
Mendengar perkataan Sinta teman nya tadi sejenak Kinara terdiam merenungi perkataan Sinta.
Dan pada akhir nya Kinara menuruti perkataan Sinta dan menghampiri Alfianda yg tengah duduk menyendiri.
" Ehem ehem." Kinara berdehem.
Sontak Alfianda langsung menoleh.
" Ngapain kamu ngikutin aku." Tanya Alfianda dengan nada kurang suka.
Kinara duduk di sebelah Al.
" Emang nya ada tulisan disini nggak boleh datang kemari? Nggak ada kan." Tukas Kinara enteng.
Alfianda hanya diam dan membuang pandangan nya kearah lain.
Kinara mengambil nafas dalam.... Dia tahu ketidak sukaan Al dan itu sangat wajar menurut nya.
" Maaf kan aku.. Aku nggak bermaksud untuk membuat mu menjadi malu di depan teman teman mu." Kinara mulai bicara lagi.
" Sumpah tadi aku hanya iseng iseng aja... Nggak ada maksud lain." Sambung Kinara lagi.
" Nggak apa apa kok selow aja... Aku tahu maksud kamu dan aku juga tahu kamu itu cewek jadi aku nggak bisa marah dalam waktu yg lama khusus nya kepada seorang gadis." Sahut Al santai.
Tadi nya dia memang kesal pada Kinara... Tapi kekesalan nya hilang saat dia mendengar Kinara meminta maaf dengan bersungguh sungguh.
" Benar kakak udah maafin aku." Tanya Kinara meminta kepastian.
__ADS_1
Alfianda hanya menganggukan kepala nya.
" Serius kakak maafin aku?" Tandas Kinara lagi.
" Iya." Sahut Al singkat.
" Sumpah kakak nggak marah sama aku?" Kinara bertanya lagi.
" Iya... Ya ampun bawel banget sich kamu jadi cewek.. Udah ah sana jangan ganggu aku... Aku lagi mau sendirian." Usir Al.
" Ya elah kok kakak ngusir sich... Kalo aku mau temanin kakak disini emang nya nggak boleh... Ataukah itu salah." Sahut Kinara tanpa beban.
" Nggak sich... Tapi suer dech saat ini aku lagi ingin sendirian." Tukas Al lagi.
" Emang nya kenapa sich kak... Kok kakak malah mau menyendiri disini...Sementara teman teman kita yg lain pada asyik tuh seru seruan... Masa kakak nggak pengen gitu gabung ama mereka?." Tanya Kinara heran.. Sebab yg Ia lihat Al terlihat masih murung.
" Nggak apa apa... Aku hanya ingin mencari ketenangan saja." Sahut Al.
" Kalaupun aku ada masalah... Aku rasa itu bukan urusan Mu." Tukas Al congkak.
" Iya sich... Aku bukan teman kakak... Aku juga bukan pacar kakak... Apa lagi keluarga... Duuhh bodoh nya aku... Mau peduli sama orang asing." Tutur Kinara santai.
Al menatap lekat Kinara mendengar perkataan nya Kinara barusan... Ia ngerasa bersalah telah berkata begitu.
Kinara mulai bangkit dari duduk nya dan berniat untuk meninggal kan Al sendiri disana.
" Ya sudah kak... Terimakasih udah mau maafin aku... Aku mau keteman teman dulu...Toh kakak juga mau sendirian kan disini." Usai berkata Kinara mulai melangkah untuk meninggal kan Al sendirian disana.
__ADS_1
Namun langkah nya terhenti karna Al mulai bicara.
" Hey." Panggil Al..
Al lupa siapa nama Kinara itulah mengapa dia memanggil nya Hey.
" Tunggu dulu... Siapa tadi nama mu?" Sambung Al.
" Apakah kakak bicara pada ku.?" sambil berbalik Kinara bertanya.
" Emang nya ada orang lain disini selain kita berdua? Nggak ada kan.. Jadi tentu saja aku bicara pada mu... Iya kali aku bicara sendiri... Bisa bisa aku kira Orgil." Sahut Al setengah bercanda.
" Ya kali aja." Tutur Kinara.
" Ada apa tadi kakak memanggil ku... Jangan bilang mau di temani atau mau curhat ya." Tambah Kinara lagi.
" Ehehe... Tapi kedua nya benar kok... Kalau kamu punya waktu temani aku sebentar... Dan kalo kamu juga bersedia aku mau cerita sedikit." Al bicara terus terang.
" Oke baik lah." Kinara kembali duduk di sebelah Al.
" Seperti yg kamu katakan tadi... Kamu bukan teman ku... Bukan pula pacar ku... Bahkan juga bukan keluarga ku... Karna itulah saat ini aku ingin mengatakan sesuatu pada mu." Al mulai bicara.
" Kakak mau bicara apa?." Tanya Kinara
" Maukah kamu jadi sahabat Ku.... Biar aku bisa berbagi setiap masalah ku pada mu." Pinta Al.
Kinara tersenyum menatap nya.
__ADS_1
Akankah mereka berdua jadi sahabat.???
Nantikan di episode berikutnya ya.