Ku Sebut Nama Mu Dalam Do'A.

Ku Sebut Nama Mu Dalam Do'A.
BASKET


__ADS_3

Jam pelajaran sedang kosong, karna di hari ini ada pertandingan basket antar sekolah.


Semua orang heboh membicarakan team yg akan mewakili sekolah mereka yg tak lain dari club dari AL.


Ratusan murid sudah menunggu di lapangan basket untuk menonton pertadingan atau sekedar untuk melihat AL dan teman teman nya bermain.


Ada beberapa siswa siswi dari sekolah lain, yakni untuk memberikan dukungan pada club sekolah mereka.


" Ara, ayo kita kelapangan basket yuk." ajak Sinta yg ikut antusias untuk menonton pertandingan.


" Males ah Sin." Tolak Kinara.


" Setiap orang pada bersemangat untuk melihat kenapa kamu nggak mau Ra, kamu aneh." tutur Sinta lagi.


" Apa yg menarik coba." Ketus Kinara


" Tentu saja kita harus mensuport club dari sekolah kita Ra." Jelas Sinta.


" Kan orang lain banyak Sin, toh kita juga bukan apa apa." Sahut Kinara lagi.


" Ayolah Ara, aku ingin menyaksikan kak AL dan teman teman nya main." Rengek Sinta.


" Kalian semua udah pada gila, apa yg istimewa dari kak AL coba?." ketus nya.


" Tentu saja kak AL itu perfeck banget Ra, dia ganteng, berasal dari keluarga yg berada, bersih, rapi dan pinter pula." Sinta menjelaskan dengan bersemangat.


" Kamu suka sama kak AL?." Tanya Kinara menyelidik.


" Ehehe, cewek mana yg nggak suka dia Ra." Tegas Sinta. Yg membuat Kinara langsung memutar bibir nya jengah.

__ADS_1


" Tidak dengan ku Sin." Sahut Kinara dalam hati.


" Ayo ah kita nonton pertandingan." Aja Sinta lagi.


" Kau saja Sin, aku males." Tolak Kinara lagi.


" Plish Ara, aku ayo temani aku." Sinta berkata dengan nada memohon.


Kinara tak bisa menolak jika teman nya sudah meminta dengan sangat.


" Baiklah Ayo." akhir nya Kinara pun setuju.


Kinara dan Sinta berjalan menuju lapangan basket, dimana akan dilangsungkan pertandingan.


Begitu sampai dilapangan, lapangan teesebut sudah ramai sama orang orang yg mau menyaksikan pertandingan.


Bahkan untuk lewat saja sudah susah.


Berbeda dengan Sinta, dia rela menelusup di tengah tengah kerumunan orang hanya untuk menyaksikan pertandingan.


Pertandingan belum di mulai, sebab para pemain belum kumpul semua, termasuk AL dan juga Rifky.


Kinara berjalan pelan untuk kembali kekelas dan meninggalkan lapangan basket tersebut.


Namun belum lima langkah di bergerak, Kinara harus menghentikan langkah nya lantaran seseorang menghalangi jalan nya.


Kinara menatap lelaki itu jengkel. yg tak lain dari AL.


" Kamu mau kemana?." tanya AL.

__ADS_1


" Keperpus." Sahut nya datar.


" Nggak nonton pertandingan." Timpal Rifky.


" Lain waktu saja kak Iky." Sahut Kinara lagi.


" Kenapa Ra?." Rifky bertanya lagi.


" Tempat nya terlalu padat dan sempit." Jelas Kinara seada nya.


" Ikut dengan ku." Sambil berkata AL meraih pergelangan tangan Kinara dan menggandengnya menuju lapangan basket.


AL mengajak Kinara ke barisan paling depan dan mencarikan tempat yg paling teduh.


" Tetap lah disini." pinta AL.


Kinara mengangguk dan tersenyum.


" Aku mau bertanding dulu, doakan semoga kami menang dan bisa membanggakan sekolah kita." Tutur AL lagi.


" Pasti." jawab Kinara mantap.


" Semangat ya kak." Kinara menyambungi bicara nya. Sambil mengulas senyum terhadap AL dan juga Rifky.


" Makasih." Sahut AL dan Rifky bersamaan.


Kemudian mereka mulai memasuki lapangan, dan tak selang beberapa menit pertandingan di mulai.


Hampir setiap orang menyorakan nama AL. Mungkin hanya Kinara saja yg seantusias mereka.

__ADS_1


Namun bukan berarti Kinara tak menyukai AL, terus terang Kinara menyukai AL, hanya saja tak terlalu seperti kebanyakan siswi disana yg selalu nempel dan mencoba mendekati AL.


Kinara bukan type cewek yg suka mengejar cowok, Karna dia sadar kodrat nya seorang cewek itu di kejar bukan mengejar.


__ADS_2