
Hari berikutnya.
Hari itu saat di sekolah, bel berbunyi artinya waktu istirahat telah tiba.
Bergegas AL keluar kelas untuk kemudian menuju ruang kelas Kinara, tiba di depan kela Kinara ternyata mereka belum bisa keluar buat istirahat lantaran sang Guru masih membereskan buku buku nya.
Mau tak mau AL menunggu beberapa saat, tak sampai semenit, sang Guru telah keluar dari kelas tersebut artinya semua murid di persilahkan untuk istirahat.
AL berdiri membelakangi jendela, dengan kedua tangan nya berada dalam saku seragam sekolah nya.
Senyuman tersungging di sudut bibir nya, menambah pesona nya, sebenar nya AL itu adalah salah satu cowok terfavorit di sekolah nya, bukan karna ketampanan akan tetapi karna prestasi nya juga.
Tak heran jika banyak kaum hawa yg suka menempel pada nya, sayang nya sikap AL sedikit dingin.
Ibu Guru yg baru saja keluar dari kelas tersebut sempat terkejut lantaran dia tak menyangka ada orang yg tengah berdiri di depan kelas itu.
" Siang Bu." Sapa AL pada Guru nya tersebut.
" ALfi." Tutur Bu Hasnah kaget,
" Ngapain kamu disini.?" sambung Bu Hasnah lagi.
Bu Hasnah adalah seorang Guru matematika untuk kelas 10 dan 11.
" Nggak apa apa Bu, kebetulan lewat saja." Kilah nya.
Bu Hasnah hanya menganggukan kepala nya, setelah itu dia berlalu pergi.
Sedang kan AL masih menunggu Kinara keluar kelas, namun tampak nya hari itu Kinara tak berniat untuk keluar kelas, sebab dia masih saja sibuk dengan buku buku nya.
AL mengangkat pergelangan tangan kiri nya untuk melihat waktu.
Sudah hampir 3 menit lama nya dia menunggu Kinara keluar namun Kinara tak juga keluar kelas.
AL tak tau harus bagaimana, sebenar nya kalo dia mau dia bisa langsung masuk kelas dan menghampiri Kinara, tapi AL tak punya keberanian untuk melakukan hal itu.
Sehingga dia memilih untuk meminta tolong pada salah satu teman sekelas Kinara yg kebetulan baru keluar kelas.
" Dek bisa minta tolong." AL berkata pada Anisa teman sekelas Kinara.
__ADS_1
" Apa kak?." tanya Anisa tersenyum, Dia tau siapa AL, karna AL juga adalah ketua OSIS mereka.
" Ajak Ara keluar." AL bicara terus terang.
" Nggak ah kak, aku nggak terlalu dekat sama Ara." Bantah Anisa.
" Ayolah dek, plish ntar sebagai gantinya Aku beliin kuota dech." Pinta AL lagi.
Anisa berfikir sejenak, sayangkan kalo dia menolak, lumayan bisa dapat kuota gratis.
" Baiklah tapi aku mua kuota yg 15 GB." Tutur Anisa kemudian.
" Iya, tapi sekarang cepatan ajak Ara keluar, waktu mepet nih ntar keburu bel berbunyi lagi." Tegas AL.
Dengan segera Anisa melangkah kembali masuk kedalam kelas untuk menghampiri Kinara dan mengajak nya keluar.
" Ara." Panggil Anisa setelah berada di dekat Kinara.
Kinara menoleh kearah sumber suara berasal.
" Iya Nis." sahut nya kemudian, setelah itu ia kembali fokus pada buku nya.
" Ajak Sinta aja Nis, aku lagi males keluar." Tolak Kinara.
" Tapi aku mau nya sama Ra, ayo donk." Rengek Anisa.
Kinara menghela nafas dalam, kemudian melirik Anisa sekilas.
" Nis kamu aneh dech, kita nggak dekat dekat amat kan, tapi kenapa kamu maksa aku buat temanin kamu ke kantin, tuh teman akrab kamu Dina adakan kenapa nggak minta dia aja." Tegas Kinara.
Perkataan Kinara membuat Anisa terdiam, memang selama ini Anisa selalu akrab sama Dina, bahkan selama ini hampir hampir antara Kinara dan Anisa jarang saling menyapa, bukan kah aneh kalo tiba tiba Anisa mengajak nya ke kantin.
" Sok kamu jadi orang Ra." kecam Anisa.
Usai berkata demikian Anisa pergi dan keluar lagi, dengan wajah yg cemberut.
Dari raut wajah nya yg kesal AL dapat melihat kalo Anisa tak berhasil mengajak Kinara keluar kelas.
Karna itulah saat baru saja Anisa mau memberitahu AL, AL sudah bicara duluan.
__ADS_1
" Dia nggak mau keluarkan." Tutur AL. Anisa hanya mengangguk.
" Ya udah pergilah sana." AL juga ikutan kesal.
" Gimana cara nya agar Kinara mau keluar ya." AL bergumam sendiri.
Namun karna tak ada cara lain,kali itu terpaksa AL masuk sendiri kedalam kelas dan menghampiri Kinara.
" Ara." Panggil AL ketika dia sudah berada di hadapan Kinara, Namun Kinara tak menyadari nya lantaran dia fokus belajar.
Kinara terjingkat kaget sambil menatap kearah orang yg memanggil nya.
" Ngagetin tau nggak." ketus Kinara.
" Ehehe, sorry." tutur AL santai.
" Ada perlu apa kak, sampai sampai kakak kemari?." Tanya Kinara seada nya.
" Ara ke kantin yok." Ajak AL to the point.
" Ngapain?." tanya Kinara tanpa ekspresi.
" Ya makan lah Ara, masa iya tidur." Jelas AL setengah bercanda.
" Iya kak aku tau, tapi yg aku nggak ngerti ngapain kakak ngajak aku, kan orang lain banyak." ketus Kinara tanpa menutupi rasa enggan nya.
" Karna aku ada perlu sama kamu." jelas AL lagi.
" Lain waktu saja." Dalih Kinara.
" Tapi aku mau bicara penting Ra." Kata AL.
" Kalo gitu bicara saja, aku dengerin kok kak." jawab Kinara santai.
AL mengambil nafas dalam.
Saat itu baru saja AL mau bicara, eh bel sudah berbunyi artinya jam istirahat telah selesai, dan sebentar lagi pelajaran akan di mulai.
Dengan langkah lesu AL kembali kekelas nya.
__ADS_1
" Kenapa susah banget sich buat ngajak dia makan aja, aku kan cuma pengen minta nomor ponsel nya." gumam AL sendirian. Sambil terus berjalan menuju kelas nya.