Ku Sebut Nama Mu Dalam Do'A.

Ku Sebut Nama Mu Dalam Do'A.
ULTAH AL.


__ADS_3

Hari terus berlalu, tak terasa sudah 3 bulan ini, Kinara dan AL berteman.


AL mungkin sudah memiliki perasaan yg lebih dari sekedar teman,, Namun tidak dengan Kinara, baginya AL tak lebih dari seorang Kakak kelas ataupun hanya sebatas teman.


Kinara tiba di sekolah nya dengan diantar oleh Kevin kakak kandung nya.


Tiba di kelas nya, Kinara heran setiap orang lagi pada bergosip, bahkan kelas tersebut terdengar seperti pasar, dimana setiap orang menjajakan dagangan nya. Entah karna apa Kinara belum tau.


Di lihat nya, Sinta tengah ikut semua teman sekelas nya ngerumpi.


Karna ingin tau, Kinara pun menghampiri Sinta yg tengah duduk di atas meja sambil berbicara.


" Lagi pada ngomongin apa sich heboh banget." Tanya Kinara.


Sinta menoleh dan tersenyum.


" Ini Ra, ntar malam acara Ultah nya Kak AL." Jelas Hera salah satu teman sekelas nya Kinara.


" Oh." Sahut Kinara singkat. Ternyata tak ada yg istimewa rupa nya.


" Cuma Oh saja." tutur Sinta.


" Lah emang nya kenapa, itu biasa saja, nggak ada yg istimewa atau yg aneh kan." Begitu Kinara menanggapi.


Hera dan Sinta bertukar pandang.


" Ra kamu bakalan dateng nggak?." Tanya Sinta.


" Nggak." sahut Kinara terus terang.


" Kenapa?." giliran Hera yg bertanya.


" Aku nggak diundang." Sahut nya enteng.


" Ah yg benar Ra." Tanya Sinta. Sebab Sinta tau kalo Kinara terbilang akrab dengan AL.


" Benar lah, emang nya kalian diundang?." Kinara bertanya balik.


" Nggak juga sich." Jawab Hera dan Sinta bersamaan.

__ADS_1


" Lalu kenapa kalian begitu heboh, itukan hanya ultah, setiap orang juga pasti ultah." Jelas Kinara lagi.


" Iya tapi masalah nya, ntar malam bakalan diadakan pesta, aku tuh pengen banget dateng dan memberi ucapan selamat buat Kak AL." Tutur Sinta sedikit sedih.


" Sin, Sin Otak mu udah ada konslet kayak nya, masa iya cuma gara gara nggak di undang ke Ultah nya kamu sampai segitu sedih nya." Kinara menatap Sinta heran.


" Udahlah, toh dia juga bukan Artis kan, dia juga bukan presiden, dia sama aja seperti kita hanya seorang siswa." Sambung Kinara tegas.


Sinta hanya memutar bola mata nya jengah.


Yg dikatakan Kinara sangatlah benar, kenapa dia sedih cuma karna AL tak mengundang nya ke acara Ultah nya, toh AL bukan lah Artis bukan pula orang penting di Negeri ini.


Kinara tak tau sich, kalo AL adalah lelaki yg di kagumi teman nya itu.


Saat itu baru saja Sinta mau menanggapi perkataan Kinara tadi, Namun belum sempat dia membuka mulut, lelaki yg kini berada di dekat mereka membuat Sinta seketika terperangah.


AL tengah berdiri tegap menatap mereka dan kemudian duduk di meja yg sama dengan Sinta, tepat nya duduk di sebelah Sinta.


Jantung Sinta jadi berpacu sangat kencang.


Tetapi AL datang bukan lah untuk menemui Sinta melain kan untuk berbicara pada Kinara.


" Kak AL kesini, ada perlu sama siapa?." Tanya Kinara sambil menautkan kedua alis nya.


" Kamulah Ara, emang nya ada orang lain yg aku kenal selain kamu di kelas ini." Sahut AL santai.


" Ada, Tuh Sinta." Kinara berkata sambil menatap Sinta.


" Iya, tapi hanya kalian berdua saja, dan yg dekat dengan ku cuma kamu." Tegas AL.


" Ada perlu apa kak?." Kinara langsung menanyakan tujuan AL menemui nya.


Entah Kinara pura pura tak tau atau memang dia tak tau.


Berbeda dengan Sinta, Sinta sudah bisa menebak apa yg membawa AL kemari, yg tak lain adalah untuk memberikan undangan Ultah nya.


AL tak menjawab Pertanyaan Kinara, sebagai ganti nya AL membuka tas bahu nya, dan mengeluarkan sebuah kartu yg sangat cantik, bukan hanya cantik tapi juga elegan.


Kinara baru ngeh, pastilah itu undangan untuk ulang tahun AL.

__ADS_1


Yg jadi pertanyaan nya pada siapa AL akan memberikan undangan tersebut, pasal nya hanya ada satu kartu yg AL keluarkan.


" Datang ya ntar malam." AL berkata seraya menyodorkan undangan tersebut pada Kinara.


Kinara menatap Sinta, Sinta terlihat sangat tidak bersemangat.


" Insya Allah Kak." Sahut Kinara tersenyum lembut sembari menerima undangan yg di sodorkan AL.


" Jangan insya Allah Ara, aku mau nya kamu dateng, nggak boleh tidak, aku akan marah jika kamu nggak datang." Kecam AL.


" Oke kak liat aja nanti." sahut Kinara belum memberikan kepastian bahwa dia akan datang atau tidak. Padahal AL ingin kepastian tersebut.


" Aku nggak mau jawaban yg lain selain dari iya." AL seolah memaksa.


" Tapi aku nggak ada teman, mau kesana." Kinara berkata demikian agar dia bisa mengajak Sinta, Sebab dia tau Sinta sangat ingin datang ke pesta itu.


Sekilas AL menoleh kearah Sinta.


" Kan ada Sinta, Kamu pergi bersama Sinta aja." Tutur AL tanpa beban.


" Mana mau lah Sinta, orang kakak nggak ngundang dia." Sergah Kinara.


Sinta hanya membulatkan mata nya, menatap Kinara, Kinara tau bahwa Sinta tak keberatan menemani nya.


Mendengar perkataan Kinara AL sadar bahwa Sinta pasti nggak mau datang tanpa undangan dari nya.


" Sin maaf bukan nya aku nggak mau memberikan kamu kartu undangan, tetapi kartu nya sudah habis, jadi aku hanya bisa mengundang mu dengan suara saja, dan aku rasa itu juga syah kan." AL bicara pada Sinta.


Sinta tersenyum manis pada AL.


" Datang lah ntar malam bersama Kinara ya Sin, aku sangat mengharapkan kehadiran kalian." Lanjut AL memberi undangan secara lisan.


" Iya kak, aku pasti datang, meski tanpa kartu undangan, so kakak juga udah mengundang langsung." Sahut Sinta terdengar gembira.


AL tersenyum, kemudian dia pamit pada Kinara untuk kembali kekelas nya, sesaat sebelum kembali ke kelas AL berkata.


" Aku tunggu kamu ntar malam." Pesan AL pada Kinara. Disana jelas AL menegaskan bahwa Kinara harus datang.


Kinara hanya menanggapi dengan anggukan kepala, meskipun dia tak yakin mau datang atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2