
Malam hari itu.
Saat itu Kinara sedang belajar, namun kegiatan nya terhenti lantaran ponsel nya berdering.
Sebuah panggilan telpon masuk di ponsel nya, Kinara menatap layar ponsel nya, untuk mengetahui siapa yg menelpon nya.
Mungkin kah itu Sinta, atau teman teman nya yg lain, atau justru orang yg special dalam hidup nya.
Namun Kinara tampak kaget saat melihat nama yg tertera di layar ponsel nya, sebab panggilan telpon tersebut dari AL.
" Kak AL." Kinara bergumam dengan dahi berkerut.
Kinara memilih mengabaikan nya, dan kembali fokus pada pekerjaan rumah nya yg hampir selesai itu.
Syukurlah tak lama kemudian ponsel nya sudah senyap artinya AL tidak menelpon nya lagi, Hingga Kinara bisa fokus mengerjakan tugas nya hingga selesai.
Baru saja dia menutup buku nya kembali terdengar dering di ponsel nya.
Sama seperti tadi Kinara melihat layar ponsel nya, Tertera jelas nama ALfi disana.
Kinara mengerutkan kening nya, untuk kemudian menggeser tombol jawab.
" Hallo selamat malam." Sapa AL di sebrang sana.
" Iya malam kak." Sahut Kinara datar.
" Lagi ngapain Ara?." Tanya AL lembut.
" Belajar." Jawab nya.
" Ahaha." Terdengar AL tertawa pelan.
" Kamu belajar terus tapi nggak pinter pinter." ledek AL dengan setengah bercanda.
Kinara menghela nafas dalam.
__ADS_1
" Ya elah ngejek banget sich kak, mentang mentang kakak selalu juara kelas." tutur Kinara merasa sedikit tersinggung.
" Bercanda Ara, Jangan diambil hati ya." Lekas lekas AL menjelaskan.
" Tenang kak, aku bukan Dokter bedah yg akan dengan mudah membelah dada orang dan mengambil hati nya." Giliran Kinara yg bercanda.
" Kamu bisa aja." Sahut AL hangat.
" Ngomong ngomong, kakak dapet nomor telpon aku dari mana?." Barulah Kinara sempat bertanya.
Menanyakan hal yg sejak tadi ada di benak nya.
" Jangan tanya dari mana, itu nggak penting, yg penting nya adalah aku bisa telpon kamu." Tegas AL.
Kinara mengambil nafas jengah, Jujur saja dia tak suka saat dia bertanya baik baik, namun tak dapat jawaban yg sesungguh nya.
" Oh iya kak, apa ada urusan penting sampai kakak telpon aku?." Tanya Kinara seada nya.
Pertanyaan Kinara kali itu sedikit menyinggung perasaan AL, apakah itu artinya Kinara merasa terganggu atau merasa terpaksa bicara dengan nya.
" Tapi kalo kamu merasa terganggu, ya sudah matiin aja." Sambung AL lagi.
" Eem nggak kok kak, santai aja." Jelas Kinara merasa tak enak hati.
" Terimakasih kalo begitu." Tutur AL kemudian.
" Kak, tadi siang Marsha bertanya pada ku, tentang hubungan kita." Kinara mulai bercerita.
" Marsha." Ulang AL.
" Iya." Jawab Kinara.
" Terus apa lagi yg ia katakan.?" AL bertanya menyelidik.
" Dia bilang aku nggak boleh dekat dekat sama kakak, karna kakak adalah pacar nya." Kinara ngarang. Padahal jelas jelas tidak seperti itu.
__ADS_1
Kinara berkata demikian hanya untuk mengetahui ada hubungan apa antara AL dan Marsha.
" Dasar cewek aneh." Gumam AL.
" Sudah tak perlu memikirkan perkataan nya, dia bukan siapa siapa ku, kami hanya teman sekelas." Tegas AL.
Kinara langsung tertawa.
AL jadi bingung sendiri.
" Kenapa kamu tertawa? apa kamu sedang mengerjaiku?." Tanya AL meminta penjelasan.
" Nggak kok kak." Sahut Kinara masih dengan tertawa pelan.
" Nggak usah bohong, kamu pasti sengajakan mengerjaiku, sebenar nya nggak ada kan Marsha berkata seperti yg kamu katakan tadi, Bahkan aku sangat yakin sekali kamu sama sekali tak bicara dengan nya." Selidik AL lagi.
" Aku memang bicara pada Marsha tadi siang, tapi dia hanya menanyakan tentang hubungan kita, nggak lebih dan nggak kurang." Kinara menjelaskan yg sebenar nya.
" Lalu kenapa kamu mengatakan kalau dia menyuruhmu menjauhi ku." Tanya AL.
" Aku cuma ingin tau saja ada hubungan apa antara kakak dan kak Marsha." Jelas Kinara jujur.
" Kalo aku dan Marsha ada hubungan special apa kamu merasa cemburu.?" Tutur AL.
Yg membuat Kinara langsung tertawa medengar nya.
" Lagi lagi kamu tertawa, apa ada yg lucu?." Tanya AL.
" Perkataan kakak itulah yg lucu, masa iya aku cemburu, Kakak hanya kakak kelas ku, dan kita baru saja berteman, lalu atas dasar apa aku akan cemburu." jelas Kinara apa ada nya.
" Aku ingin tau hanya untuk memastikan tidak ada orang yg akan terluka dan salah paham pada ku, cuma karna aku sering bicara sama kakak." Tegas Kinara lagi.
AL tercekat mendengar nya, Entah mengapa ada sedikit rasa kecewa di hati nya saat dia mendengar penuturan Kinara.
Karna tak ada tanggapan dari AL, Kinara langsung menyudahi pembicaraan mereka.
__ADS_1
Mau tak mau AL hanya menuruti nya.