
Kinara tengah asyik tidur siang, namun tidur siang nya harus terganggu lantaran ibu nya membangun kan diri nya.
“ Ara bangun nak.” panggil sang ibu sambil menggoyangkan tubuh Kinara.
“ Apa sich Bu, aku ngantuk banget nih.” Kinara menyahuti tanpa membuka mata nya.
“ Bangun Ara, Dokter AL mau bertemu dengan mu.” sang Ibu berkata lagi.
Tentu saja perkataan ibunya barusan membuat rasa kantuk Kinara langsung hilang, Itulah sebab nya dia langsung membuka mata nya.
Kemudian dia duduk.
“ Ngapain dia kesini Bu, aku kan baik baik saja sekarang.” Kinara mulai bertanya bingung.
“ Cuci lah muka dulu, lalu kau temui saja dia.” Titah Sang Ibu.
Kemudian dia meninggalkan Kinara, Kinara bangun dan menuju kamar mandi, mencuci muka nya, setelah itu memoles wajah nya dengan bedak tipis, merapikan kembali pakaian nya, dan mengikat rambut nya.
Setelah itu barulah dia menemui AL, yg saat ini tengah duduk di ruang tamu menikmati kopi bersama kedua orang tua Kinara.
“ Hy Ara.” sapa AL saat Kinara sudah ada di ruang tamu dan bersama mereka.
“ Iya kak.” sahut Kinara tersenyum. Kemudian dia duduk di hadapan AL.
Kedua orang tua Kinara langsung pergi, memberikan ruang agar Kinara dan AL bebas berbicara.
“ Kalo boleh tau ada apa ya kak,kenapa tiba tiba kakak datang kemari, apakah ada yg serius mengenai penyakit ku?.” Kinara mulai bertanya terus terang.
“ Nggak Ra, untuk saat ini nggak ada kaitan nya sama penyakit kamu.” sahut AL juga apa ada nya.
“ Aku hanya ingin mengajak mu keluar saja, Mumpung aku libur.” sambung AL, langsung mengatakan maksud dari tujuan nya datang hari ini.
__ADS_1
“ Keluar kemana kak, dan ngapain?.” Tanya Kinara.
“ Cari udara segar aja, biar nggak terlalu jenuh di rumah terus.” sahut AL tersenyum.
“ Gimana mau atau nggak?.” tanya AL meminta kepastian.
“ Baiklah, tapi aku mesti izin sama ayah dan Ibu dulu.” Kinara menyetujui nya, dia tak mungkin menolak AL yg sudah bela belain datang, hanya untuk mengajak nya pergi.
“ Biar aku yg minta izin ayah sama ibu mu, kau siap siap saja lah.” Titah AL. Kinara hanya mengangguk.
Dia kembali kekamar untuk berganti pakaian, sementara AL menemui kedua orang tua Kinara untuk meminta izin, dan mereka pun memberi izin.
15 menit kemudian, Kinara telah selesai bersiap siap.
“ Bu, Aku pergi dulu ya.” pamit Kinara pada Ibu nya.
“ Iya.” sahut Ibu nya singkat.
“ Nak AL, Ibu hanya bisa bilang hati hati, ibu nggak akan berpesan pada mu untuk menjaga Kinara, karna ibu yakin kau pasti akan lakukan itu, ibu juga tak akan mengatakan kalo Kinara tak boleh lelah karna kau lebih tau tentang mana baik dan buruk nya untuk Kinara.” pesan Ibu nya Kinara.
“ Ingat pulang lah sebelum magrib.” pesan Ayah nya Kinara.
Lagi lagi AL dan Kinara hanya bisa mengangguk.
Usai berpamitan, AL dan Kinara memasuki mobil AL, setelah itu AL pun langsung menjalan kan Mobil nya.
“ Apa kamu punya tempat yg ingin kau datangi Ara?.” AL memulai percakapan.
“ Nggak ada kak, kenapa emang nya?.” Kianra balik bertanya.
“ Kalo gitu aku saja yg menentukan tempat nya.” Tutur AL.
__ADS_1
“ Tentu.” Sahut Kinara tersenyum. Sekilas dia menatap AL yg saat ini fokus pada jalanan.
Entah mengapa Kinara merasa AL benar benar sangat tampan hari ini. Hingga rasa nya ia tak ingin berhenti untuk menatap pria itu.
Perasaan yg sama juga dirasakan oleh AL rupanya, diam diam saat Kinara tak memperhatikan nya, AL selalu menatap nya.
20 menit kemudian, Tepat di depan gedung SMA negeri 2 AL menghentikan mobil nya.
Kinara menatap AL tak mengerti.
AL tersenyum memperhatikan Kinara yg tampak tak mengerti.
“ Aku kangen tempat ini Ara.” Tutur AL.
Kemudian tanpa aba aba dia menggandeng tangan Kinara dan mengajak nya ke taman belakang sekolah tersebut, tempat dimana mereka dulu sering menghabiskan waktu bersama.
Kedua nya duduk di sebuah bangku, yg memang masih ada di taman tersebut, tak banyak yg berubah, hanya gedung nya yg bertambah, dan pohon serta bunga yg ada disana telah besar dan membuat tempat itu lebih teduh dan sejuk lagi.
“ Dulu kita sangat sering mendatangi tempat ini bukan.” AL kembali membuka pembicaraan. Sambil menatap bunga bunga yg tengah mekar meski agak layu karna matahari tengah terik.
“ Ehehe, Iya kak, bahkan kita sering minum es campur disini.” Kinara menanggapi seada nya.
“ Iya betul banget, aku jadi kangen es campur nya mang Omat itu.” AL menanggapi antusias.
“ Aku dengar dia udah nggak jualan di kantin ini lagi kak.” Kinara menjelaskan yg dia tau.
“ Iya aku tau itu, Oh iya Ara, apa kau suka tempat ini.” tanya AL.
“ Tentu saja kak, disini adalah tempat kita menuntut ilmu dulu, Khusus nya kakak, tanpa tempat ini kakak nggak akan bisa jadi kayak sekarang.” Kinara menanggapi dengan tersenyum lembut.
“ Iya kau benar sekali Ara.” AL menyahuti juga dengan tersenyum manis, untuk kemudian dia meraih telapak tangan Kinara.
__ADS_1
Kinara menatap AL tajam, karna dia sunguh kaget dengan tindakan AL.
Apa yg terjadi selanjut nya???