
Setelah AL menyampaikan sepatah dua patah kata, acara nya pun di mulai.
Semua teman teman nya mendekat karna acara potong kue akan segera di mulai. Tak terkecuali Kinara dan Sinta.
Potongan kue pertama AL suapkan untuk kedua orang tua nya.
Dan potongan berikut nya, Terlebih dahulu dia berikan untuk Kinara.
Hal itulah yg membuat Marsha menjadi kesal sekaligus tak menyukai Kinara.
Padahal dia sangat berharap sekali AL akan memberikan kue tersebut untuk diri nya.
Dia bahkan sudah memilih tempat yg sangat dekat dengan AL. Akan tetapi AL seolah tak melihat diri nya.
Usai bagi bagi kue, setiap orang memberikan ucapan selamat sambil memberikan kado untuk AL.
" Selamat ulang tahun ya AL." Marsha yg pertama kali memberi ucapan kepada AL bahkan tanpa ragu dia langsung memeluk AL.
Namun lekas lekas AL melepaskan pelukan Marsha dengan pelan dan juga hati hati.
" Apa yg kau lakukan Marsha, malu lah di lihat orang." Bisik nya dengan tegas.
Namun dia mencoba tersenyum sebab teman teman nya ada disana.
Marsha hanya tersenyum saja.
" Eheheh,maaf." Tutur Marsha tanpa beban.
" Happy birthday Bro." Sapa Rifky. Sambil menyalami dan memeluk sobat dekat nya.
AL tersenyum ramah dan membalas pelukan Rifky.
Bergantian orang memberikan selamat serta kado buat AL.
Sekarang giliran Kinara
Dengan tersenyum lembut, Kinara menghampiri AL.
" Selamat ulang tahun ya kak, Doa terbaik aja buat kakak." Ucap nya. Sembari menyalami AL.
" Terima kasih." sahut AL sangat lembut. Selembut tatapan mata nya itu.
Dari reaksi nya AL ingin mendekatkan diri untuk bisa memeluk Kinara. Namun Kinara yg menyadari hal itu, lekas lekas melangkah mundur namun masih tetap dengan senyuman.
Tampak nya Kinara tak ingin seperti teman teman yg lain, mencari kesempatan buat di peluk lelaki tampan nan cerdas itu.
AL hanya tersenyum manis saat dia menyadari kalo Kinara mengetahui niat nya.
__ADS_1
Dan hal itulah yg membuat nya semakin kagum, Kinara benar benar menjaga image nya, dia tak seperti cewek lain, yg terus saja menempel pada nya, bahkan selalu mencari cara agar dekat dengan nya.
Sikap acuh tak acuh Kinara lah yg membuat AL makin tertarik pada nya.
" Maaf kak hanya ini yg bisa aku berikan buat kakak." Sambil memberikan sebuah kado untuk AL.
" Mungkin harga nya tak semahal hadiah dari teman teman kakak yg lain, tapi aku harap kakak bisa menghargai niat ku, aku tulus memberikan nya untuk kakak." Kinara berkata dengan tertawa pelan.
" Makasih, aku akan selalu menyimpan hadiah mu ini dengan baik." Sahut AL juga dengan tertawa pelan.
" Oh iya ikut aku sebentar yuk." Ajak AL
" Kemana?." Kinara bertanya dengan dahi berkerut.
" Nggak usah khawatir aku nggak akan menculik mu." Goda AL
Kinara hanya mengangguk.
" Apa kau bersedia ikut aku sebentar saja." Tandas AL meminta kepastian.
" Iya." barulah Kinara menanggapi.
AL menyuruh teman teman nya untuk memulai pesta dan menikmati makanan serta minuman yg telah di sediakan.
Barulah dia mengajak Kinara.
Namun Kinara melepas pegangan tangan AL dengan pelan, dia merasa tak nyaman dengan tindakan AL itu.
" Aku bisa jalan sendiri kak, nggak perlu berlebihan seperti ini." Kinara berkata sambil melepaskan tangan AL.
" Maaf." Tutur AL merasa tak enak hati.
Kinara mengangguk, Kemudian dia melangkah mengikuti langkah kaki AL.
" Kita mau kemana kak?." Tanya Kinara bingung.
Sebab AL mengajak nya sedikit menjauh dari teman teman nya. Dan malah berhenti tepat dihadapan kedua orang tua nya.
Kinara menelan ludah nya kasar, mengetahui AL membawa nya menemui kedua orang tua nya.
Dia benar benar tak mengerti mengapa AL mengajak nya menemui kedua orang tua nya.
Jangan jangan mau di kenalkan sebagai calon menantu?.
" Ayah, Bunda." Panggil AL begitu berada di dekat kedua orang tua nya.
" Hay AL, Siapa dia?." Tanya Sang Ayah menatap Kinara hanya berdiri bagai patung.
__ADS_1
" Apa dia calon menantu ku." Sambung Ibu nya AL dengan nada bercanda namun juga terdengar serius.
Seketika dada Kinara berdebar debar, dia tak tau harus bicara apa.
" Bunda." Tegur AL dengan sedikit menekan kan suara nya.
" Ini Kinara salah satu adik kelas ku di sekolah." AL menjelaskan
" Bunda ingat saat malam aku pergi berkemah, dan saat itu aku menelpon bunda dengan nomor telpon orang lain...." sambung AL lagi.
" Iya iya bunda ingat." Sahut sang Bunda apa ada nya
" Aku menelpon Bunda pake hp nya Kinara saat itu, karna itulah aku ingin Bunda dan Ayah mengenal nya." Jelas AL lagi.
Kinara mengambil nafas lega, ternyata hanya untuk berkenalan saja tak niat lain.
Artinya dia saja yg terlalu cemas akan hal hal yg sama sekali nggak masuk akal.
Pastilah nggak masuk akal, bagaimana bisa dia punya fikiran sejauh itu.
" Ara, ini kedua orang tua ku, aku harap jika kamu bertemu mereka di jalan kamu bisa menyapa nya." AL mulai bicara pada Kinara dengan tersenyum.
" Selamat malam Om, tante." Sapa Kinara kemudian lalu dengan sopan dia menyalami kedua orang tua AL, dan bahkan mencoba untuk mencium tangan mereka.
" Kau cantik sekali." Tutur Ayah nya AL tersenyum.
" Makasih Om." Sahut Kinara juga dengan tersenyum.
" Kamu teman dekat nya AL." Ibu nya AL mulai bertanya.
" Teman nya iya tante, tapi kalo di bilang dekat nggak juga kan rumah aku jauh." Kinara menanggapi dengan bercanda.
" Terimakasih ya, malam itu kamu telah meminjam hp pada AL, jika tidak Bunda pasti khawatir karna tak mendapat kabar dari AL." Tutur Ibu nya AL lagi.
" Iya tante sama sama." Sahut Kinara mencoba untuk tetap tersenyum.
" Benar kata suami saya, kamu memang sangat cantik." Giliran Ibu nya AL yg memuji.
" Makasih tante." Hanya itulah yg bisa Kinara katakan.
Cukup lama juga Kinara menemani Ibu nya AL bicara hingga jam sudah menunjuk pukul 22:00
Lekas lekas Kinara menyudahi perkacapan ringan mereka, dan pamit untuk pulang.
Sepanjang perjalanan pulang, Kinara baru mengerti dari mana AL bisa mendapatkan nomor telpon nya.
Pastilah dia ambil dari hp ibu nya, Kenapa dia bisa begitu bodoh sampai bingung dari mana AL tau nomor ponsel nya.
__ADS_1