
Tiba di rumah nya AL sudah di sambut oleh ibu nya, ibu nya langsung menghampiri AL dengan berbagai macam pertanyaan.
" Bagaiman AL apakah kamu lulus? dan apakah seperti biasa nya kamu juga tetap juara kelas? dan apakah kamu mendapat kan nilai terbaik juga?." Itu lah pertanyaan Ibu nya
" Semua nya masih seperti biasa Bun, aku lulus dan juara umum, aku juga mendapat nilai terbaik." AL menyaguti Ibu nya seada nya saja, Muka nya tanpa ekspresi.
" Alhamdulillah." Ibu nya AL bersyukur, karna Putra ini telah lulus dan itupun dengan nilai terbaik.
Dia menatap AL, saat itulah dia menyadari kalo AL tidak terlihat senang atau pun merasa bangga seperti biasa nya
" AL kamu kenapa nak?." Tanya ibu nya heran.
" Apa kamu sakit.?" sambil bertanya ibu nya AL, menempelkan pungggung tangan nya kekening AL.
" Tidak kamu tidak sedang sakit." Tutur ibu nya AL.
AL tak bergeming, dia larut dalam pemikiran nya sendiri.
" AL, kamu kenapa kok sama sekali nggak kelihatana senang.?" Ibu nya terus saja bicara, namun AL tak mendengarnya.
Karna bertanya berulang kali dan nggak ada tanggapan AL. Ibu nya menghela nafas dalam
" AL." Sentak ibu nya. AL terjingkat kaget.
" Eh iya Bun." Sahut AL dengan kaget nya.
" Kamu kenapa?." Tanya sang Bunda
" Nggak apa apa Bunda, AL hanya merasa lelah, AL istirahat dulu ya Bun." AL menutupi yg sebenarnya.
Kemudian tanpa menunggu tanggapan sang Bunda AL langsung pergi ke kamar nya.
Tiba di kamar nya dia langsung merebahkan tubuh nya ke tempat tidur, rasa nya dia benar benar letih.
__ADS_1
Sebenar nya yg letih bukan lah fhisik nya akan tetapi hati nya yg hancur.
AL terus saja mernung apa yg harus dia lakukan, Hingga Akhir nya dia memutuskan untuk tetap diam dengan perasaan nya, dia tak akan memberitahu Kinara tentang apa yg dia rasakan.
Iya itulah keputusan nya, AL juga memutuskan akan kuliah di Palembang dan tinggal disana hingga kuliah nya rampung.
Mungkin dengan cara itu dia bisa move on dan melupakan perasaan nya terhadap Kinara. Meskipun dia tak begitu yakin bahwa dia akan bisa melupakan Kinara, tapi nggak ada salah nya mencoba, lagi pula dengan menjauh dari Kinara mungkin itu akan mempermudah dia untuk melupakannya.
Jadi sudah di putuskan bahwa AL akan kuliah di Palembang, dan dia nggak akan pamit pada Kinara.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Suara adzan subuh terdengar sayup sayup di telinga AL, dengan perlahan AL membuka mata nya, setelah penglihatan nya sudah mulai normal diapun bangun, lalu beranjak ke kamar mandi untuk mandi sekaligus mengambil air wudhu.
Selesai mandi dan berwudhu AL mengerjakan shalat fardhu 2 rakaat tersebut.
" Ya Allah, engkau maha tau segala nya, tanpa aku menceritakan dan mengatakan, engkau sudah tau semua nya, engkau tau betapa aku sangat mencintai nya, dan engkau juga tau jika saat ini dia telah menyerahkan hati nya untuk orang lain, karna itu aku hanya memohon pada mu Ya Allah, berikanlah Kinara kebahagiaan, jangan sampai ada air mata menetes di pipi nya, dan berikanlah pula aku kesabaran serta keikhlasan agar bisa melepaskan dan membiarkan Kinara bahagia bersama orang yg dia cintai." Pinta AL dalam Doa.
Kedua orang tua AL juga sudah setuju.
Bahkan Kedua orang tua AL ikut mengantar AL kerumah kakek dan nenek nya.
☘️☘️☘️☘️☘️🍀🍀🍀🍀🍀☘️☘️☘️🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Kinara sejak semalam tak mendapat telpon dari AL jadi bertanya tanya, tak biasa nya AL sama sekali tak menghubungi nya, meskipun cuma buat menyakan sudah makan dan shalat atau belum.
Kinara tak tau kalo AL sudah tak berada di kota yg sama lagi dengan nya.
Merasa khawatir dan rindu bicara pada AL, Kinara mencoba menghubungi nomor telpon nya, namun sayang sekali, AL telah mengganti nomor ponsel nya sesaat sebelum dia berangkat ke Palembang.
Karna tak bisa menghubungi AL, Kinara mencoba menghubungi nomor telpon Rifky teman dekat AL selama ini.
" Hallo Ara." Tutur Rifky begitu tersambung.
__ADS_1
" Kak Iky, kak Iky tau nggak kak AL kemana? kok nomor nya nggak bisa di hubungi." Kinara langsung bertanya to the point.
" Kamu nggak tau ya Ra, kan AL sudah pindah ke Palembang, tadi pagi dia berangkat diantar oleh kedua orang tua nya." Jawab Rifky apa ada nya, ternyata AL pamit pada Rifky.
" Haaah, kak AL sudah ke Palembang?." Tanya Kinara sedikit lemas.
" Iya Ara, dia akan menetap disana, sekalian menyelesaikan kuliah nya." Jelas Rifky lagi.
" Aku fikir kamu sudah tau Ra." Sambung Rifky lagi.
" Nggak kak, aku nggak tau, Soal nya sudah 3 hari ini aku nggak komunikasi dengan nya." Tutur Kinara.
" Oh begitu, apakah artinya pas hari kelulusan kamu dan AL nggak ketemu.? Rifky mulai bertanya.
" Mau ketemu dimana kak, orang aku kan lagi nggak sekolah waktu itu." Tegas Kinara.
" Iya aku tau, tapi saat itu AL bilang pada ku kalo dia mau kerumah kamu, untuk memberitahumu kalo dia lulus dan akan kuliah ke Palembang, bahkan AL mengatakan dia mau membicarakan hal penting pada mu." Rifky menjelaskan lagi, sebab AL memang mengatakan demikian pada Rifky.
" Tapi kak AL nggak ada kerumah." Sahut Kinara.
Kemudian dia berfikir sejenak, dan ingat kalo hari itu dia bersama Elang, mungkin karna itulah AL tak jadi menemui nya, karna tak enak mengganggu.
Tetapi jika demikian, kenapa AL juga tak menelpon dan pamit pada nya.
Karna sibuk dengan fikiran nya sendiri, Kinara tak menanggapi perkataan Rifky lagi.
Karna Kinara sudah tak bicara lagi, Rifky pun memutus panggilan nya.
" Kenapa aku berfikir bahwa Kak AL akan pamit pada ku ya, aku kan bukan orang yg special bagi nya, hanya adik kelas lalu kenapa dia akan pamit." Gumam Kinara sesaat kemudian.
" Ah ngapain juga aku mikirin kak AL, lebih baik aku fokus pada Elang dan sekolah ku saia." Kinara mengahrdik diri nya sendiri.
Sejak saat itulah Kinara tak pernah mengingat AL lagi, meskipun awal awal nya dia merasa kehilangan AL.
__ADS_1