
“ Aku hanya tak mau menambah beban kamu, aku juga tak ingin terlihat rapuh di depan kamu.” Jawab AL apa ada nya.
“ Maksud kakak?.” Kinara bertanya tak mengerti.
Pembicaraan mereka terhenti sejenak karna mereka telah sampai di depan rumah Kinara.
Kinara tak langsung turun dia mau mendengar jawaban AL.
“ Tidak apa apa Ara, tadi aku hanya sedikit stress aja, maka nya aku tak bisa ngontrol diri, aku sangat syok mengetahui bahwa kondisimu makin parah, tanpa aku sadari aku jadi orang yg paling rapuh di dunia ini.” jelas AL.
“ Untung saat itu ada Mia, jika tidak mungkin aku sudah prustasi karna tak tau harus berbagi dengan siapa, harus cerita pada siapa?.” Tambah AL.
“ Jadi yg membuat kakak khawatir dan cemas itu soal penyakitku?.” Kinara ingin tau sedetail mungkin.
“ Iya.” sahut AL singkat.
“ Kakak terlalu cengeng, aku saja tak terlalu memikirkan lalu kenapa kakak yg stress.” Kinara bicara seada nya.
“ Itu karna kamu nggak pernah ngerasain apa yg aku rasain Ara.” Sahut AL.
Kinara hanya menatap bengong.
“ Kamu nggak tau gimna rasa nya kalo kamu melihat orang yg paling kamu sayangi dalam keadaan sakit parah, sementara kamu nggak bisa berbuat apapun, kalaupun bisa orang itu selalu menolak, apakah itu adil?.” Tegas AL lagi.
Kinara menatap wajah AL dengan pandangan yg seolah merasa iba.
“ Aku tau kak, ini mungkin nggak adil menurut mu, tetapi cobalah mengerti kak, aku nggak mau berhutang lebih banyak lagi kak, kau sudah bersedia menjadi Dokter ku saja itu sudah lebih dari cukup.” Jelas Kinara lembut.
AL menghela nafas dalam.
“ Ara kau tau aku sangat mencintaimu, jadi kamu jangan salah mengartikan jika aku ingin membantu mu maka itu bukanlah hutang, akan tetapi itu adalah pengorbanan ku untuk seseorang yg paling aku sayang, karna aku nggak bisa dan nggak mau kehilang dirimu Ara.” begitulah AL menanggapi santai.
Kinara hanya terdiam.
“ Jadi tolonglah pertimbangkan perasaan ku dan pertimbangan juga mengenai apa yg ingin aku lakukan untuk kamu, aku harap kau mengerti keadaan ku Ara.” tambah AL penuh harap.
“ Baiklah kak, aku akan mempertimbangkan nya, dan aku akan memberi mu jawaban saat aku sudah memutuskan nya.” Sahut Kinara kemudian.
AL hanya menganggukan kepala nya.
__ADS_1
Setelah itu dia langsung membuka pintu mobil AL dan hendak keluar, tetapi AL menghentikan nya dengan meraih pergelangan tangan Kinara.
Kinara menoleh kearah AL.
“ Minta waktu bentar lagi boleh?.” AL langsung bicara.
Kinara mengangguk.
Namun tak ada sepatah katapun yg keluar dari mulut AL, dia hanya sibuk menatap wajah Kinara.
Kinara merasa heran sebenar nya AL mau apa meminta waktu nya.
Namun meskipun AL tak bicara Kinara tetap menunggu dia juga hanya menatap AL heran, tanpa di sengaja pandangan mereka bertaut diudara.
Setelah beberapa detik Kinara mulai berkata.
“ Eem kak.......”
Perkataan Kinara terhenti karna tindakan AL barusan membuat nya tak bisa berbicara atau pun berbuat apapun kecuali hanya kaget.
Sebab tiba tiba saja AL mengecup bibir Kinara sekilas.
Selain itu dia juga merasa malu, bahkan langsung saja wajah nya merona merah. Hingga dia hanya tertunduk saja tak berani untuk menatap AL, bicarapun tak bisa lidah nya terasa kelu., Walaupun sebenarnya Kinara mau protes atas tindakan AL tadi. tetapi dia tak bisa berbuat apapun.
Melihat prilaku Kinara AL jadi bingun sendiri, apakah Kinara marah, atau nggak?
Karna Kinara tak berkata apapun.
Hingga AL yg memberani kan diri untuk mulai bicara lagi.
“ Maaf kalo aku lancang.” Ujar AL dengan rasa berasalah.
“ Yg kakak lakukan bukan cuma lancang akan tetapi keterlaluan.” tegas Kinara barulah dia bisa bicara, akan tetapi tetap dengan tak menatap wajah AL.
“ Aku tau, tetapi aku tak bisa menahan diri untuk tidak mencium......”
“ Udah cukup jangan di bahas.” Lekas lekas Kinara menghentikan bicara AL, wajah nya sudah benar benar merah karna merasa malu.
“ Aku mau dengar dulu apakah kau memaafkan aku?.” Tanya AL.
__ADS_1
Kinara hanya mengangguk tanpa menatap AL.
“ Benar?.” Tandas AL
“ Iya.” Sahut Kinara singkat masih dengan tak menatap wajah AL.
“ Kalo gitu lihat ke aku saat aku lagi bicara sama kamu.” Pinta AL.
Tetapi Kinara tak menghiraukan nya. Dia tak seberani itu untuk melihat wajah lelaki yg baru saja mencuri ciuman dari nya.
Karna Kinara tak menuruti perkataan nya, AL mencoba meraih dagu Kinara dan menghela agar Kinara menghadap kearahnya.
Jadi mau tak mau Kinara menatap wajah AL.
AL tersenyum melihat ekspresi wajah malu Kinara.
Kinara makin salting dibuat nya.
Cup
sekali lagi AL menciuk Kinara, tetapi kali ini keningnya.
Kinara hanya bisa membelalakan mata nya, dan sedikit memanyunkan bibir nya.
“ Jangan di monyongin gitu bibir nya kalo nggak aku cium lagi loh.” AL sengaja menggoda nya.
Sama seperti tadi Kinara hanya bisa melotot pada AL.
“ I Love You.” Kata AL kemudian.
“ Aku pulang dulu, makasih.” Usai berkata Kinara langsung turun dari mobil AL.
“ Makasih buat apa Ara, untuk ciuman nya atau karna udah diantar pulang.” tanya AL.
Tetapi Kinara tak ingin menjawab nya dia hanya pura pura tak mendengar pertanyaan AL.
Kinara langsung masuk kedalam rumah nya dengan perasaan yg tak bisa ia gambarkan, ada rasa senang namun juga sedikit kesal.
Tetapi saat dia mengingat betapa lembut nya dan hangat nya ciuman itu, rasa hangat nya seolah merambati hati nya, Hingga seolah terasa berbunga bunga.
__ADS_1
“ Makasih untuk semua nya kak, makasih udah nganterin pulang, makasih pula untuk cinta dan kasih sayang mu dan I Love You to.” Sahut Kinara bergumam dalam hati.