
Saat itu Kinara pergi tanpa merespon perkataan AL terlebih dahulu, yg membuat AL jadi bingung dan bertanya tanya? ada apa?
Ternyata Kinara tidak lah marah karna AL lancang memasukan nomor ponsel nya, akan tetapi pada saat itu dia ingat akan suatu hal, bahwa dia belum memberi kabar pada seseorang, karna itulah dia kembali ke tenda dan menelpon orang tersebut.
Keesokan Hari nya.
Disana akan di adakan yg nama nya mencari jejak, dimana setiap regu harus mengumpulkan bendera sebanyak banyak nya dan secepat mungkin.
Mereka semua menumpuh perjalanan melewati hutan, begitu pula lah dengan team AL.
Mereka telah mengumpul kan sebanyak dua bendera Indonesia, menurut sang pembina Pramuka ada tersisa 1 bendera lagi yg harus mereka cari.
perjalanan berikut nya tidak lah semudah yg mereka lewati tadi, namun yg nama nya anak pramuka tak boleh ada kata nyerah ataupun lelah.
Saat melanjutkan perjalanan kali itu mereka harus menghadapi sedikit kesulitan, sebab mereka di hadapkan dengan sebuah aliran sungai kecil, air nya memang tak dalam, hanya sekitar mata kaki orang dewasa.
Tapi disana lah ujian mereka di mulai, bagi orang yg tak patuh mereka bisa saja melewati jalan yg lain, tetapi bagi yg patuh maka mereka akan melewati aliran air tersebut tanpa protes.
Beberapa orang dari team Mawar telah melewati air tersebut tanpa protes dan mereka rella membasahi sepatu serta kaos kaki mereka.
Yg tersisa hanya lah AL, Kinara dan juga Rifky.
Sejenak Kinara berhenti karna di hadapan nya ada aliran air.
" Masa iya sich harus basah basahan seperti mereka tadi." Gumam Kinara dalam hati, sambil melihat lihat sekitar nya, barangkali saja ada jembatan yg bisa di pakai buat menyebrangi aliran air itu tanpa harus menjajaki nya.
" Kenapa berhenti Ara, ayo lanjutkan perjalanan." Tegas AL, karna dia adalah pimpinan Regu.
__ADS_1
" Nggak bisakah kita lewat jalan yg lain, yg nggak harus menjajaki aliran air ini misal nya." protes Kinara pada AL.
" Teman teman yg lain nggak ada yg protes lalu kenapa kamu keberatan, ini lah resiko anak pramuka." kali itu Rifky yg menanggapi.
Kinara tak merespon perkataan Rifky, sebagai ganti nya dia berjalan kearah kiri aliran air tersebut, dimana air nya terlihat lebih dangkal dari yg ada di hadapan nya tadi.
" Ini seperti nya tak terlalu basah jika di lewati." Kinara berkata kemudian.
AL menghampiri Kinara.
" Seperti nya kamu benar." sahut AL, tapi karna dia yg tak sabar maka dengan cepat dia langsung berjalan untuk melewati jalan itu.
Namun baru 5 langkah saja, AL sudah mengeluh.
" Sialan." keluh AL.
" Diem kamu, ini semua gara gara kamu." jutex AL, Karna kaki nya tercelup lumpur semua.
Kinara tertawa melihat nya.
" Harus nya aku nggak percaya pada cewek seperti mu." kesal AL lagi.
Tak heran mengapa AL begitu kesal, lumpur tersebut tak hanya mengotori sepatu AL saja, akan tetapi membuat AL tak bisa mencabut kaki nya lantaran lumpur tersebut lumayan dalam.
" Ya elah kak, sadar donk, itu kebodohan kakak sendiri, aku aja belum berani untuk melewati nya, maka nya jangan serakah jadi orang." Sahut Kinara membela diri.
Perkataan Kinara membuat Rifky tertawa terbahak bahak.
__ADS_1
" Kamu juga Ky, bukan nya bantuin malah menertawakan, teman macam apa kau ini." Kecam AL pada Rifky.
" Itu derita loh AL." sahut Rifky, setelah itu ia meninggal kan AL dan kembali ke jalan yg tadi di lewati teman teman yg lain.
" Nikmati saja perjalanan mu AL." tutur Rifky lagi.
Hal itu membuat AL makin jengkel, Kinara menatap Rifky, seratus persen dia tak menduga kalo Rifky sama sekali nggak ada niat untuk membantu teman nya.
" Kamu juga ngapain bengong disana, pergilah tinggalin saja aku sendirian disini, aku bisa kok tanpa bantuan siapapun." kecam AL pada Kinara dengan nada kesal.
Kinara tak berkata apapun untuk menanggapi perkataan AL, dia hanya menatap lekat pada AL, entah apa makna arti dari tatapan Kinara tersebut.
" Ayo kak ulurkan tangan mu." titah Kinara, sambil mengulurkan tangan nya berniat membantu AL.
" Udahlah nggak usah, aku nggak butuh." Tukas AL dengan sombong nya.
" Kak saat ini bukanlah waktu yg tepat untuk mu menunjukan keangkuhan." sahut Kinara santai.
" Ayo ulurkan tangan mu, atau kakak mau tetap tertanam di lumpur ini." sambung Kinara lagi.
Mencermati perkataan Kinara yg sangat benar itu, mau tak mau AL membuang ego nya, Hingga dia mengulurkan tangan nya pada Kinara.
Kinara mencoba membantu nya dan mencoba menarik kuat tangan AL, Namun bukan berhasil menarik AL, sebalik nya justru dia yg tertarik kearah AL, Dan akibat nya Kinara juga berada pada Lumpur yg sama dengan AL.
AL tertawa menyadari Kinara ada di posisi yg sama dengan nya.
Kinara menatap jengkel AL.
__ADS_1
Apa yg akan terjadi pada mereka ya???