
" Sekarang kakak bisa cerita pada ku, apa yg terjadi kenapa kakak begitu gemetaran, bahkan sampai berkeringat dingin seperti ini." kata Kinara tenang.
AL menatap Kinara lembut.
" Sebenar nya aku takut melihat darah." jelas AL apa ada nya.
Kinara menahan tawa mendengar pengakuan AL.
" Aahh, Kakak pasti bercanda kan." Kinara menyangka kalo AL hanya mencoba mengelabui dia.
" Nggak Ara, sejak kecil aku selalu gemetaran kalo lihat darah." jelas AL lebih meyakinkan lagi.
" Tapi kenapa?" tanya Kinara mulai percaya.
" Entahlah, mungkin itu karna mental ku yg terlalu lemah, kamu tau sendirikan aku bahkan ketakutan saat kamu menyebut soal hantu." tegas AL lagi.
Kinara hanya menganggukan anggukan kepala nya.
" Aku sendiri nggak ngerti Ara, gimana cara nya agar aku bisa mengatasi semua ini." Tutur AL lagi.
Kinara mengambil nafas dalam.
" Aku juga ingin seperti dirimu, yg tak takut apapun dan yg bisa menolong siapapun." AL mulai merasa putus asa.
" Kakak nggak usah merasa putus asa begitu, jadikan rasa takut kakak itu sebagai kekuatan kakak." Kinara mencoba memberi semangat, bahkan dengan tersenyum menatap AL.
AL hanya terdiam.
" Udah lah kak, nggak usah mikirin hal yg nggak penting, ayo kita ke teman teman, mereka udah mau melanjutkan perjalanan." Tutur Kinara kemudian.
" Iya, sayang sekali, padahal aku masih ingin bicara dengan mu." sahut AL.
Kinara tersenyum lagi.
__ADS_1
" Kita bisa tetap bicara sambil jalan kak." jawab Kinara.
" Ayo kita jalan." sambung Kinara lagi.
AL pun mulai bangkit dari duduknya dan mereka mulai melanjutkan perjalanan.
Kinara & AL selalu berada di barisan belakang dari teman teman nya.
" Kak, Ara." AL & Kinara bicara bersamaan.
Menyadari hal tersebut kedua nya pun tertawa.
" Kakak aja duluan bicara nya." Tutur Kinara kemudian.
" Ara kenapa kamu masih begitu baik pada Rifky, padahal sudah jelas jelas dia tak peduli pada kita tadi." Tanya AL seada nya.
" Yg pertama karna dia adalah teman kita kak, dan yg kedua karna sebagai manusia sudah kewajiban kita untuk saling tolong menolong, karna itulah meskipun tadi kakak sudah berdebat dengan ku, aku tetap peduli sama kakak." Kinara menanggapi seada nya.
" Kamu baik juga ya ternyata." Puji AL tulus.
" Kalian berdua jangan pacaran aja ayo cepat jalan nya." Rifky menggoda mereka sambil menoleh dengan senyuman jahil nya.
"Kak Iky bicara apa sich, ngacok banget, sudah fokus aja jalan nya bisa bisa kaki kak Iky makin bengkak loh kalo nggak hati hati." sahut Kinara setengah mengejek.
Mendengar perkataan Kinara Rifky langsung berjalan cepat.
AL hanya tertawa geli melihat nya.
" Tadi kamu mau bicara apa Ara?." AL mulai bertanya pada Kinara.
" Kakak kan nggak lama lagi lulus nih, apakah kakak sudah memikirkan kira kira apa rencana kakak setelah lulus SMA nanti." Itu pertanyaan Kinara.
AL mengambil nafas dalam.
__ADS_1
" Sebenar nya aku ingin kuliah Ra." Jawab AL terus terang.
" Itu bagus kak, Tapi Kakak akan mengambil jurusan apa?." Tanya Kinara Lagi.
" Rencana nya aku mau ambil jurusan kedokteran." jawaban AL barusan membuat Kinara tertawa.
" Kenapa kamu tertawa Ra?." AL bertanya bingung.
" Nggak apa apa kak, lucu saja, kakak akan jadi seorang Dokter yg takut hantu dan juga takut darah." jelas Kinara sambil tertawa lagi.
Sekali perkataan Kinara membuat AL terdiam seribu bahasa.
AL memyadari kebenaran dari perkataan Kinara, bukan kah seorang Dokter tak boleh takut, apa lagi gentar dengan darah.
Melihat AL yg mulai terdiam, Kinara sadar bahwa AL pasti merasa tersinggung.
" Maaf kak, aku nggak bermaksud menyinggung perasaan kakak." Lekas lekas Kinara minta maaf.
" Nggak apa apa Ara, kamu memang benar." Kata nya mulai putus asa.
Kinara memahami itu.
" Nggak kak, didunia ini nggak ada yg nggak mungkin, keputusan kakak buat jadi seorang Dokter sangat lah tepat, karna dengan cara ini kakak akan bisa mengalahkan rasa takut kakak, kakak akan bisa membuktikan pada orang orang bahwa kelemahan kakak justru menjadi kekuatan kakak." Lagi lagi Kinara memberi semangat.
AL masih belum termotivasi, dia masih merasa belum yakin.
" Aku peracaya pada kemampuan kakak." Kinara berkata lagi.
" Kak, aku mau nanti saat kita bertemu setelah kakak lulus kuliah kakak akan dengan bangga menjawab tantangan ku, dan membuktikan kalo aku kalah, aku sudah tak bisa lagi menakut nakuti kakak." sambung Kinara lagi.
Kali itu AL hanya mengangguk saja.
" Gimana apa kakak setuju dengan tantangan ku, kalo kakak berhasil itu artinya kakak menang dari ku." Kinara membuat agar AL makin semangat dalam mengejar cita cita nya.
__ADS_1
" Baiklah." Sahut AL dengan penuh keyakinan.
Kinara tersenyum lembut melihat nya.