ini adalah keputusan ku, dan tak ada yg bisa mengubah nya.” tambah Ayah nya Kinara lagi.


“ Baiklah, ayo kita bicara kan ini dengan Dokter AL.” akhir nya Kevin tak punya pilihan selain menyetujui Ayah nya.


Setelah berbicara serius mereka pergi kerumah sakit untuk menemui Kinara dan juga Dokter AL.


Hanya Fadil adik nya Kinara yg tak pergi kerumah sakit.


15 menit kemudian mereka telah tiba di rumah sakit.


Begitu masuk mereka melihat Kinara tengah duduk dan di temani oleh AL.


Kinara dan AL hanya sedang berbincang bincang santai.


“ Ayah, Ibu kak Tantri.” panggil Kinara tersenyum.


Ketiga orang itu mendekati Kinara.


“ Bagaimana keadaan mu sayang?.” Tanya sang ayah.


“ Aku baik kok Yah.” sahut Kinara mencoba tegar.


Ayah nya mengusap lembut rambut Kinara.

__ADS_1


Berbeda dengan sang Ibu yg langsung nangis terisak sambil memeluk sang putri.


Kinara juga ikut menangis😭 di buat nya, Namun demi untuk tak membuat kedua orang tua nya sedih, dengan segera Kinara menyeka air mata nya dan mencoba mengulas senyuman.


“ Ibu kok cengeng sich, aku baik baik aja, tenang lah, apa ada yg bisa menyakiti Kinara mu ini, nggak akan ada selama kalian semua bersama ku, maka aku pasti baik baik saja.” Kinara berkata demikian, agar keluarga nya tak merasa sedih.


Namun justru karna mendengar perkataan Kinara itu, semua orang menjadi sedih.


AL pun ikut meneteskan air mata nya.


Bergantian Kinara menatap semua orang yg ada di ruangan itu.


Ibu nya terisak, ayah nya juga meneteskan air mata, Tantri kakak ipar nya juga menangis, AL pun berusaha menyembunyikan wajah nya agar Kinara tak melihat betapa rapuhnya dia.


Sayang nya Kinara tau itu semua.


“ Sudahlah aku belum mati, kenapa kalian semua menangisi ku.” Kinara bicara asal ngejiplak saja.


“ Jaga ucapan mu.” AL yg menegur nya kali itu bahkan dengan nada yg sedikit membentak.


“ Kenapa kau tak memikirkan apa yg kami rasakan saat mendengar bicara mu ini.”Lanjut AL kali ini dia menghampiri Kinara.


Kinara sedikit takut dibuat nya. Apalagi melihat tatapan mata AL yg sangat tajam.


“ Pahamilah satu hal Ara, aku tak akan membiarkan hal itu terjadi pada mu, jangan pernah katakan tentang kematian dihadapan ku lagi, karna jika itu terjadi pada mu maka Tuhan juga harus mengambil nyawaku saat itu juga, Camkan itu.” Tambah AL.


Kinara mulai menangis mendengar nya, entah dia harus merasa senang karna AL begitu mencintai nya atau harus sedih lantaran hidup nya sudah diujung tanduk dan itu akan semakin melukai perasaan AL.


“ Tetapi kematian adalah satu yg pasti untuk setiap mahluk hidup kak.” Kinara bicara pelan.


“ Aku tau, tetapi aku tak ingin mendengar hal itu dari mu, setidak nya untuk saat ini, aku nggak mau kehilangan mu Ara, tolong mengertilah.” Air mata yg sejak tadi berusah di bendung AL, kini mengalir tak tertahan.


Kinara mengambil nafas dalam sambil dengan pelan menyeka air mata nya.


“ Maaf jika aku salah memilih kata kata, aku tak berniat membuat kalian semua sedih, aku cuma ingin kalian tersenyum, karna dengan melihat senyuman kalian aku bisa kuat, aku ingin kalian tegar demi aku, agar aku juga bisa ikut tegar dan tak pernah menyerah, Jika kalian saja begitu rapuh apalagi aku.” Tutur Kinara bergetar karna air mata terus saja mengalir dipipi nya.

__ADS_1


Tetapi mendengar perkataan Kinara barusan, semua orang mulai menyadari benar harus nya mereka memberi semangat dengan tetap tegar dan tersenyum, bukan malah melemahkan Kinara dan menangis seperti ini.


Sejak saat itu semua orang memutus kan untuk selalu tegar dan tetap semangat demi Kinara.


__ADS_2