Ku Sebut Nama Mu Dalam Do'A.

Ku Sebut Nama Mu Dalam Do'A.
KEMOTERAPHY


__ADS_3

Sebulan kemudian.


Hari ini adalah jadwal dimana Kinara harus melakukan kemotheraphy yg ke 4 kali nya, itu artinya kemotheraphy yg terakhir.


Jika dalam kemotheraphy yg ini tak ada perubahan pada Kinara ataupun sembuh, maka selanjutnya belum bisa dipastikan langkah apa yg akan diambil, kemungkinan besar Kinara harus melakukan operasi pencakokan sumsum tulang belakang.


Seperti biasa Kevin kakak nya Kinara lah yg mengatar nya ke rumah sakit untuk melakukan kemotheraphy.


Sesuai dengan perjanjian dengan Dokter AL. Mereka datang tepat jam 09:00 pagi.


Tiba di rumah sakit, AL memang sudah menunggu Kinara.


“Mari.” ajak AL pada Kinara dan kakak nya.


Kinara dan kakak nya berjalan membututi AL, mereka menuju sebuah ruangan dimana kemotheraphy akan di lakukan.


Tiba di ruangan tersebut, Kinara telah di tunggu oleh 2 orang suster yg akan membantu AL.


Kedua suster itu langsung menghampiri Kinara dan membawa Kinara untuk duduk di sebuah tempat tidur yg memang telah di sediakan untuk pasien.


“Silahkan berbaring.” Titah Dokter tersebut kepada Kinara. Kinara pun hanya menurut.


Setelah Kinara berbaring Suster tersebut menaikan sedikit bagian atas tempat dimana Kinara tengah berbaring.


Setelah itu AL di bantu Suster yg satu nya lagi, langsung memasang selang infus di pembuluh darah tangan kanan Kinara.


Kinara hanya memejamkan mata nya, saat obat tersebut di masukan oleh AL melalui selang infus itu.


Rasa nya bukan hanya sakit, tapi sangat sangat sakit.


Tak lama setelah obat tersebut di salurkan melalui selang infus dan langsung ke pembuluh darah, Kinara langsung terkulai lemas.


30 Menit kemudian barulah Kinara membuka mata nya.

__ADS_1


Begitu Kinara membuka mata nya, dia telah berada di ruangan yg berbeda.


Ada Dokter AL dan kakak nya yg setia duduk di salah satu kursi yg ada di ruangan itu.


Kinara mencoba untuk duduk.


Melihat hal itu, lekas lekas AL menghampiri dan membantu nya.


“Hati hati.” tutur AL dengan sangat lembut.


Kinara mulai terlihat gelisah, Keringat dingin mulai membasahi dahi nya hingga mengalir di pelipis nya.


“Ada apa Ara?.” tanya Kevin kakak nya Kinara yg menyadari kalo Kinara mulai gelisah.


“ Aku pengen mun...” sahut Kinara.


Tetapi belum selesai dia bicara dia sudah muntah duluan. Dan kali itu tanpa sengaja mengenai AL.


Karna AL memang berada disampingnya.


Kinara pun terus saja muntah hingga menguras habis isi perut nya. Dan mengeluarkan cairan berwarna agak kebiruan.


Setelah Kinara sudah tak muntah lagi, AL mengelap mulut Kinara dengan menggunakan tisue.


Kemudian dia menyuruh Kinara bersender di sandaran tempat tidur tersebut. Kinara hanya menurut.


“ Maaf kan aku kak.” Tutur Kinara lemah.


“ Pakaian mu jadi kotor semua karna aku.” sambung nya lagi.


“ Hssstttt.” tutur AL sambil meletakan jari telunjuk nya di bibir Kinara.


“ Jangan fikirkan apapun, istirahat lah.” Titah AL.

__ADS_1


Kinara hanya menatap AL, untuk beberapa saat pandangan mereka saling bertaut di udara.


Hati AL begitu teriris rasa nya, saat melihat Kinara yg begitu lemas dan pucat.


Mata nya mulai terasa panas menahan sesak yg ia rasakan saat ini, benar benar sakit.


Lekas lekas AL beranjak kekamar mandi, Dia tak ingin Kinara melihat betapa rapuhnya diri nya.


Di kamar mandi AL mencuci muka nya beberapa kali, dan beberapa kali juga dia menghela nafas dalam dan membuang nya perlahan.


Setelah merasa sedikit tenang barulah dia keluar dan menemui Kinara dan juga kakak nya.


Dilihat nya Kinara sudah mulai bicara dengan kakak nya.


“ Bagaimana rasa nya Ara?.” tanya AL saat sudah kembali dari kamar mandi rumah sakit.


“ Enakan.” sahut Kinara datar masih dengan suara yg terdengar lesu.


“ Berbaring lah dulu.” titah AL.


Kinara hanya menurut.


Setelah istirahat beberapa saat Kinara merasa benar benar lebih baik, iya itulah efek dari kemotheraphy.


Karna sudah merasa lebih baik, setelah bicara dengan Dokter AL, Kinara pamit untuk pulang. Tentu saja dengan izin Dokter AL, yakni Dokter yg menangani Kinara.


Pulang kali itu AL sendiri yg mengantar Kinara sampai rumah menggunakan mobil nya.


Sejak pertemuan nya kembali dengan Kinara di rumah sakit waktu itu hubungan mereka kembali akrab.


Bahkan sama seperti 5 tahun yg lalu, setiap kali AL shalat, tak pernah sekalipun dia tak menyebut nama Kinara.


AL memohon agar Tuhan segera memberikan kesembuhan pada Kinara.

__ADS_1


Entah berapa lama lagi Tuhan akan men ijabah doa nya tersebut, AL hanya bisa berusaha yg terbaik untuk kesembuhan Kinara serta pasrah kepada sang pencipta, ia percaya jika Tuhan berkehendak maka tak ada yg mustahil bagi Nya.


__ADS_2