
“ Iya nggak apa apa kak, harus nya aku yg minta maaf, tak seharus nya aku marah marah seperti ini.” Sahut Kinara mulai tenang.
AL menatap Kinara dengan sangat lembut. Dan menganggukan kepala nya.
“ Kak kalo sudah tak ada lagi yg harus aku lakukan bisakah aku pulang sekarang?.” tanya Kinara kemudian.
“ Iya tentu saja, dan ini obat mu.” sambil berkata AL memberikan beberapa jenis obat pada Kinara.
Kinara pun mengambil nya.
“ Berapa Dok?.” Tanya Kinara kemudian.
“ Lupakan, ayo aku antar kau pulang.” sambil berkata AL langsung meraih pergelangan tangan Kinara dan kemudian berjalan untuk menuju parkiran.
Kinara hanya diam mengikuti AL.
Setelah tiba di parkiran AL menyuruh Kinara masuk kedalam mobil nya, tak ada penolakan dari Kinara kali itu, hingga dia pun langsung masuk, setelah Kinara duduk dengan tenang AL menyusul masuk dan perlahan mulai menjalan kan mobil nya.
“ Ara.” Panggil AL tak ingin hanya berdiaman saja.
“ Emm.” sahut Kinara bergumam, fokus nya pun hanya pada hp nya.
__ADS_1
“ Boleh aku tanya satu hal?.” Tutur AL.
“ Iya.” sahut Kinara tanpa menghentikan aktivitas nya menatap layar ponsel.
“ Mengapa kau menolak ku, padahal aku sangat yakin sekali jika kau juga menyukai ku.” Tanya AL terus terang.
pertanyaan AL kali itu sukses membuat Kinara langsung menghentikan aktivitas nya dan mulai menatap AL.
“ Seperti kata ku kak, aku mencintai orang lain.” Sahut Kinara mencoba berbohong.
“ Ck, ayolah jangan berbohong, aku tau saat ini kau tak memiliki pacar dan gebetan pun belum ada.” Tegas AL.
Kinara langsung terdiam.
Karna tak ada tanggapan apapun dari Kinara akhir nya AL mulai bicara lagi.
“ Ara tolong kasih aku kesempatan sekali saja untuk membuktikan kalo aku benar benar serius sama kamu, aku nggak akan nyakitin kamu, dan aku juga nggak akan pernah ngecewain kamu, percayalah aku sangat mencintai mu dengan segenap jiwa dan raga ku.” sekali lagi AL menyatakan perasaan nya.
Kinara mengambil nafas dalam.
“ Makasih kak, tetapi terus terang aku ngerasa aku sangat nggak pantas buat kakak, aku hanya orang miskin, aku juga tak mempunyai title apapun dan parah nya lagi aku ini hanya seorang gadis yg sakit kak.” Jawab Kinara apa ada nya.
__ADS_1
“ Cukup Ara jangan katakan alasan apapun, aku mencintai kamu apa ada nya, tak peduli seperti apapun dirimu, aku hanya mencintaimu, baik itu dulu, sekarang ataupun nanti. Jadi jika kau punya sedikit saja perasaan pada ku, tolonglah beri aku kesempatan.” Pinta AL dengan nada memohon.
“ Lalu bagaimana dengan Suster Mia, apakah kakak akan meninggalkan nya dan menyakiti perasaan nya?.” Tanya Kinara pelan.
“ Aku dan Mia hanya teman kerja saja nggak ada yg lebih.” Tegas AL.
“ Jika demikian mengapa tadi kalian bermesraan?.” Akhir nya Kinara bertanya terang terangan.
AL tersenyum arief.
“ Aku dan Mia tak bermesraan seperti yg kau fikirkan Ara.” bantah AL tegas.
“ Apa berpelukan itu bukan bermesraan kak.” Ujar Kinara sekilas menatap AL kesal. Karna menurut nya AL tak mau mengaku.
“ Ku akui aku memang memeluk Mia tadi, tetapi itu hanya karna saat itu aku benar benar sedang kalut Ara, aku tak tau harus bicara dan bersandar pada siapa, hanya ada Mia saat itu jadi aku fikir hanya dia yg bisa ngertiin perasaan aku....”
“ Jadi menurut kakak aku tak bisa ngertiin kakak gitu?.” Kinara memotong bicara AL gesit.
“ Tidak bukan seperti itu Ara, tolong jangan salah paham.” jelas AL tegas.
“ Lalu apa kak?.” Tanya Kinara dengan nada yg kurang sabar.
__ADS_1
Apakah jawaban AL nanti nya??