Ku Sebut Nama Mu Dalam Do'A.

Ku Sebut Nama Mu Dalam Do'A.
MENGHADIRI PESTA


__ADS_3

Kinara mematut wajah nya di cermin, dia sedang memoles wajah nya dengan bedak tipis, lipstik seperlu nya saja.


Malam Kinara mengenakan sebuah gaun yg panjang nya lebih sedikit dari lutut nya.


Sebuah gaun berwarna putih dengan bunga di bagian kanan gaun nya, corak bunga tersebut berwarna coklat.


Terus terang saja meski tak berdandan dengan benar, Kinara masih terlihat cantik dan juga anggun.


Rambut nya hanya diikat dengan ikat rambut yg biasa saja, namun tak mengurangi pesona nya justru menambah daya tarik nya sendiri.


Setelah selesai berdandan, Kinara mengambil sebuah tas selempang, dia memasukan Ponsel nya di dalam tas tersebut, dan sebuah kado yg telah ia beli sore tadi bersama Sinta.


Kemudian dengan pelan Kinara keluar dari kamar nya dan berpamitan pada kedua orang tua nya, kedua orang tua nya pun mengizinkan, asal jangan pulang terlalu larut malam.


Begitu Kinara keluar rumah nya untuk beranjak ke rumah AL, Ternyata Sinta telah menunggu nya di depan pagar rumah nya.


Malam itu Sinta yg membawa motor matick nya.


" Cepatan." Teriak Sinta.


Kinara hanya tersenyum, sambil menghampiri teman nya itu.


" Nggak sabaran banget sich." Ketus Kinara begitu berada di dekat Sinta.


" Ntar kita ketinggalan, kan nggak enak kalo kita tiba tapi acara nya telah di mulai duluan." Sinta berkata tegas.


Karna Kinara telah duduk dengan benar di sepeda motor nya Sinta pun mellajukan kendaraan Roda dua nya tersebut dengan sedikit ngebut.


" Pelan dikit napa sich, aku belum mau mati." Tegur Kinara.


" Ehehe." Sinta cengengesan.


" Kalo aku pelan kita bisa ketinggalan momen potong kue nya, sebab ini sudah hampir jam 8." Jelas Sinta. Sambil menambah kecepatan nya.


" Tenang saja Sin, meskipun kita terlambat, percaya lah kita nggak akan ketinggalan acara nya." Tutur Kinara santai


" Kenapa?." Sinta bertanya bingung.


" Karna Kak AL nggak akan memotong kue nya sebelum aku tiba disana." Kinara berkata sambil tertawa pelan, karna dia tengah mengarang cerita.


" Tingkat halu kamu begitu tinggi malam ini." Celetuk Sinta.


" Memang nya kamu siapa sampai kak AL akan begitu menunggu kamu." ujar Sinta lagi.

__ADS_1


" Ya elah Sin, nggak ada perasaan banget kamu jadi orang, aku kan hanya bercanda doank, supaya kamu tak terlalu ngebut." Sahut Kinara menjelaskan.


Tak ada tanggapan dari Sinta, tampak nya dia hanya fokus pada jalanan nya.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Sementara itu di kediaman AL.. Setiap orang sudah tak sabar menunggu waktu acara pemotongan kue nya.


Jam sudah menunjuk pukul 20: 08 menit waktu setempat, bukan kah tertulis diundangan jam 20:00 acara di mulai. Lalu mengapa sudah lewat 8 menit acara nya belum mulai juga.


Tampak nya waktu di Indonesia itu memang sering ngaret.


AL terlihat agak gelisah, sebentar melihat ke pergelangan tangan nya untuk melihat waktu, sebentar lagi menatap kearah pintu, itulah yg dia lakukan sejak tadi.


" AL apa yg kau tunggu nak?." Pertanyaan itu mengagetkan AL yg tengah fokus menatap kearah pintu. Tampak nya benar ada yg lagi dia tunggu.


" Bunda." tutur nya kaget.


Bunda tersenyum.


" Tadi Bunda bicara apa?." AL mulai bertanya, apa yg di katakan Ibu nya tadi sama sekali tak melekat dalam otak nya.


" Mengapa acara nya belum kau mulai, hampir semua teman teman mu sudah pada datang, mereka udah lama menunggu, ayo mulai lah acara nya." Sang Bunda menjelas kan.


Memang benar ada nya, tamu undangan sudah sejak tadi menunggu.


AL terdiam dengan wajah yg sedikit kecewa. Dia membenarkan apa yg di katakan Ibu nya, Tidak lah sopan membuat teman teman nya menunggu terlalu lama.


Tapi di pihak lain, dia ingin memulai acara nya jika orang yg dia anggap special telah datang.


Namun dia juga tak yakin, apakah orang itu akan hadir atau tidak.


Dia harus bagaimana? Apa yg harus dilakukan nya.


Seketika AL menyadari, kenapa dia tak menghubungi Kinara saja, untuk bertanya apakah dia akan datang atau tidak.


Iya, sebenar nya orang yg di tunggu AL adalah Kinara.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Tepat di depan rumah AL, Sinta menghentikan motor nya dan memarkirkan dengan benar.


Baru saja mereka berdua berhasil turun dari kendaraan roda dua tersebut. Ponsel Kinara sudah berdering.

__ADS_1


Lekas lekas Kinara melihat nya.


Mata nya membulat sempurna begitu melihat nama yg tertera di layar ponsel tersebut.


Sebab yg menelpon nya adalah AL.


" Bukan nya fokus pada Ultah nya, dia malah menelpon ku." Gumam Kinara dalam hati.


Seulas senyum tersungging di bibir nya. Lalu tanpa menunggu lama dia pun menjawab panggilan tersebut, Sembari memberi isyarat agar Sinta diam.


" Hallo Asalamualaikum kak." begitulah Kinara langsung menjawab telepon nya.


" Waalaikum salam, selamat malam Ara." Sahut AL di sebrang sana.


" Iya kak, ada apa jam segini telpon, bukan kah malam ini acara ultah nya kakak, lalu kenapa kakak telpon?." Tanya Kinara.


" Apa kamu akan datang ke sini?." AL menjawab dengan pertanyaan.


Kinara mengambil nafas dalam.


" Oh, maaf kan aku nggak bisa datang." Kinara sengaja berkata demikian untuk membuat AL terkejut.


" Kenapa Ra?." Tanya AL kecewa.


" Kedua Orang tua tak mengizinkan." Kilah nya. Sambil menahan tawa.


Sinta hanya menatap bingung.


" Oh ya sudah nggak apa apa." AL benar benar merasa kecewa.


" Sekali lagi maaf ya kak, Asalamualaikum." Kemudian tanpa mengunggu respon dari AL, Kinara langsung memutus panggilan telpon nya.


Dengan langkah yg sedikit lesu AL mendekati kedua orang tua nya yg saat itu telah berdiri di dekat sebuah kue tart ultah yg cukup besar dan menggugah selera itu.


" AL mulai lah acara nya." Tutur Ayah nya AL.


AL hanya mengangguk.


Dengan wajah yg sangat tak bersemangat dia melangkah untuk menuju podium, guna untuk menyampaikan sesuatu sebagai kata sambutan, atau juga ucapan terimakasih nya untuk teman teman nya yg telah hadir.


Namun saat baru saja dia berdiri di podium tersebut mata nya melihat apa yg sejak tadi dia tunggu tunggu.


Kinara dan Sinta telah memasuki ruangan itu dengan tersenyum menyapa semua orang.

__ADS_1


Seketika wajah AL berubah menjadi sangat ceria dan bahagia.


Maka malam itu AL merayakan ultah dengan sangat gemberia, Kedua orang tua pun sangat damai melihat senyum yg terus saja mengembang di wajah putra semata wayang mereka.


__ADS_2