
Hari terus berlalu tak terasa sudah satu bulan berlalu sejak Kinara melakukan kemotheraphy yg ke 4.
Pagi pagi sekali AL telah menghubungi Kinara.
" Hallo Asalamualaikum Ara.” Tutur AL begitu telpon nya tersambung.
“ Waalaikum salam Kak.” sahut Kinara seada nya sekarang hubungan mereka semakin dekat.
Hampir setiap hari setiap malam mereka telponan, atau setidak nya chatt.
“ Ada apa kak, kok telpon sepagi ini?.” tanya Kinara langsung.
“Ara, hari ini jadwal pemeriksaan kamu, jadi datanglah jam sembilan ke rumah sakit ya.” jelas AL.
“ Iya kak.” sahut Kinara singkat.
Kinara mulai merasa cemas, memikirkan dia harus melakukan pemeriksaan.
Namun dia hanya bisa pasrah, apapun hasil nya nanti semoga dia tetap bisa menerima dengan lapang dada.
Sesuai dengan perjanjian, jam 08:55 menit Kinara telah tiba di Rumah sakit.
Saat dia tiba disana AL masih melakukan operasi, jadi Kinara harus menunggu hingga Dokter AL selesai.
Jam 09:05 Al telah selesai dengan operasi nya, dia melihat Kinara telah menunggu di depan ruangan nya.
“ Maaf ya Ara, saya membuat kamu menunggu.” Tutur AL merasa tak enak hati.
“ Nggak apa apa Dok, saya ngerti.” balas Kinara dengan formal nya.
“ Kok manggil nya gitu, nggak kakak seperti biasa.” balas AL sembari mengajak Kinara menuju keruangan untuk pemeriksaan.
“ Kan ini di Rumah sakit Dok.” sahut Kinara menjelaskan.
“ Jadi nggak mungkin kalo saya panggil kakak.” tambah Kinara lagi.
AL hanya menanggapi dengan tersenyum.
Karna mereka telah sampai di ruangan pemeriksaan, mereka menghentikan percakapan.
Seorang suster sudah menunggu disana.
__ADS_1
“ Silahkan.” Suster berkata pada Kinara.
Kinara menghampiri suster tersebut dan mulai duduk diatas brankar.
Sesaat kemudian, AL memerintahkan agar Kinara menggantu baju nya dengan pakaian rumah sakit, tak lupa juga dia berpesan agar dalaman atas nya juga di lepas, sebab mereka akan melakukan rontgen.
Kinara pun hanya menurut saja.
Setelah selesai menuruti permintaan AL, Kinara kembali duduk diatas brankar.
Suster mendampingi nya, AL hanya memberikan intruksi, dan suster tersebut yg melakukan dan menjelaskan pada Kinara.
Kinara menuruti perkataan Suster itu.
Setelah selesai, Kinara di minta menunggu untuk beberapa saat, menunggu hasil rontgen nya keluar.
Menunggu hasil rontgen nya keluar, tak cukup dalam waktu 5 menit saja.
Karna itulah AL memerintahkan agar suster tadi yg mengurus semuanya, sementara dia sendiri menemani Kinara duduk sambil menunggu.
“ Apa kamu mau kita minum kopi dulu di kantin?.” AL bertanya pada Kinara saat mereka menunggu hasil pemeriksaan nya selesai.
“ Kebetulan lagi nggak nih.” sahut AL apa ada nya.
“ Boleh dech kalo gitu.” jawab Kinara menyetujui ajakan AL.
Karna Kinara mau diajak kekantin, AL pun mengajak nya kekantin rumah sakit, AL sudah biasa makan dan minum disana.
Karna rumah sakit nya lumayan luas, Butuh waktu kira kira 7 menitan supaya mereka bisa mencapai kantin.
Tiba di kantin AL langsung disambut ramah oleh Ibu sang pemilik kantin, Yg memang telah mengenal AL.
“ Eh Dokter tampan, mau makan atau minum nih?.” tanya sang pemilik kantin dengan tersenyum ramah, dan setengah bercanda.
“ Minum saja Buk.” sahut AL sembari mengajak Kinara mencari tempat duduk.
“ Ini siapa Dok?.” Tunjuk sang pemilik kantin pada Kinara.
“ Pacar nya Dokter AL ya?.” keppo juga itu ibu ibu.
Kinara menatap AL dengan mata yg sedikit melotot.
__ADS_1
AL hanya tersenyum.
“ Mbak pacar nya Dokter AL ya?.” karna tak dapat jawaban dari AL, ibu kepoo itu bertanya langsung pada Kinara.
“ Saya hanya pasien nya.” tukas Kinara.
Sang ibu itu hanya menganggukkan kepala nya.
“ Mau minum apa Dokter Al?.” tanya Ibu itu lagi pada Al.
“ Biasa bu, kopi hitam, kalo dia buatkan saja jus Buah naga.” Pesan AL.
Ibu kantin pun mulai mempersiapkan apa yg mereka pesan tadi.
Sejenak AL menatap wajah Kinara. Raut muka nya terlihat sangat khawatir.
Memang Kinara merasa cemas memikirkan apa hasil dari pemeriksaan nya tadi.
“ Jangan cemas, itu akan memperburuk keadaan mu, percayalah semua akan baik baik saja.” AL mencoba menenagkan, sambil meremas lembut telapak tangan Kinara yg mulai berkeringat dingin.
Kinara hanya menatap AL datar. Dan mengangguk saja.
“ Nggak akan ku biarkan hal hal buruk terjadi pada mu, sebisa mungkin aku akan berusaha yg terbaik untuk mu.” tambah AL lagi.
Kinara mulai tersenyum mendengar perkataan AL, dia percaya sepenuh nya pada AL.
Tak ada alasan bagi nya untuk merasa khawatir.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
VISUAL PEMERAN UTAMA.
ALfianda Prasetiyo.
Seorang Dokter Umum, yg berumur 25 tahun.
Kinara Aliya Pramesti. Hanya seorang gadis biasa, yg saat ini mengidap Leokimia. Umur 22 tahun.
__ADS_1