Ku Sebut Nama Mu Dalam Do'A.

Ku Sebut Nama Mu Dalam Do'A.
BERTEMU KEMBALI.


__ADS_3

Kinara begitu terkejut melihat seorang Dokter yg kini tengah melangkah pelan untuk menghampiri mereka.


Namun yg tampak terkejut bukan cuma Kinara, akan tetapi Dokter tersebut juga sama dengan nya.


Kinara mengambil nafas dalam, Sambil terus menatap Dokter tersebut.


Meski sudah sedikit berubah tapi dia sangat yakin kalo itu benar AL.


Iya Dokter yg baru saja masuk itu adalah Alfianda Prasetiyo. Seseorang yg pernah menjadi teman dekat Kinara dulu saat masih SMA.


Pemikiran yg sama juga ada dalam benak AL, tak mungkin dia salah mengenal orang, dia yakin betul kalo gadis yg ada di hadapan nya ini adalah Kinara, seorang gadis yg membuat nya patah hati untuk pertama kali. Dan juga seorang gadis yg pernah dia cintai.


" Selamat datang Dokter AL, mari mari silahkan duduk." Sapa Dokter Excel.


AL pun tersenyum. Sembari terus berjalan mendekati Dokter Excel kemudian duduk di sebuah kursi yg tepat di samping Dokter Excel.


" Pak Kevin, ini adalah Dokter yg saya maksud tadi." Jelas Dokter Excel ke Kevin kakak nya Kinara.


" Dan Dokter AL, Ini adalah pak Kevin dan Ini Adik nya Kinara, Kinara adalah pasien yg saya ceritakan pada anda semalam." Dokter Excel juga menjelaskan pada Dokter AL.


AL mengehela nafas dalam, saat dia ingat perkataan Dokter Excel semalam, yg menjelaskan secara detail mengenai penyakit dari pasien yg harus dia tangani semalam.


Seorang pasien yg tengah sakit parah, yg membuat AL sesak adalah saat dia tau bahwa Kinara lah pasien nya.


Selama 4 tahun lama nya, Setiap kali berdoa hanya nama Kinara lah yg dia sebut, dia selalu meminta agar Tuhan memberikan kebahagiaan pada Kinara.


Setahun terakhir ini dia memang telah mulai bisa menghilangkan perasaan nya kepada Kinara.


Namun meskipun demikian sekali pun dia tak berniat untuk menjalin hubungan dengan wanita yg lain, Entah karna trauma patah hati, atau karna dia tak ada waktu untuk memikirkan tentang pacaran.


" Senang bertemu dengan kalian, perkenalkan saya AL Dokter yg akan menggantikan Dokter Excel." Jelas AL kemudian sambil memperkenal kan diri.


Kevin tersenyum dan menjabat tangan AL.


Berbeda dengan Kinara, dia terus saja menunduk, dia merasa malu, Sekarang AL telah sukses mewujudkan impian nya, sementara dia, dia malah sedang berjuang mengalahkan penyakit nya. Miris bukan.

__ADS_1


Kinara juga tak punya keberanian untuk menyapa AL lebih dulu, takut nya AL sudah tak mengingat nya lagi.


" AL." AL mengulurkan tangan kepada Kinara dan mencoba memperkenalkan diri.


" Kinara." Sahut Kinara seada nya, mau tak mau dia menyambut uluran tangan AL.


Ternyata benar dugaan Kinara, bahwa AL tak mengingat nya lagi, itulah mengapa AL mengajak nya berkenalan kembali.


Kinara hanya tersenyum tipis.


Setelah itu Dokter Excel mulai bicara dan menjelaskan secara rinci dan sedetail detail nya mengenai penyakit Kinara pada Dokter AL.


Dokter AL adalah Dokter Umum ya Gaess dia bisa dalam segala hal, Namun dia lebih cenderung menangani pasien yg terkena kanker dan juga ahli membedah.


Setelah menjelaskan semua nya, Dokter Excel pamit dan sudah di setujui bahwa mulai kedepan nya Dokter AL lah yg akan menangani Kinara.


Karna tak ada yg perlu di bahas lagi. Kevin pamit untuk pulang.


" Baiklah jika sudah tak ada yg perlu di bahas lagi, saya pamit pulang dulu Dok." Pamit Kevin pada AL.


“Oke Silahkan.” Tutur AL apa ada nya.


Mereka berdua berjalan menelusuri koridor rumah sakit.


" Ara, kamu tunggu lah disini dulu, Aku mau nebus obat kamu sebentar." Pinta Kevin pada Adik nya.


" Iya kak." Sahut Kinara santai. Lalu Kinara memilih duduk di salah satu bangku yg ada disana.


Belum semenit lama nya Kinara duduk disana. Suara seseorang membuat nya kaget.


" Ara." Panggil orang itu.


Kinara menoleh kaget dan mencari sumber suara tersebut.


Suara itu tak asing bagi Kinara.

__ADS_1


AL berdiri tak jauh dari bangku dimana Kinara duduk, Dan AL lah yg memanggil Kinara tadi.


Melihat Kinara menoleh, AL berjalan dan menghampiri Kinara.


Kinara hanya bisa menunggu dan berdiam diri.


AL duduk di sebelah Kinara.


Kinara hanya terdiam dan menggeser tubuh nya.


" Bagaimana kabar mu?." Tanya AL kemudian.


" Baik Dok." Jawab Kinara.


Mendengar jawaban Kinara, AL tercengang, mungkinkah Kinara tak mengenali diri nya.


" Oh iya ada apa Dokter memanggil saya." Tanya Kinara lagi, Kinara sengaja bicara formal sebab itu adalah rumah sakit, belum lagi karna dia merasa malu jika harus mengaku bahwa dia dulu adalah teman AL.


" Mana nomor telpon Mu, supaya saya bisa mengabari kapan jadwal kamu harus kontrol." Tutur AL menanggapi seada nya.


Kinara pun memberikan Nomor telpon nya sekaligus itu juga nomor whatsApp nya.


Saat Itu AL ingin memberikan Nomor telpon dan whattsApp nya akan tetapi, Kevin tiba dan langsung mengajak Kinara pulang.


Tentu saja setelah berbasa basi dengan Dokter AL tadi.


Untuk beberapa saat AL hanya terpaku menatap punggung Kinara yg kian menjauh hingga menghilang dari pandangan mata nya.


Ada kesedihan yg teramat sangat dalam hati nya. Ia menyadari perubahan Kinara, yg dulu begitu ceria sekarang tampak bermuram, yg dulu wajah nya berseri seri, sekarang terlihat pucat.


Iya bunga pujaan nya yg dulu begitu indah di pandang sekarang terlihat layu dan kering, dan semua itu karna penyakit yg tengah menggerogoti tubuh nya.


“Ya Allah, Setelah Enam tahun aku tak bertemu dengan nya, kenapa engkau mempertemukan kami kembali, itupun di saat aku sudah mulai bisa menghilangkan perasaan ku pada nya, Namun hari ini setelah aku melihat nya kembali, mengapa gejolak perasaan itu seolah datang kembali, Engkau membuat usaha ku selama enam tahun sia sia saja Ya Allah, dan yg lebih menyakitkan lagi, Mengapa engkau memberikan rasa sakit yg teramat sangat pada nya, Tidak kah kau tau dia orang yg baik, lalu mengapa kau menguji nya seberat ini Ya Robb, Hingga aku pun ikut merasakan apa yg dia rasakan.” Gumam AL dalam hati.


“ Ya Allah, berikanlah hamba mu ini kekuatan, agar hamba bisa mengembalikan kecerian di wajah nya, dan yg paling hamba inginkan adalah Hamba ingin bisa menyembuhkan penyakit nya, Itu akan berhasil jika engkau mengizinkan nya Ya Allah." AL tetap bergumam dalam hati nya.

__ADS_1


Tanpa dia sadari mata nya mulai berkaca kaca, dan hati nya mulai cemas.


Dia hanya punya satu keinginan yaitu melihat Kinara sembuh dan bahagia kembali, kali ini di sertai pula dengan harapan semoga saja Kinara masih sendiri.


__ADS_2