
Sejak meninggalkan sekolah tadi hingga sekarang hanya keheningan yg ada diantara AL dan Kinara.
Masing masing hanya sibuk dengan fikiran nya sendiri.
Hingga suara dari perut Kinara yg memecah keheningan diantara mereka.
Mendengar panggilan dari perut Kinara yg minta di isi kedua nya saling menatap dan tertawa kecil.
“ Kamu laper?.” tanya Al.
“ Ehehe, iya kak.” sahut Kinara sedkit malu.
“ Ya udah kita makan dulu.” Ajak AL.
“ Boleh juga.” Sahut Kinara senang karna dia memang laper.
“ Mau makan dimana dan makan apa?.” AL bertanya lagi.
“ Makan bakso aja kak.” Pinta Kinara.
“ Ara, kamu nggak boleh makan makanan seperti itu apa kamu lupa?.” tegas AL.
Kinara terdiam sejenak, dia lupa kalo dia tak boleh makan makanan yg berlemak.
“ Kalo gitu kakak aja dech yg nentuin.” Kinara menyerahkan smeua nya pada AL. Sebab AL tau mana yg baik dan tidak nya untuk dia.
Kali itu AL hanya membelikan roti bakar dan juga maratabak manis untuk makanan Kinara selama dalam perjalanan pulang. Kinara pun tak keberatan meskipun hanya memakan makanan itu, semua demi kesehatan nya.
Tepat jam 17:00 sore mereka tiba di rumah Kinara.
Dengan pelan Kinara membuka pintu mobil AL, dan bergerak untuk turun, Namun saat Kinara hendak turun tiba tiba AL meraih tangan nya.
__ADS_1
Kinara menoleh dan menunda niat nya.
“ Bisa bicara sebentar?.” Tanya AL pelan.
“ Eem.” Kinara hanya bergumam.
AL melepaskan tangan nya dan hanya menatap dalam wajah gadis itu, Kinara jadi salting dibuat nya.
“ Ara apa kau mencintai seseorang?.” Tanya AL terus terang, dia penasaran kenapa Kinara menolak nya.
“ Iya.” sahut Kinara jujur. Memang benar dia mencintai seseorang.
AL menganggukan kepala nya.
“ Siapa dia Ara?.” tanya AL menyelidik.
“ Aku kasih taupun kakak nggak akan tau.” Sahut Kinara.
“ Buat apa?.” tanya Kinara.
“ Aku ingin lihat saingan ku itu seperti apa.” ujar Al lagi.
“ Nanti juga kakak bakalan tau.” tegas Kinara.
“ Jawab saja siapa nama nya Ara?.” kali ini Al sedikit mendesak.
“ Itu hak pribadi ku kak, kenapa kakak jadi memaksa seperti ini.” jelas Kinara dengan nada suara yg agak tinggi.
AL mengambil nafas dalam, sejujur nya dia merasa marah saat mengetahui Kinara mencintai seseorang. Tetapi dia tak bisa berbuat apapun, dia tak berdaya, dia juga tak punya hak untuk merasa cemburu .
“ Apa yg di miliki lelaki itu yg tidak aku miliki, hingga kau lebih memilih dia.?” AL bertanya tak sabar.
__ADS_1
“ Aku tak tau.” ketus Kinara
“ Nggak mungkin kamu nggak tau Ara, ayo jawablah yg jujur.” tandas AL.
“ Aku lelah kak, aku mau istirahat.”bukan nya menjawab Kinara malah mengalihkan pembicaraan.
“ Nggak usah menghindar.” Tandas AL.
“ Tolong jangan buat aku semakin sulit kak, Aku benar benar lelah izin kan aku pergi.” pinta Kinara. dengan nada suara putus asa.
AL sedikit kesal di buat Kinara, tapi dia masih tetap diam, namun sebagai ganti nya, AL malah meraih wajah Kinara, dan tanpa aba aba dia mengecup kening gadis itu.
Kinara hanya membelalakan mata nya.
“ I Love You Ara.” Tutur AL lembut.
Kinara tak menanggapi perkataan AL dia langsung bergegas turun dan masuk ke dalam rumah.
Bahkan Kedua orang tua nya yg bertanya sama sekali tak ia tanggapi.
Tiba di kamar nya dia langsung menutup pintu kamar nya, dan bersender di pintu itu.
POV Kinara.
“ Maaf kan aku kak, aku terpaksa menyakiti mu, tetapi aku tak punya pilihan, tolong jangan cintai aku seperti ini, aku tak pantas untuk mu, kau punya segala nya, kau adalah seorang Dokter, sedangkan aku, aku hanya seorang gadis yg tengah sakit parah, aku tak pantas bersanding dengan mu, aku juga tak mau kau semakin terluka nanti nya, Kau tau kak mungkin hidup ku tak akan lama lagi, aku tak mau kau merasa kehilangan ku suatu saat nanti, maaf kan aku, maaf karna telah berbohong mengenai perasaan ku, sejujur nya aku juga mencintaimu kak, tapi aku sungguh tak berdaya.”
Pov author
Kinara hanya terduduk dengan air mata yg mengalir deras di pipi nya, perasaan nya kali itu benar benar hancur, dia juga mempunyai perasaan yg sama terhadap AL, akan tetapi rasa rendah diri nya membuat nya harus berbohong dan menyakiti AL, Belum lagi karna dia sadar saat ini dia tengah sakit parah, dia tak mau AL makin sedih nanti nya.
Itulah sebab nya dia mengatakan kalo dia mencintai seseorang, benar dia mencintai seseorang, namun orang yg dia cintai adalah AL sendiri.
__ADS_1