
“ Kenapa kok diem?.” AL mulai bertanya karna perkataan nya tadi tak mendapat respon dari Kinara.
“ Nggak apa" kak,, terimakasih untuk semua yg telah kamu lakukan demi aku.” Jawab Kinara seada nya.
“ Aisshh,, ini bukan lah jawaban yg tepat dari perkataan aku tadi Ara.” Tegas AL.
“ Yg mana ya kak.” Kinara pura" bloon,, seperti nya Kinara belum siap untuk membahas tentang keseriusan hubungan mereka.
“ Apakah kamu siap untuk menikah dengan ku?.” AL bertanya terus terang.
“ Kak,, terus terang aku belum siap,, karna menjadi seorang istri bukanlah perkara mudah,, pernikahan juga adalah hal yg sangat sakral,, butuh persiapan yg matang secara lahir maupun bathin,, karna aku nggak mau mengalami kegagalan dalam pernikahan.” sahut Kinara apa ada nya.
“ Aku tau kak,, kita sudah sama" dewasa,, sudah seharusnya kita memikirkan hal itu,, akan tetapi semua nya butuh waktu,, hubungan kita juga baru saja di mulai,, emang benar kita sudah kenal lama,, tetapi keluarga kakak juga belum kenal aku,, apakah mereka akan setuju jika kamu menikah dengan ku,, yg bukan apa" ini.” Tambah Kinara lagi.
“ Mereka pasti setuju,, sejauh ini mereka nggak pernah mempermasalahkan keputusan ku,, begitu juga tentang pendamping,, mereka hanya akan mendukung setiap langkah yg aku ambil,, jadi kalau masalah keluarga ku kamu tak perlu khawatir,, tetapi jika kamu belum siap,, maka tak masalah,, aku akan tunggu hingga kamu benar" siap dan yakin untuk menghabiskan sisa hidup mu bersama ku.” AL berkata sambil mengusap lembut rambut Kinara.
Kinara hanya tersenyum dan mengangguk saja.
“ Eem kak,, makasih ya udah bersedia menemani aku disini.” Tutur Kinara datar.
“ Makasih doank nih?.” Tanya AL.
“ Emang nya apa yg bisa aku berikan selain itu.” tegas Kinara.
“ Ciuman kek,, atau pelukan gitu.” Goda AL.
“ Nggak hal lain tah dalam fikiran kamu selain dari yg semacam itu.” Tanya Kinara serius.
“ Ada sich yaitu yg lebih dari sekedar peluk dan cium.” Goda AL lagi.
“ Apa itu?.” Kinara bertanya gesit.
“ Yaitu menikah.” jelas AL.
“ Kamu udah kebelet banget ya kak pengen nikah?.” Kinara bertanya terus terang.
“ Iya kalau sama kamu,, kalau sama yg lain aku nggak mau." tegas AL.
__ADS_1
“ Kenapa?? kamu kan tau,, aku belum siap.” sahut Kinara.
“ Karna aku cinta nya sama kamu,, masa iya aku nikah sama orang yg nggak aku cintai.” sahut AL apa ada nya.
“ Karna itulah pula aku bakalan nungguin kamu sampai kamu siap.”
Kinara hanya mengangguk saja
“ Kak,, Ibu sama Bapak mana sich,, apa mereka nggak menemaniku disini?.” Barulah Kinara punya kesempatan untuk bertanya tentang kelurga nya.
“ Mereka tadi nya setia menemani kamu disini,, bahkan mereka tak makan dan tak minum apa lagi istirahat,, karna itulah aku yg meminta mereka pulang,, biar aku yg menjaga mu,, setelah membujuk susah payah,, akhir nya mereka setuju dan pulang.” jelas AL apa ada nya.
“ Oh makasih kak,, kamu udah peduli sama Ibu dan bapak.” sahut Kinara lagi.
“ Dari tadi perasaan makasih mulu.” Cetus AL.
“ Lah iya emang hanya itu yg bisa aku katakan.” tutur Kinara.
“ Aku siapa?.” AL malah bertanya.
Kinara menatap AL dengan mengernyitkan dahi nya,, Dia tak mengerti mengapa AL berkata demikian.
“Jawaban yg bagus... Sebagai seorang Dokter sudah tugas nya untuk mengobati pasien,, sebagai teman mu sudah semesti nya aku membantu mu,, dan sebagai pacar mu sudah kewajiban ku untuk melakukan apapun yg aku bisa demi orang yg aku sayangi,, keluarga mu juga keluarga ku,, jadi tentu saja aku harus peduli mereka,, lalu buat apa kau berterima kasih,, semua itu memang sudah seharus nya aku lakukan.” Kata AL memberi pengertian.
“ Eem,, baiknya calon imam ku ini.” Kinara berkata sambil tersenyum manis menatap AL.
“ Aa.. apa?,, apa aku nggak salah dengar nih,, tadi kamu bilang apa?.” AL pura" budek,, tetapi sambil tersenyum juga.
“ Apa ya tadi aku juga lupa.” Kinara tak mau mengulangi perkataan nya tadi,, sebab dia yakin AL sudah mendengar nya.
“ Ayolah Sayank,,,aku benaran nggak dengar tadi kamu bilang apa?.” pinta AL.
“ Sayank?? siapa tuh yg nama nya sayank?.” Kinara malah menggoda nya.
“ Nggak mau ya di panggil Sayank,, ya udah aku panggil istriku saja.” AL tak mau kalah dan menggoda balik.
Kinara hanya menatap AL dengan mata mendelik.
__ADS_1
AL terkekeh melihat reaksi Kinara.
“ Benar nih kamu nggak mau mengulangi apa yg tadi kamu katakan?.” Tandas AL.
“ Kalau iya kamu mau apa?.” sahut Kinara.
“ Aku akan teriak dan mengatakan kalau aku mencintai mu,, di hadapan semua orang yg ada di rumah sakit ini.” Kecam AL.
“ Dasar nggak waras.” Kinara berkata setengah mengumpat.
“ Biarin,, yg penting aku puas,, dan aku menang.” sahut nya enteng.
“ Paraah.” Tutur Kinara.
“ Maka nya kalau kamu nggak mau aku kek gitu,, ayo ulangi apa yg kamu katakan tadi.” Paksa AL.
“ Heheehe,, Baiklah tadi aku bilang,, kalau aku beruntung banget punya calon imam sebaik diri mu.” Tutur Kinara.
“ Alhamdulillah,, calon imam ya,, artinya cepat atau lambat aku pasti akan jadi suami mu,, aku benar kan.” AL berkata sambil menatap lekat Kinara.
Kinara hanya bisa mengangguk.
“ Semoga secepat nya ya Sayank.” Tambah AL.
“ Kita jalani aja dulu Kak.” sahut Kinara.
“ Aku bukan kakak mu,, jadi jangan panggil aku kakak." tegas AL.
“ Baiklah Dok,, maaf saya salah.” Kinara sengaja menggoda nya.
“ Ara,, kamu benar" nggak asyik.” AL mulai kesal karna dari tadi Kinara tak pernah serius.
“ Ya udah cari cewek yg asyik sana,, tuh diluar kan banyak suster" cantik.” Goda Kinara lagi.
“ Sekali lagi kamu bicara kek gini,, aku....”
“ Apa yg akan kamu lakukan?.” Kinara menyela dengan tersenyum jahil.
__ADS_1
Kira" apa tanggapan AL ya???