
Malam Hari.
Saat itu Kinara baru saja mengerjekan shalat isya, dan ia mendengar ponsel nya berdering.
Kinara pun mengambil ponsel nya dari atas tempat tidur dikamar nya itu.
Kinara menatap layar ponsel dengan dahi berkerut, dia tak tau siapa yg menelpon nya. Sebab nomor nya tidak terdaftar di kontak telpon nya.
Panggilan pertama Kinara hanya mengabaikan nya, Namun saat ponsel nya berdering untuk yg kedua kali nya dari nomor yg sama Kinara menjawab nya.
" Hallo Asalamualaikum." Jawab Kinara.
" Iya Waalaikum salam." Tutur AL.
" Siapa ya?." Kinara bertanya terus terang karna dia sudah lupa akan suara AL.
" Ara, Ini aku AL." Mendengar perkataan AL. Kinara terdiam sejenak.
" Oh Dokter AL, Ada apa Dok?." Tanya Kinara formal.
" Ara, apa kamu masih ingat aku?." Tanya AL terus terang, sebab dia bingung, apakah Kinara sudah tak mengenali dia lagi. Karna sejak tadi Kinara memanggil nya dengan sebutan Dokter, Oke kalo di rumah sakit dia bisa ngerti, tapi saat telpon juga masih saja memanggil demikian.
" Tentu saja." Sahut Kinara seada nya.
" Dokter kan yg akan menggantikan Dokter Excel." Tambah Kinara lagi.
AL sedikit terkejut mendengar nya, Mungkin kah Kinara telah benar benar tak mengenali nya.
__ADS_1
Etz tunggu tunggu, Masa iya Kinara tak mengenali nya, wajah nya nggak jauh berubah, bahkan nama nya juga masih sama. Lalu kenapa Kinara bersikap berbeda.
Pasti itulah yg di fikirkan AL.
" Emm maksud ku, apakah selain Dokter kamu tak mengingat aku." Tanya AL terus terang.
" Iya aku ingat kok kak, Kak AL dulu kakak kelas ku." Sahut Kinara apa ada nya.
" Oh syukurlah kalo kamu masih ingat."
" Iyalah kak." Sahut Kinara.
" Kalo kamu ingat siapa aku, kenapa tadi saat di RS kamu tak menyapa ku?." AL bertanya lagi.
" Aku takut salah orang." Kinara mencari alasan.
" Ehehehehe." Kinara hanya tertawa pelan.
" Jadi katakan pada ku, kenapa kamu seolah tak mengenal ku tadi." AL bertanya lagi.
“ Sejujur nya aku merasa malu untuk menyapa kakak.” Kinara berkata jujur.
“ Kenapa malu?.” AL bertanya tak mengerti.
“Karna kakak bukan lah kak AL yg dulu lagi....”
“Maksud nya?.” AL memotong bicara Kinara gesit.
__ADS_1
“Sekarang kakak adalah seorang Dokter, dan aku hanya seorang pasien.” shaut Kinara rendah diri.
“ Ah ngawur kamu, aku tetap orang sama kok, orang yg sering kamu julitin dulu.” AL menyahuti dengan tertawa pelan.
Kinara pun tertawa mendengar nya.
“ Ara.” panggil AL di sebrang sana.
“ Iya kak.” sahut Kinara datar.
“ Aku percaya kamu gadis yg kuat, aku yakin kamu pasti akan sembuh, jangan pernah putus asa dan jangan pernah berfikir hal hal yg akan membuat mu merasa sedih apalagi tertekan, percayalah, aku akan berusaha semampuku untuk menyembuhkan kamu.” AL mencoba untuk memberi semangat sekaligus menasehati.
“ Siap kak, makasih ya.” Sahut Kinara, tapi saat bicara demikian air mata menetes di pipi nya.
“ Udah jangan bersedih ya, Aku akan selalu mendukung mu, dan kak AL mu ini akan selalu ada untuk mu.” Tambah AL lagi. Seolah tau kalo Kinara memang merasa sedih.
“ Ehehe, Iya kak, sekali lagi makasih banyak.” Kinara mencoba untuk tersenyum.
“Oh iya Ara, kamu masih ingat nggak gimana kita saat pertama kali bertemu?.” AL mulai membicarakan masa lalu mereka.
“Tentu saja kak, kan saat itu aku yg berbuat iseng pada kakak dan teman teman yg lain.” sahut Kinara.
Mereka berdua mulai larut dalam obrolan dan mengingat masa masa waktu mereka masih SMA.
Cukup lama mereka berbincang, tanpa terasa jam sudah menunjuk pukul 23:00.
AL menyudahi pembicaraan mereka dan menyuruh Kinara beristirahat. Kinara pun beristirahat dan tidur.
__ADS_1