
Sebulan sudah berlalu sejak AL menyatakan perasaan nya pada Kinara, selama ini Kinara selalu menghindar agar tak bertemu AL, Setiap kali AL mengajak nya keluar di selalu menolak.
Kinara tak ingin AL makin mencintai nya dan dia akan makin terluka nanti nya, apa lagi saat ini makin hari tubuh nya semakin melemah.
Begitulah hari ini, Tiba tiba Kinara jatuh pingsan, Hidung nya juga mengeluarkan darah.
Untung kakak nya Kinara sedang berada di rumah, hingga lekas lekas dia membawa Kinara kerumah sakit tempat AL bekerja.
AL sangat terkejut mendapati Kinara yg tak sadarkan diri, yg telah di bawa oleh suster menggunakan brankar.
Bergegas AL menghampiri Kevin kakak nya Kinara.
“ Apa yg terjadi dengan nya Kak?.” Tanya AL cemas.
Kevin hanya menjelaskan apa yg dia ketehui saja.
Segera AL membawa nya ke ruang ICU untuk kemudian memeriksa keadaan Kinara.
Beberapa selang infus juga terpasang di tubuh Kinara.
Usai memeriksa keadaan Kinara, AL keluar dari ruangan dan kembali menemui kakak nya Kinara.
“ Kak bisa kita bicara sebentar?.” Tanya AL.
“ Tentu Dok.” sahut Kevin.
AL mengajak kakak nya Kinara keruangan nya.
“ Bagaimana Kondisi Ara Dok?.” Tanya Kevin cemas.
“ Dia akan baik baik saja kak, Para Dokter telah merawat nya, sebentar lagi dia akan siuman.” Jelas AL mencoba menenangkan Kevin.
__ADS_1
Padahal sejak tadi dia sendiri cemas dan khawatir.
“ Alhamdulillah.” Kevin mengucap syukur.
“ Tetapi apa yg menyebabkan dia pingsan begitu Dok?.” Kevin mulai bertanya.
“ Mungkin Kinara hanya sedikit kelelahan, atau mungkin akhir akhir ini dia terlalu banyak fikiran.” jelas AL.
Kakak nya Kinara hanya mengambil nafas dalam.
“ Dan satu hal lagi kak, cepat atau lambat Kinara harus dioperasi jika tidak kemungkinan dia akan kehilangan hidup nya.” Tambah AL, saat mengatakan hal itu AL sendiri merasa hancur.
“ Kira kira berapa biaya nya Dok?.” Kevin bertanya terus terang, sebab keadaan mereka saat ini sudah benar benar sulit, setiap satu kali dalam seminggu Kinara harus menebus obat dan harga nya 750 ribu.
Keluarga mereka bukan keluarga yg berada, kedua Orang tua Kinara hanya seorang petani karet.
Saat ini harga karet sedang Anjlok lantaran pandemi covid 19.
Bisa di bilang sekarang pengeluaran keluarga mereka lebih besar di banding pemasukan mereka per bulan.
“Dapat di perkirakan biaya nya sekitar 20 juta rupiah, itupun tak termasuk pendonor.” Jelas AL lagi.
“ Pendonor maksud nya?.” Kevin bertanya bingung.
“ Kinara harus dioperasi dan mendapatkan donor sumsum tulang belakang supaya dia bisa sembuh seperti semula.” Detail AL.
“Apakah kami masih bisa meminta waktu untuk mencari pendonor dan mencari biaya nya?.” Kevin bertanya lagi.
“ Hanya sekitar 2 atau 3 bulan lagi, jika tidak maka akibat nya bisa fatal.”
Kevin kakak nya Kinara mulai mengerti.
__ADS_1
“ Sekarang bisakah saya bertemu Kinara?” Tanya kevin lagi.
AL mengangguk, untuk kemudian mereka berjalan menuju ruang perawatan, karna Kinara telah di pindahkan.
Tak lama setelah Kevin dan AL berada diruangan tersebut, Kinara mulai membuka mata nya, itu artinya dia telah siuman.
Dengan pelan Kinara membuka mata nya, dan melihat sekeliling nya.
Dinding yg berwarna putih serta bau obat yg menyengat membuat Kinara tau dimana kah dia berada.
Kinara memutar bola mata nya untuk melihat siapa saja yg ada disana.
Kevin yg tengah berdiri disisi kiri tempat tidur nya, dan AL disisi lain nya.
Kinara berusaha bangun, dan langsung di bantu oleh AL.
“ Pelan pelan.” Tutur AL, sambil membantu badan Kinara agar bisa duduk dan bersender di kepala tempat tidur tersebut.
“ Bagaimana perasaan mu Ara?.” Kevin mulai bertanya.
“ Aku sudah lebih baik kak.” Sahut Kinara lemas.
“ Istirahatlah, jangan terlalu banyak fikiran, kakak mau menjemput ibu dulu.” pesan Kevin sembari mengusap rambut Kinara.
“ Dok, saya titip adik saya.” pesan Kevin pada AL.
AL hanya mengangguk, kemudian Kevin pun meninggalkan ruangan untuk menjemput sang Ibu, sebab dia harus masuk bekerja,dan harus ada yg menjaga Kinara.
Kevin juga harus memberitahukan kedua orang tua nya bahwa Kinara secepat nya harus bisa dioperasi.
Yg tersisa disana hanya lah AL dan Kinara.
__ADS_1