
3 Hari kemudian.
Saat jam istirahat, karna merasa haus dan juga lapar Kinara mengajak Sinta ke kantin sekolah.
Perjalanan kekantin sekolah melewati ruang kelas AL.
Tadi nya AL tak berniat untuk pergi kekantin sekolah, ia tak merasa laper sama sekali, dan akan memilih untuk pergi ke perpustakaan untuk membaca buku.
Namun saat Dia baru saja keluar kelas, AL melihat Kinara sedang menuju kantin sekolah bersama Sinta, AL pun mengurungkan niat nya untuk pergi ke perpustakaan dan bergegas menuju kantin.
Kinara dan Sinta duduk di arah pojokan kantin setelah memesan makanan dan juga minuman.
Kinara telah duduk duluan karna tadi saat memesan makanan dan minuman dia hanya berpesan pada Sinta sahabat dekat nya.
setelah mengatakan pada pemilik kantin menu apa yg mereka ingin kan Sinta berniat duduk bersama Kinara.
Saat itu baru saja bokong nya mau menduduki kursi yg ada di hadapan Kinara tiba tiba AL menghentikan nya.
" Dek itu tempat duduk ku." Sergah AL.
Kinara dan Sinta hanya saling menatap.
" Oh maaf kak, aku nggak tau." Tutur Sinta merasa tak enak hati.
" Ya udah Sin, kita pindah ke meja yg lain nya saja." Ajak Kinara. Dan mulai berdiri untuk pindah tempat duduk.
" Eem, Ara kau tak perlu pindah." Lekas lekas AL bicara.
" Lah kenapa?, bukan kah kakak sudah memesan meja ini jadi ambilah." ketus Kinara. Karna terus terang saja Ia tak suka cara AL yg menurut nya seenak nya, di meja dan kursi itu tadi tak ada orang menduduki, bahkan tulisan tak boleh di tempati kecuali oleh AL juga tak ada, lalu kenapa AL bilang itu adalah tempat duduk nya.
Bukan kah menurut Kinara itu adalah hal yg sangat tak masuk akal, apa karna mereka Senior lalu mereka bisa seenak nya saja pada adik kelas mereka.
" Maksud ku begini, biarkan teman mu ini saja yg cari meja dan tempat duduk yg lain, kamu tak perlu." jelas AL.
__ADS_1
Kinara tersenyum sinis.
" Aku tau kakak memang senior di sekolah ini, kakak juga ketua OSIS, tapi bukan berarti kakak bisa seenak nya saja mengatur setiap orang yg ada di sekolahan ini." Kinara berkata sedikit kasar.
" Kamu salah paham, aku nggak bermaksud untuk sok ngatur ataupun sok berkuasa...." AL tak melanjutkan bicara nya lagi, sebab di lihat nya Kinara sedang menatap nya dengan pandangan yg menusuk.
AL menghela nafas dalam. Lalu melanjutkan bicara nya lagi dengan selembut mungkin.
" Gini, sebenar nya aku mengatakan itu agar aku bisa duduk bersama mu." AL mengakui niat nya.
Kinara tak menanggapi perkataan AL. sebagai ganti nya dia hanya mendengus dan membuang pandangan nya kearah lain.
Sinta yg menyadari Kinara mulai kesal langsung menyela pembicaraan mereka.
" Udah lah Ara, biar aku cari tempat lain saja, kamu duduklah disini, mungkin saja ada yg ingin kak AL bicarakan dengan mu, hingga dia menghampiri mu disini." Kata Sinta tenang.
Setelah itu Sinta langsung berlalu dan mencari tempat duduk lain.
" Sin, tunggu." Kinara berkata sambil melangkah untuk mengikuti Sinta, Namun langkah nya terhenti karna AL meraih pergelangan tangan nya.
Kinara memang menghentikan langkah nya, tapi sekilas pun dia tak menatap wajah AL.
" Aku minta maaf kalo sudah membuat kamu kesal, sungguh aku nggak bermaksud untuk seenak nya saja atau semena mena pada adik kelas, nggak , nggak seperti itu, aku hanya mengatakan hal itu untuk satu alasan saja yaitu aku ingin bisa duduk bersama mu dan makan bareng dengan mu." AL menjelaskan maksud nya yg seberna nya.
Mendengar pengakuan AL seketika kekesalan Kinara hilang begitu saja, bahkan dia merasa tak enak hati telah berkata agak kasar itupun kepada kakak kelas nya.
Akhir nya Kinara berbalik dan kembali duduk.
" Kakak ada perlu apa dengan ku." Kinara pun mulai bicara tenang.
AL duduk di hadapan nya dengan mengulas senyum tipis di wajah nya.
" Besok akan diadakan pertandingan basket...." Belum sempat AL menyelesaikan kalimatnya, Kinara telah memotong bicara nya.
__ADS_1
" Iya aku tau itu kak, lalu?." Tanya Kinara.
" Apa kamu mau menonton pertandingan nya?." AL balik bertanya
" Rasa nya nggak ada faedah nya akan lebih baik aku kalo aku membaca di perpus aja untuk mengisi jadwal kosong." Jawab Kinara apa ada nya.
Saat itu makanan yg tadi di pesan Kinara telah siap di meja nya.
Kinara pun mulai menyantap nya.
Ada semangkok Bakso dan segelas es campur.
" Aku makan duluan ya kak." Kinara berkata pada AL
" Iya silahkan." Sahut AL.
" Kakak ngggak makan?." Tanya Kinara lagi.
" Nggak aku masih kenyang." Jawab AL apa ada nya, dia memang tak berniat untuk makan, dia pergi ke kantin hanya untuk menemui Kinara saja.
Kinara hanya fokus menyantap makanan nya.
" Ara, Jika kamu berkenan datang lah kelapangan basket besok saat pertandingan berlangsung." Pinta AL.
" Buat apa?." Kinara tampak bingung.
" Aku ingin kau melihat ku bertanding." jawab AL seada nya.
" Insya Allah kak." sahut Kinara.
Sejenak AL terdiam, fokus nya hanya melihat Kinara yg tengah lahap makan.
Kinara menyadari kalo sejak tadi AL memperhatikan diri nya, tapi dia bersikap biasa saja seolah tak tau itu.
__ADS_1
Selesai Kinara makan, tadi nya AL mau bicara lagi, sayang nya bel telah berbunyi dan mereka harus kembali kekelas.