Ku Sebut Nama Mu Dalam Do'A.

Ku Sebut Nama Mu Dalam Do'A.
RENCANA OPERASI


__ADS_3

Di ruangan AL.


AL dan ayah nya Kinara duduk berhadapan.


“ Ada apa Dok?.” Tanya Ayah nya Kinara begitu mereka telah duduk di ruangan AL.


“ Ini mengenai Kinara Pak.” Sahut AL.


“ Iya saya tau, yg saya maksud apakah Kinara baik baik saja?.” Tanya Ayah nya Kinara tegas.


“ Tak ada yg baik baik saja Pak, segera mungkin Ara harus operasi.” jelas AL.


Ayah nya Kinara menghela nafas dalam.


“ Tapi uang saya belum cukup Dok, apa tak bisa di tunda lagi?.” Tanya Ayah nya Kinara penuh harap.


“ Saya khawatir jika di tunda Kinara tidak akan bersama kita lagi, tadi saja beberapa detik lama nya denyut jantung nya sudah tak ada lagi.” AL menjelaskan dengan berat hati.


Ayah nya Kinara hanya mengambil nafas dalam.


“ Jadi menurut saya akan lebih baik jika dalam 3 atau 4 hari kedepan kita lakukan operasi tersebut, masalah biaya Bapak tak perlu khawatir saya pasti akan membantu Bapak.” Tambah AL.


“ Tetapi Kinara tak akan menyukai hal ini Dok.” Jelas Ayah nya Sedih.


“ Saya akan mencoba membujuk Ara, untuk kali ini kita sudah tak punya pilihan lagi Pak, jadi tolong bantu saya untuk membujuk Kinara.” Pinta AL.


Tak ada kata yg bisa diucapkan Ayah nya Kinara selain menyutujui rencana AL.


“ Baiklah jika Bapak setuju, nanti saya akan segera menghubungi Donasi tersebut, dan setelah itu Bapak bisa urus semua prosudur rumah sakit, saya akan coba membujuk Kinara.” Tegas AL karna telah ada persetujuan dari Ayah nya Kinara.

__ADS_1


Ayah nya Kinara hanya bisa mengangguk, dia sudah tak bisa menolak lagi, biar bagaimana pun dia tak ingin kehilangan putri nya.


Seandai nya Kinara kecewa pada nya ia tak akan peduli yg penting Kinara selamat dan bisa sembuh kembali.


Usai berbicara tadi, AL dan Ayah nya Kinara segera menuju ruangan dimana Kinara sedang di rawat.


Begitu tiba di ruangan perawatan, Dilihat nya Kinara telah siuman, dan berbicara dengan sang Ibu.


Ayah nya dan AL tersenyum lega.


Berasamaan Ayah nya Kinara dan AL menghampiri Kinara.


Kinara hanya tersenyum melihat dua lelaki tersayang nya.


Yaitu sang Ayah dan AL.


“ Bagaimana perasaan mu sekarang nak?.” Tanya Sang Ayah.


Sang Ayah mengusap lembut rambut nya.


AL pun mendekati Kinara.


Kinara pun tersenyum melihat nya.


“ Terimakasih dan maaf telah merepotkan Dokter.” Kinara langsung berkata.


AL hanya menanggapi dengan tertawa pelan.


“Itu sudah tugas ku, jadi tak perlu berterimakasih ataupun meminta maaf.” sahut AL kemudian.

__ADS_1


“ Oh iya Dok, apa saya boleh pulang?.” Kinara bertanya karna dia sudah merasa tak betah berada di rumah sakit.


“ Kau harus tetap disini Ara, Kau belum bisa pulang.” Tegas AL.


Kinara hanya bisa menganggukan kepala nya.


“ Eem Pak, Bu, apa bisa saya bicara berdua saja dengan Ara?.” Izin AL.


“ Tentu Dokter.” sahut Ayah nya Kinara.


Ibu nya Kinara hanya bisa menurut pada suami nya.


Karna AL ingin bicara berdua saja jadi kedua orang tua Kinara pamit pulang ke rumah. Toh Ayah dan Ibu nya juga harus mengurus beberapa hal untuk persiapan operasi Kinara.


“ Ada apa Dok?.” Kinara langsung bertanya begitu orang tua nya sudah tak ada diruangan otu itu lagi.


AL duduk di tempat tidur Kinara namun dia memilih diarah kaki nya Kinara hingga dia bisa menatap wajah Kinara.


“Untuk saat ini, aku bukan sebagai Dokter mu, akan tetapi sebagai teman mu atau lebih tepat nya sebagai orang yg mencintai mu.” Tegas AL.


Kinara hanya menatap tak mengerti.


“ Jadi hari ini aku akan bicara sebagai seorang pria yg sangat menyayangi mu, Tetapi itupun kalo kau mengizinkan.” Tambah AL lagi.


“ Apa yg ingin kau bicarakan kak, katakanlah.” sahut Kinara seada nya.


AL menatap dalam manik mata Kinara., Namun Kinara tak ingin bertemu pandang dengan AL itulah sebab nya dia langsung menunduk.


AL menghela nafas nya Kasar.

__ADS_1


Apakah yg ingin AL bicarakan???🤔🤔🤔


__ADS_2