
"Maukah kamu menjadi sahabat ku?" AL bertanya pada Kinara... Sambil mengulurkan tangan nya.
Kinara hanya tersenyum menatap AL... Dia tak memberikan tanggapan apapun... Sehingga AL bertanya lagi.
" Apa kamu mau menjadi salah satu orang terdekat ku?." Tandas AL.
" Baiklah kak." Kinara menyetujui nya dan menyambut uluran tangan AL.
" AL." AL berkata memperkenal kan nama nya secara resmi... Dia tahu mungkin Kinara sudah hafal nama nya... Tapi itu adalah dimana mereka berkenalan secara resmi.
" Aku sudah tahu kok nama kakak." Sahut Kinara... Kemudian dia melepas jabatan tangan mereka.
" Iya... Lalu nama kamu siapa?" Tanya AL.
Kinara tersenyum lagi mendengar nya.
" Kinara.. Tapi panggil aja Ara." Sahut Kinara.
" Oh iya Ara ya." Tutur AL juga mulai tersenyum.
" Eem Ara... Bisa minta tolong nggak?." AL mulai bicara to the point.
" Minta tolong apa kak? kalau aku bisa insya Allah pasti aku bantu." Sahut Kinara apa ada nya.
" Bisa pinjam ponsel mu bentar nggak?." Tanya AL seada nya.
" Boleh kak... Tetapi kalo boleh tau buat apa ya?." Kinara balik bertanya.
" Aku mau telpon Ibu ku, Karna dia pasti cemas memikir kan aku, sebab seharian ini aku belum memberi kabar pada nya, tadi pas aku mau telpon dia ponsel ku habis batre." Jelas AL.
" Ow ya udah pakai aja ponsel ku." Kinara merogoh saku nya dan mengeluarkan ponsel.
" Nih." Sambil berkata Kinara memberikan ponsel nya pada AL.
AL pun mengambil ponsel tersebut.
__ADS_1
" Tapi ada pulsa nya nggak nih?." Tanya AL.
" Ya ellah kak ngeremehin banget sich... Iya aku akui keluarga ku bukan orang kaya, tapi kalo buat beli pulsa Alhamdulillah masih bisa kok, sebab keluarga ku tahu, kalo itu penting." Tutur Kinara seada nya.
" Nggak bukan nya aku ngeremehin, tetapi kebanyakan anak zaman sekarang kan hanya ada kuota saja." Jelas AL.
" Apapun alasan nya itu nggak penting, yg penting sekarang kakak telpon lah orang tua kakak, biar muka kakak juga nggak kusut lagi kayak kain pel."
Perkataan Kinara sukses membuat AL tertawa.
" Ya udah aku telpon bentar ya." Usai berkata AL langsung berniat untuk menelpon, tetapi saat dia menyala kan ponsel nya, tentu saja ponsel nya terkunci.
" Pin nya." AL berkata sambil mengulurkan ponsel tersebut pada Kinara, agar Kinara bisa membuka kunci nya.
" Oh iya aku lupa kak." Sahut Kinara tersenyum, Namun Kinara tak mengambil ponsel nya.
" Pin nya tahun lahir Ku." Kata Kinara seada nya.
" Sayang nya aku bukan kedua orang tuamu yg tahu tahun kelahiran mu."
" 2002 di balik." jawab Kinara.
AL berfikir sejenak, merenungkan berapakah jika angka 2002 di tulis dari kanan dulu.
" Loh kalo 2002 di balik tetap 2002 kan." Kata AL kemudian.
" Iya lalu kenapa kakak bingung." Jawab Kinara dengan tertawa pelan.
" Ya ampun kamu membodohi ku ya." Sambil berkat demikian AL juga tertawa.
Setelah itu AL langsung menelpon ibu nya untuk memberi kabar bahwa dia baik baik saja.
Cukup lama juga AL berbicara sama ibu nya.
Disana Kinara masih setia menunggu, Sedikit sedikit Kinara mendengar pembicaraan antara ibu dan anak itu, Dia paham akan satu hal yaitu AL sangat menyayangi Ibu nya.
__ADS_1
Ibu nya pun demikian selalu cemas akan hal hal kecil jika itu bersangkutan dengan putra semata wayang nya.
Setelah beberapa saat AL menyudahi pembicaraan nya dan mulai mengembalikan ponsel Kinara.
" Nih ponsel mu, sekali lagi terimakasih ya." Tutur AL, sembari mengulurkan ponsel nya kearah Kinara.
" Iya kak sama sama." Kinara berniat mengambil ponsel nya dari tangan AL.
Namun saat Kinara baru aja mau mengambil ponsel nya, AL malah menghentikan nya.
" Ntar dulu ya." Kata AL sambil tetap menahan ponsel nya.
Kinara menatap AL tak mengerti.
AL kembali membuka kunci ponsel tersebut, saat itulah Kinara mulai bicara lagi.
" Apa masih ada yg mau kakak telpon?." Tanya Kinara.
AL tak menjawab dan hanya mengangkat bahu saja, sambil menekan tombol angka di ponsel itu.
" Terus?." Kinara bertanya lagi.
" Aku cuma ngesave nomor ku di ponsel mu." jawab AL sambil tersenyum menggoda, dan memberikan ponsel nya sama Kinara.
" Oh." Sahut Kinara singkat, dan mengambil ponsel nya.
" Hanya Oh doank, tak ada respon lain." tutur AL kemudian.
Kinara tak mengindahkan perkataan AL sebagai ganti nya dia meninggal kan AL sendirian disana dan kembali ke tenda nya.
Apa yg terjadi sama Kinara mengapa dia tak memberi tanggapan pada AL?
Apakah dia tak menyukai sikap AL yg tiba tiba memasukan nomor ponsel nya dan menyimpan nya di kontak Kinara? ataukah justru karna alasan lain.?
Nantikan di nex episode ya.
__ADS_1